Feature news

Showing posts with label WIRDY. Show all posts

Tulisan Pertama WIRDY yang Menginspirasi


Hal yang pertama kali kita lakukan memiliki porsi tersendiri di dalam ingatan kita masing-masing. Segala hal yang pertama kalinya kita lakukan ternyata telah memberikan kita banyak kenangan serta pelajaran untuk melangkah lebih baik ke depannya. Seperti, pertama kali jatuh cinta, pertama kali dapat kerja, pertama kali ikut caleg dan hal pertama kali yang kita lakukan. Semuanya seakan begitu berkesan untuk kita.

Karena itu, gue penasaran dengan postingan para personil WIRDY pertama kali. Setelah mengubek-ngubek postingan mereka, gue mendapati banyak sekali pelajaran.

  
1. ICHA HAIRUNNISA

Blogger mesum secara teori ini cukup membuat gue manggut-manggut saat membaca tulisan pertama kalinya di blog. Tulisan yang ia tulis pada tahun 2011ini berjudul; Aku dan Keluarga(abnormal)ku


Aku si remaja labil, menapak bumi, menjadi warga berkebangsaan indonesia kurang lebih 16 tahun. Blasteran Banjar-Bugis. Mama banjar dan bapak yang Bugis.


Oke, di tulisan pertama Icha, ia sudah menyebutkan dirinya adalah seorang remaja labil. Hmm
Di sini gue sempat berdecak kagum saat melihat umur Icha yang berumur 16 tahun dan sudah memulai untuk ngeblog. Lah gue paan. 16 tahun gue masih pacaran sama adek kelas, berondong euy. Jangankan kepikiran untuk bikin blog, 16 tahun gue masih hobi masukin foto alay bejibun di pesbuk. Saking banyaknya, tiap kali ngaplot foto, gue harus bikin 1 album foto dulu di pesbuk.

Gimana mau kepikiran ngeblog? Yawlaaa masa remajaku suram:(


Dia idolaku.Berkat menulis di blog, dia menjadi tenar seperti sekarang. Wow.. tak henti-hentinya aku berdecak kagum. Aku selalu berkhayal menjadi penulis terkenal seperti dia.

Gaes, ternyata Icha memiliki sebuah cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Gue jadi inget, waktu itu Icha pernah cerita ke gue kalo dia pengen nerbitin sebuah buku. Gue pun berantusias mendengar rencana indahnya tersebut. Dan saat ini, Icha sedang dalam proses mengerjakan sebuah buku yang nanti akan diberi judul, ‘Tata Cara Adegan yang Harus Dilakukan Saat Malam Pertama’. 


Well, Icha. Sebentar lagi mimpimu akan menjadi nyata!


Bayi usia 15 bulan itu sering kami (aku dan Nanda-red) hina dan siksa secara verbal. Kami berdua suka mengolok-olok dia dengan sebutan binal, gaje, botak.


Hmm, sepertinya Icha tidak menyukai anak-anak kecil yang berambut botak.
Saat membaca bagian ini, gue langsung membayangkan ketika Icha sedang melahirkan di rumah sakit.

Suster:  Alhamdulillah bu, anak ibu selamat. Ini anaknya silahkan digendong dulu
Icha: HIH PAPAAN NEH. ANAK SAYA KOK BOTAK GINI SIK. GAMAU AH, KASIH KUCING AJA.


Serem anjir!



2. ROBBY HARYANTO

Blogger paling muda di WIRDY adalah seorang blogger yang menjunjung tinggi azas kekonsistenan. Gue salut dengan keaktifan Robby yang selalu rajin mengupdate blognya. Tapi gue kesel sama Robby. Gelar personil paling muda di WIRDY sekarang udah direbut Robby. Tapi gapapa, gue cuma beda setaun doang kok sama Robby.

Ehe.

Saat membaca tulisan pertama Robby yang berjudul; Debut, rasanya gue ingin memaki dan berkata kasar.


Tanggal 30 Juni 2014 resmi blog ini dibuat. Gw ga mau ngetik banyak" karna gw maen di warnet. Mungkin abis lebaran gw baru mulai aktif di blog ini. See y...



Kesan pertama gue setelah membaca ini adalah, CIH SOMBONG AMAT LU ANAK MUDA!


Yaiya. Kalian sadar ga, walaupun tulisan pertamanya dikit, secara ga langsung Robby sedang memamerkan harta kekayaannya. 

Walaupun dia ga bilang, ‘bukannya sombong nih ya, tapi blablabaa…. ‘ seperti itu, Robby pintar menyombongkan diri dengan tulisannya yang cuma seuprit itu.

Di situ ia menjelaskan bahwa ia sedang ngeblog di warnet pada tanggal 30 Juni 2014 dan baru mulai aktif ngeblog saat usai lebaran. Nah, lebaran di tahun 2014 itu jatuh pada tanggal 28 Juli. 

Oke, harap perhatiannya wahai para jemaah yang dimuliakan Allah. Robby itu seorang blogger yang sombong.

Nih ya, bayangin aja. Dari tanggal 30 Juni 2014 sampe 28 Juli 2014 itu terhitung 29 hari. Karena Robby katanya bakalan aktif ngeblog seusai lebaran. Karena dia bakalan sebulan main di warnet dan bakalan selesai sampe abis lebaran.

Tarif warnet per jam Rp 4,000.
Rp 4,000 X 24 jam (1 hari) = Rp 96,000
Rp 96,000 X 29 hari = Rp 2,784,000



EH  ANJIR SONGONG AMAT MAEN WARNET SAMPE ABIS BERJUTA-JUTA GITU.

Kurang puas dengan kesombongan seorang Robby, gue pun nekat mencari tulisan kedua Robby di blognya.  Tulisan ini berjudul ; Intro

Hai, nama gw Robby Haryanto biasa dipanggil robby. Gw sekarang sekolah di SMA yg lumayan jadi favorit di daerah Tegal Alur, Cengkareng dan sekitarnya. Gw anak baru di blog, gw sekarang udah ngerti (dikit) tentang blog.Hmmm.. Apalagi yaaa... yaudahlah segitu aja, gw lagi nyolong koneksi internet punya tetangga nih :D
Tunggu karya2 gw selanjutnya



WELL, SEKARANG KARMA MENIMPA ROBBY. 


DIA JATUH MISKIN HUAAHAHAHAAA


Lagian, maen warnet ampe sebulan. Saking ga punya duit untuk ke warnet, Robby terpaksa harus nyolong wifi tetangga sebelah. Kasian amat idup lu cuy.



Betewe, kapan-kapan boleh dong ya gue main ke rumah lu, ehe ehee

Betewe lagi nih ya, password wifi tetangga sebelah apaan yak?



3. DARMA KUSUMAH

Seorang blogger yang suka ilang timbul kayak temen pas ditagih utang ini, sekarang lagi melanjutkan studynya di Turki. Doakan dia bisa menyampaikan amanah gue ya untuk titip salam buat Elif.
Darma yang sudah berumur 38 ini berencana untuk menikah di akhir bulan ini. 

Alhamdulillah, personil WIRDY ada yang nikah juga. Dan Icha, sebagai penulis buku yang bermanfaat bagi banyak orang itu bersedia untuk mengendorse sebuah bukunya kepada Darma.
Sungguh, Icha berbaik hati sekali. Icha seorang wanita idaman para pria. Wow.

Oke, kita langsung menuju ke tulisan pertama Darma di blognya. Tulisan ini berjudul; Alon-alon, Waton, Kelakon. 

Saat gue nanya  arti judulnya, dia sendiri gatau itu judul artinya apa. Katanya biar keren aja. Biar keliatan cinta Indonesia dengan menggunakan bahasa daerah Indonesia. Darma pencitraan. Hih!

Hallo kawula muda... apa kabarnya nih...? udah lama gw tidak update postingan di blog terkece gw ini. Kali ini gw mau mencoba berbagi kisah atau cerita atau curhat atau apapun itu


Kesan pertama setelah membaca kalimat pembukaan yang berupa sapaan itu, rasanya gue pengen tereak, 

SOK KENAL, SOK AKRAB LU!

Pake ngaku-ngaku blognya blog terkece lagi. Paan. Masak di blognya ada foto segede gaban lagi ngangkang gitu. Pede banget lagi. Padahal itu foto pas jaman dia masih muda. Kira-kira baru lulus SMP mau masuk SMK gitu.
Udah lama banget kan gaes. Iya, dia memang suka pencitraan.

Setelah melupakan pembukaan tulisan yang sok akrab itu, gue melanjutkan membaca tulisan Darma.

Hmm... lalu hal apa sih yang dilakukan mawar, sehigga gw mendapatkan pelajaran dari prestasi mewarnainya sodara gw.


Sehigga <== di sini, Darma sedang menerapkan taktik  pura-pura  typo.

Apa tujuannya? Yak, tujuannya untuk menarik perhatian para cewe-cewe cantik agar segera komen, ‘’ Bang Darma, itu sehigga typo. Harusnya kan sehingga. Hehee. ‘’

Kalo kalian ga percaya, cek aja tulisan itu di sini. Beneran ada cewe cantik yang komen seperti itu.


…. namun kata guru kelasnya “Yah benilah bu anak-anak kalau sudah fokus dalam kegiatan mewarnai,….

Benilah <==  lagi dan lagi DARMA MENERAPKAN TAKTIK PURA-PURA TYPO. DAN DIA SENGAJA MELAKUKAN HAL ITU.

Sebenernya Darma mau nulis kata ‘benih’.

Dasar lelaki penebar benih! 


LELAKI MESUM!

Kurang puas, gue mencoba mencari postingan; Introduction milik Darma.


Sebuah blog yang bertujuan untuk nemenin gw yang sendirian. Dan hal tak guna lainnya di dalamnnya. So.... Selamat Datang tuan-tuan dan nona-nona.

Melalui tulisan ini, gue bisa menangkap bahwa ketika blog ini dibuat, Darma adalah seorang jomblo. Hal itu dapat diperjelas dengan kalimat, ‘nemenin gw yang sendirian.’
Sudah jelas sekali itu semua. Darma yang lagi sendirian alias seorang jomblo sedang berusaha untuk mendapatkan hati cewe-cewe dengan menerapkan taktik pura-pura typo.

Dia kira cewe bakalan gampang jatuh ke pelukannya dengan cara itu?


YA ENGGAK LAYAW



4. YOGA AKBAR SHOLIHIN

Blogger terbangsat yang pernah ada di muka bumi. Tapi jangan salah gaes, di tulisan pertamanya yang berjudul; Kamu Satu, Yoga terlihat menulis postingannya dengan hati yang paling dalam.

Judul tulisan ini bakan gue namain ‘Kamu Satu’, itu karena kata kamu ditujukan hanya untuk seseorang. Sama seperti hati gue, cukup untuk seseorang.


Kesan pertama gue setelah membaca bagian ini, SUMPAH JIJI BANGET NAJIS.

Ternyata Yoga punya sisi melankolis juga. Mending keliatan sweet, romantis, lah ini malah keliatan najis.

Baiklah para netizen yang ada di rumah maupun di studio, setelah membaca tulisan pertama Yoga sampai selesai, yang panjangnya nau’ujubillah, gue bisa mengambil kesimpulan akan suatu hal.

Jadi, Yoga ini adalah seorang cowo pemberi harapan kepada banyak cewe. Kalo Darma penebar benih, maka Yoga adalah penebar harapan palsu. Ketika ia menulis tulisan itu, dia sedang pedekate dengan seorang cewe. Namanya, Kamu.

Cinta itu datang karena terbiasa.
………… Tapi karena terbiasa ngobrol bareng, smsan bareng, pergi bareng atau lainnya. Dan kalo hati cocok akan terasa nyaman.


Yoga dan si Kamu sering melakukan segala hal bersama-sama. Mulai dari ngobrol bareng, smsan bareng, pergi bareng dan mandi bareng. Karena hal itu, timbulah benih-benih cinta  di antara mereka berdua.

Namun, lambat laun si Kamu menyadari bahwa Yoga tidak hanya member harapan kepadanya. Si Kamu tau bahwa Yoga juga sedang dekat dengan empatbelasributujuhratusenampuluhdua cewe lainnya.


WOW. ANGKA YANG SANGAT FANTASTIS PEMIRSA. 


YOGA EMANG BANGSAT!


Kayak aku aja, aku sudah memberi kepastian, bahwa aku cinta kamu.  


Setelah delapan tahun mereka pedekatee, akhirnya si Kamu mengajak Yoga untuk bertatap wajah. Ia ingin mengobrol serius. Si Kamu meminta Yoga untuk memberinya kepastian. Tapi Yoga yang ga bisa memberikan kepastian akhirnya hanya bisa mengandalkan kalimat, AKU CINTA KAMU kepada si Kamu.

Si Kamu tetep ga terima. Ia ingin kejelasan yang pasti. Ia butuh kepastian. Akhirnya kamu meninggalkan Yoga. 

 Tapi kamu kadang suka ragu. Sedih, :(

Sementara di lain sisi, ada seorang cowo yang menyukai si Kamu. Namanya Ragu. Cowo tersebut bahkan langsung yakin untuk memberikan sebuah kepastian kepada si Kamu. Tentu saja dengan hal itu si Kamu bisa cepat melupakan seorang Yoga yang playboy.
Si Kamu sangat menyukai si Ragu.

Karena itu, di tulisan pertamanya Yoga, ia menuliskan bahwa pada akhirnya si Kamu suka Ragu.

Hingga di akhir tulisannya, Yoga menuliskan tulisan,


…. gapapa trus berusaha aja




Maka dari itu, teruntuk para perempuan yang sedang dideketin Yoga, berhati-hatilah.



Berikut bukti-bukti chat bahwa Yoga yang berzodiak gemini itu memang bangsat.






Di bawah ini alasan kenapa Yoga gapernah apdet tulisan tentang cewe. Yaiyalah wong cewenya ada  empatbelasributujuhratusenampuluhdua orang. Ya bijimana mau ngapdet semuanya.




5. RAHAYU WULANDARAISA

Blogger terkiyut sepanjang masa ini ternyata menjadikan tulisan galau hina nan menjijikan itu sebagai tulisan pertamanya di blog.

Iya itu gue. Ehe ehee

Tulisan yang berjudul; 161 Days ini cukup membuat gue ngerasa kayak Awkarin.
Iya, gue baru pacaran 5 bulan lebih udah galau sealay itu. Ya maklum, namanya anak puber. Penuh drama.

Kalo Awkarin pacaran 5 bulan trus putus langsung bukin video nangis-nangis di yutup, sedangkan gue pacaran 5 bulan trus putus langsung bikin blog. Keren ga sih gue?


SEHARUSNYA GUE YANG JADI PANUTAN NAQ REMAJA MASA KINI. BUKAN AWKARIN!

Tapi, pas pacar gue habede, gue ga pernah ngasi drone ke dia sih. Ya abis mahal banget anjir.
Ga kayak Awkarin yang ngasi pacarnya drone trus dipake buat bikin video trus diaplot ke instagram. Sampe ada cewe cantik yang komen, 




Mau tau tulisan pertama gue?

Yaqin?

Awas meninggal di tempat ya.

Aku merasa telah kehilangan dia. iya, dia yang dulu pernah hadir dikehidupan aku dalam waktu 161 hari (5 bulan lebih)

Dia
Dia lelaki yang lucu yang pernah ku kenal
Dia yang selalu mengajakku berangkat sekolah bersama
Dia yang menjadi orang kepercayaan kedua orangtuaku



HAHAHAHAHAAAHAAA GUE GELI BANGET ANJIR. JADI KAYAK LIRIK LAGU FAK



Dia yang selalu memberikanku lolipop saat jam istirahat
Dia yang slalu ada disaat aku butuh
Dia yang rela datang malam-malam kerumah ku hanya untuk menemaniku makan malam
Dia yang selalu bertingkah konyol


Iya, dia rajin banget ngasi gue lollipop setiap istirahat. Karena emang gue anaknya murahan, dikasih lollipop gue udah bahagia luar biasa banget. Apalagi dikasih aipon.

Jadi gini, setiap kali istirahat gue ngomong,

‘’ Aku mau nasi uduk di kantin dong,.‘’
Dia langsung bilang, ‘’ Gausah ya. Aku kasih lollipop aja ya. Nih.. ‘’

‘’ Aku mau gorengan di kantin dong.’’
‘’ Gausah ya. Aku kasih lollipop aja ya. Nih.. ‘’

‘’ Aku mau mie goreng di kantin dong. ‘’
‘’ Gausah ya. Aku kasih lollipop aja ya. Nih.. ‘’

Gaes, cowo mana yang tiap hari ngasi lollipop ke pacarnya?

EEET TAPI INI LOLIPOPNYA BEDA.


GA

.

.

GA GITU


GAES, MAU KEMANA GAES??

.

.


TUNG-TUNGGU


Maksud gue, saudara dia seorang pengusaha yang memproduksi lollipop. Jadi lolipopnya beda. Gitu.


Mau lebih jiji sampe meninggal lagi?
Nih gue kasih tulisan pertama gue di blog bagian akhir.


Dia lah orang yang kini telah jauh dari hidupku
Dia yang masih ku sayangi sampai kapanpun
Dia orang yang berjanji akan melamarku 6 tahun lagi
Ya Allah, aku kangen diaa :'(  :*
<3 H.Z
H.Z itu kepanjangan dari Haji Zainuddin. Jadi gue waktu itu pacaran sama engkong-engkong ya kayak sugar daddy gitu.
Gapapa. Yang penting banyak duit. 

Astagfirulloh matre!


EH NAJIS UDAH YA. GUE NGE-COPY TULISANNYA KE SINI JADI PENGEN MUNTAH DI KAHYANGAN.

YA MAKLUM, GUE KAN BIDADARI.



Learn more »

Awal Oktober yang Menyenangkan


Yo wassap mamen!

Gils banget euy. Udah 3 bulan lebih gue nggak nulis di blog tercinta. Huhuuuu
Bukan lagi writing block kok. Beneran. Sebenernya gue rajin nulis di salah satu akun tumblr milik gue. Kecanduan nulis di sana sampe lupa apdet blog. Ehe ehee

Btw kabar kalian gimana gaes? sehat?
Alhamdulillah gue sehat dan masih cantik.

.

.

Oke gausah ada yg protes.



Lanjut.


Tiga bulan meninggalkan dunia blog cukup membuat gue merasa sedih. Gatau sedih kenapa. Tapi sebisa mungkin, gue selalu membaca tulisan-tulisan yang mampir di dasbor. Walaupun gue gapernah meninggalkan komen usai membaca.
Cukup banyak momen-momen yang gue lewati begitu saja tanpa gue tulis di sini. Dari suasana lebaran kemarin, hari bertambah usianya gue, dan kali ini, gue bakalan nyoba nulis momen di mana gue bisa bertemu dengan sahabat-sahabat baik gue. :)

***

Akhir September kemarin gue akhirnya bisa menginjakkan kaki di Jakarta. Yawla akhirnya bisa jalan-jalan ke luar pulau selain pulau Sumatera. Tapi ini bukanlah jalan-jalan yang seperti jalan-jalan yang kita bayangkan. Engg maksudnya gini, tujuan gue dan keluarga ke Jakarta bukan buat jalan-jalan, melainkan untuk hadir di acara pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2016. Kebetulan kakak gue menjadi salah satu finalis utusan dari provinsi Riau.

Kesan pertama gue setelah mendarat di Jakarta adalah, WOW.

Wow macetnya parah banget anjir. Mau nangis. Asli dah.





Fyi aja nih ya, rute perjalanan gue cuma:

Bandara-hotel-studio RTV-hotel-bandara

Asli kagak kemana-mana. Perjalanan paling jauh menurut gue sendiri dari 3 tempat itu cuma ke alfamart samping hotel.

Ehe.

Acara pemilihan PPI 2016 pun dimulai. Sebagai adik yang baik dan diiming-imingi imbalan jika kakak gue menang, gue mengerakan seluruh tenaga sorak yang gue miliki. Gue teriak sekenceng mungkin ditambah suara tepukan tangan gue yang nggak kalah meriah. Dan moment yang bikin malu itu, when yu masih sorak sorak tapi suporter lain udah tenang diem anteng.
Otomatis seluruh mata ngeliat ke gue yang lebih mirip kayak orang kesurupan tereak tereak.

Gpp.



Dan alhamdulillah kakak gue masuk 10 besar dan mendapat nominasi Putri Ekonomi Kreatif Indonesia 2016. Syukurlah. Tenaga dan suara gue terbayar dengan prestasi itu.





Penyerahan nominasi Putri Ekonomi Kreatif 2016





Berhubung dua orang personil WIDY ketika itu berkediaman di Jakarta, otomatis gue langsung mengabari mereka untuk mitap-mitap lucuk. Hal ini sebenernya udah dari jauh hari kami rencanakan. Akrhinya Yoga dan Darma bersedia menyempatkan diri untuk bertemu gue yang hina ini.

Yoga juga sempat bertanya di grup wasap, '' Wulan mau stay di sana aja? Apa mau diajak keliling Jakarta? ''

Aduh, Akang Yoga baik pisan.
Sebenernya mau minta diajak keliling dunia tapi takut ntar gue di kick dari grup. Akhirnya gue memilih untuk stay di hotel aja.


Dari lubuk hati yang terdalam, sebenernya pengen sekalian ketemu sama Icha juga. Tapi apa daya, Icha berada di Kalimantan. Beda pulau. Eits walaupun beda pulau, tapi hati kita tetep satu kok. Ehee.

Pagi di hari Sabtu, setelah sarapan gue cuma goleran di kamar sambil nonton spongebob. Selera film gue memang anak-anak banget. Tapi walaupun gitu, gue udah bisa beranak loh. Yawlaa kayak kucing aja beranak-beranak :(
Karena terlalu gabut, gue mengajak Nova, adik gue untuk menjadi tukang foto saat itu. Berhubung suasana hotel ketika itu sepi kayak dompet tanggal tua, gue semakin leluasa untuk berfoto dengan anggun.








Lagi enak foto-foto, gue mendapat chat dari Darma. Ternyata ia sudah lebih dulu datang ke hotel daripada Yoga. Gue sempat bingung mau ngajakin duduk di mana. Kalo diajak ke kamar, ntar gue di-threesome-in sama mereka. Gue akhirnya mengajak Darma untuk duduk di area belakang hotel. Di sana telah tersedia beberapa kursi beserta meja.  Setelah beberapa menit gue dan Darma rumpi-rumpi lucuk,selfie juga vc sama Icha, Yoga pun datang masuk ke dalam hotel.


Kesan pertama gue saat bertemu Yoga adalah,

Anjir, ini anak suaranya kalem amat fak. Karena kebanyakan baca tulisan Yoga di blog ditambah denger suara Yoga dari telfon, gue mengira suara Yoga berat, kayak om-om dewasa gitu. Gataunya kalem. Penilaianku selama ini salah.

Kami mulai bercerita ini itu. Tentang tawaran kerja Yoga, kisah cinta masa lalu Yoga, Yoga putus sama cewe, pokoknya segala tentang Yoga.



LAH INI NGAPA JADI KAYAK MIT EN GRIT YOGA SIKKK.


Pokoknya di sana kami bertiga saling berbagi cerita.
Oh ya, kami juga sempat videocall lagi dengan Icha. Kali ini barengan sama Yoga. Gatau kenapa, saat itu gue pengen nangis. Ga nyangka aja kalo gue bisa ketemu mereka di sini. Bisa bertatap muka bersama. Dalam hati gue juga terbesit, kapan lagi ya gue bisa ketemu mereka? :')
Gue sebaper itu memang. Wkwkwk


Semoga one day kita bisa mitap bersama ya :')


Pengibar bendera


Pas nunggu Yoga dandan. Lama banget anjir


Jam 12, gue harus check out meninggalkan hotel. Sementara pesawat gue akan terbang jam 5. Itu artinya kami harus menyudahi videocall dan gue sendiri, harus berbenah serta mengemasi barang-barang di kamar. Sebelumnya gue juga mengajak Yoga dan Darma naik untuk gue kenalkan ke orangtua gue. Kalo Darma mah memang udah kenal sih. Wkwkw
Sampai akhirnya kami semua beserta kakak gue plus koper milik dia yang segede gaban pergi meninggalkan hotel, Darma dan Yoga masih berdiri melepaskan kepergian kami. Ada perasaan sedih dalam hati. Kenapa waktu yang gue habiskan bersama mereka terasa sebentar banget. :(


Sesampainya di bandara, gue tidur pules.
Yawlaaa antara sadar dan nggak sadar, gue kenapa bisa seenak jidat gitu tidur di bangku ruang tunggu. Mana gue kalo tidur suka mangap lagi. Aku khilaf.






***


Bagi gue, itu adalah awal Oktober yang menyenangkan :))
Bisa bertemu dengan sahabat WIRDY yang selama ini hanya gue kenal lewat dunia maya. Iya WIRDY. Gue ga typo kok.
Btw, kita punya sahabat baru di grup WIRDY.



Hayoo tebak siapa?


Raisa?
Oh bukan. Itu adalah saya sendiri.



Ralline Syah
Bukan.



Reza Arap Oktovian?
Gamers ganteng idaman, fak pencitraan, nakal tapi tampan~

Ehh si kambing malah nyanyi. 


Hmm pokoknya sahabat baru di WIRDY itu seorang laki-laki yang kalo pipis berdiri.

InsyaAllah WIRDY bakalan aktif kembali mengacak-acak pikiran kalian dengan postingan hina dan tak berguna ya. Postingan gue doang sih. Eheee ehe.



Udah ya, udah sore. Mau bangunin polisi tidur dulu. Bye.








Pacaran dulu ah~





Learn more »

85 Jam di Pekanbaru (Game dan CFD)



Hai hooo

Buat yang komen di postingan kemarin dan nanya ‘udah jadian apa belum’, percaya deh gaes. Gue dan Darma nggak pacaran. Hehehee
Kita pure temen deket. Deket bangetlah pokoknya. Darma anaknya nyambung diajak ngobrol. Apalagi kalo ngobrolin dada dan paha. Nyambung banget.
Buat yang doain langgeng, gue cukup mengamininya. Langgeng pertemanannya. Hehheeew

Untuk kedepannya, jodoh siapa yang tau :))

Next kelanjutan cerita 85 jam di Pekanbaru.


                                             

 Sabtu, 26 Maret 2016

Di pagi hari ini, gue sarapan nggak sendiri. Gue sarapan ditemani oleh  Darma. Yaa meskipun Darma sesekali bilang, ‘’ Nasi gorengnya asin. ‘’
Padahal yang bikin nasgornya Ibu. Ini maksudnya Ibu gue pengen kawin lagi gitu? Yawlaaa
Menurut gue, sebenernya nggak terlalu asin sih. Mungkin lidah Darma belum terbiasa aja dengan masakan Ibu yang orang Padang atau masakan khas Melayu di sini.
Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul setengah delapan. Gue pamit berangkat kerja dan Darma melepas gue berangkat kerja dengan berdiri di depan pintu.

INI NGAPA KEBALIK.
KOK LAKI-LAKI YANG NGELEPAS PEREMPUAN PERGI KERJA.


Seperti biasa, di hari Sabtu, jam kerja gue hanya setengah hari. Setelah sampai rumah, gue langsung mandi, zuhuran dan makan. Baru saja gue menyudahi makan siang, tiba-tiba Darma mengirim sms ke gue.

  ‘’ Gue ke rumah ya. ‘’

Tidak sampai lima menit, Darma sudah hadir di depan pintu rumah gue.

Siang itu, gue dan Darma saling bertukar cerita. Aneh rasanya. Yang biasanya handphone gue bising, super rame, kali itu mendadak hening. Siang itu benda kecil yang biasanya gue genggam selalu, tergeletak begitu saja di atas meja dan sama sekali tak mengeluarkan suara notif apapun.

Hari itu, pegel di jari gue akibat keseringan chat, kini berpindah ke mulut.
Terlalu banyak cerita yang ingin kita utarakan. Terlalu banyak gelak tawa yang keluar dari masing-masing mulut kita.

Sampai pada akhirnya, Darma mengusulkan sebuah game. Menulis satu kata dengan jari di punggung. Punggung siapa? Punggung pak lurah.
Dengan peraturan, kalo yang kalah harus dicemongin dengan bedak.
Sebelumnya gue takut kalo itu hanya modus Darma untuk menjepret tali beha gue.
Ditambah lagi, permainannya dimulai dari gue. Tuhkan, kenapa harus dari gue coba. Keliatan banget kan modusnya Darma.
Sampai akhirnya Darma berkata, ‘’ Gue nulis hurufnya di sini aja deh. Ntar kena beha lu. ‘’

Alhamdulillah.  #DarmaNaqBaik
Darma memilih untuk menulis kata dengan jarinya di bagian punggung bawah gue.

Sampai skors  akhir menunjukkan angka 3-5.
Dan itu terlihat dari tiga cemong bedak di muka gue, dan banyak cemong bedak di muka Darma. Hohohhoo


Kamera gue butek. :( maapkeun
                                    


Darma keliatan kayak anak-anak balita yang habis mandi sore-sore, trus mukanya dicemongin bedak sama emaknya. Tinggal disuapin nasi pake telor dadar aja nih. Udah. Percis.


Dari permainan itu, gue bisa mengambil kesimpulan bahwa,
 ‘’ Punggung gue ternyata lebih peka daripada punggung Darma. ‘’

Okesip.

Malam harinya, Darma datang lagi ke rumah gue. Ini kalo Jakarta bisa pindah ke belakang rumah gue. Darma bisa tiap jam datang ke rumah. Ehhehew.
Malam itu kita kembali saling bercerita. Mengobrol banyak tentang apa saja.
Sampai akhirnya Darma berkata, ‘’ Ini kalo jam segini, biasanya kita telfonan yak. ‘’

Gue diem.

Terharu.

Iya, biasanya setiap malam minggu, Darma menelfon gue.
Kasihan aja lihat jomblo kayak Darma kesepian di malam minggu. Mau nggak mau, gue ngangkat telfonnya. Itung-itung sekalian ngilangin kesepian gue sebagai jomblo.


Malam itu, kita bercerita banyak hingga jam menunjukkan pukul sepuluh malam.



Minggu, 27 Maret 2016


Di Minggu pagi ini, Ayah Darma berpamitan untuk balik ke Jakarta. Dikarenakan besok Senin, Ayah Darma harus kembali bekerja. Setelah selesai bersalaman, Om gue mengantar Ayah Darma untuk menunggu mobil umum yang akan membawanya menuju bandara.Dan di hari ini pula, kakak gue mengajak gue untuk ikut CFD bareng. Gue, Darma dan Nova, adik gue. Kita berempat berangkat dengan dua motor.Jujur, gue nggak pernah ikut CFD. Gue juga nggak tau apa itu CFD. Yang gue tau hanya CFC. Enak. Bikin perut kenyang.Selesai sarapan, kita berempat langsung cus menuju lokasi.

Berhubung Darma baru bisa naik motor, jadi gue dan Ibu masih agak ragu untuk membiarkannya membonceng gue di jalan raya. Alhasil, hari itu gue yang membonceng Darma.
Kang ojek banget gue ya.
Ini kalo ada FTVnya, pasti bakal dikasih judul, ‘Cantik cantik kok ngojek?’

Pagi itu jalanan masih sepi. Cuaca yang mendung menahan agar cahaya matahari pagi itu tidak terlihat.

  ‘’ Jangan kencang dong bawa motornya, ‘’ protes sebuah sahutan suara dari belakang yang membuat gue reflek menurunkan kecepatan motor.

  ‘’ Kenapa? ‘’

  ‘’ Dingin tau. ‘’


Yawlaaa gue mau nangis.

  '' Dingin ya? '' tanya gue.

  '' Iya. ''

  '' LEMAH LU. '' 

Selama di perjalanan, gue bolak-balik memperbaiki posisi baju belakang dan jilbab gue yang terbang-terbang akibat hembusan angin pagi.

  ‘’ Lu kenapa? ‘’ tanya Darma sok perhatian.

  ‘’ Ini baju gue kebuka mulu. ‘’

Entah habis dapat hidayah apa, Darma langsung memperbaiki baju dan memegangi ujung baju gue agar tidak terbuka lagi kena angin.

Leh uga modus Darma.


***


Sesampainya di lokasi CFD, Darma tiba-tiba membuka suara dengan, ‘’ Ini toiletnya di mana ya? ‘’


LAH DIKATA INI MALL ADA TOILET SEGALA.

Untungnya, di dekat lokasi CFD, ada taman kota yang baru dibangun. Dan gue baru ingat kalo di taman itu ada toilet umum. Gue dan Nova akhirnya mengantarkan Darma ke toilet umum.
Beberapa menit setelah Darma menuntaskan tugas sucinya, gue langsung menyuruh Nova untuk memotret foto kami berdua.

Iya. Memang itu tujuan gue membawa Nova. Jadi kang foto.
Gue kakak yang cerdas. 


                                              


Sekali-sekali foto bareng kang foto.



Beberapa menit setelah itu, senam sudah akan dimulai. Gue dan Darma langsung buru-buru mengambil barisan di paling belakang. Sementara Nova? Nova hanya duduk manis sambil mengotak-atik handphone gue.

Di sela-sela gerakan senam yang dipimpin oleh dua orang perempuan instruktur senam, terjadi sebuah obrolan. 

Darma   : Itu kira-kira instruktur senamnya pake beha nggak ya?
Gue       : Hmm kayaknya pake deh


OBROLAN MACAM APA INI!


Seperti anak alay pada umumnya, di sela-sela gerakan senam, Darma mengeluarkan handphonenya dan CEKREK. 


                                          


Muka songong kami yang seolah berkata kami-anak-sehat-loh-rajin-olahraga tersimpan di handphone Darma.
Padahal mah sehat paan. Ini gue baru pertama kali ikut CFD.

Selesai CFD, Gue, Nova dan Darma memutuskan untuk membeli minum. Saat di perjalanan hendak membeli minum, sayup-sayup gue mendengar suara Darma, ‘’ Behanya cantik. ‘’

Ini Darma minta diseret ke bandara dan dipulangkan ke Jakarta banget. Bikin gue kaget aja.

Gue langsung refleks melihat bahu gue. Iya. Ainouw. Jilbab gue terangkat kena angin. Tali beha pink gue terpampang penuh pesona. Gue langsung buru-buru menutupnya dengan memperbaiki posisi jilbab gue.

Setelah selesai membeli minum, gue mengajak Darma untuk duduk-duduk lucu di hutan kota. Darma yang duduk, gue yang lucu.
Di sana, gue menantang Darma untuk lomba jalan cepat dengan melepas sepatu di atas batu-batu koral yang ditancep di jalan setapak. Kayal batu koral yang untuk refleksi gitu. Apa ya namanya. Pokoknya itu deh.
Baru jalan dua langkah, gue langsung merasa sakit. Sementara Darma anteng-anteng aja jalan di depan gue.
Ternyata saat melangkah di batu koral, gue nggak sengaja lihat mantan jalan sama gebetan barunya. Duh sakit.

Enggak deng.

Tapi beneran deh, jalan di jalan setapak yang penuh dengan batu koral itu susah. Nggak kebayang ntar kalo jalan di jembatan shiratal mustaqim. Allahuakbar!

Akhirnya tantangan gue diterima oleh Darma.
Lagi dan lagi, Nova dengan sangat amat baik menjalankan tugasnya. Nova merekam kegiatan absurd gue dan Darma.
Pokoknya di tantangan itu, DARMA CURANG!
Dia ngambil jalur jalan gue. Curang. Minta dirajam banget.


Ini kalo gue mau bikin Paguyuban Merajam Darma, kira-kira ada yang mau ikut nggak ya?


Pokoknya siapa yang ikut = 1 foto ka'bah dengan tulisan '' like yang mau bawa orangtuanya ke sini. Amin ''



(Next)
Learn more »

85 Jam di Pekanbaru (Selamat Datang)




Di pertengahan bulan Agustus tahun lalu, gue berkenalan dengan seorang lelaki melalu dunia maya. Lelaki itu seorang blogger. Hmm mungkin diantara teman-teman sudah ada yang tau dengan lelaki tersebut. Ia juga sempat meramaikan kotak komentar di blog ini dengan berbalas komentar yang super aneh. Yang anehnya gue dengan senang hati membalas komentar anehnya. Berarti gue yang lebih aneh. Okesip.

Chat yang awalnya hanya bermula di hangout gmail perlahan beralih pada chat line.
Gue mulai mengenal siapa dia dan bagaimana kesehariannya. Tak jarang di setiap harinya kami selalu berbagi cerita yang kami alami masing-masing. Cerita apapun itu. Mulai dari cerita ngeselin, cerita bahagia, cerita random, cerita kebegoan masing-masing, cerita nggak penting, cerita nggak penting yang sebenernya nggak penting untuk diceritain, cerita nggak penting dan nggak ada faedahnya sama sekali dan berbagai cerita absurd lainnya.

Semenjak kenal dengan lelaki itu, gue perlahan mulai membuka diri. 

Jujur, gue seorang introvert. Meskipun di dalam lingkup keluarga sendiri. Gue nggak bakal membuka mulut dan cerita apapun tanpa ada yang bertanya. Gue nggak bakal berani membuka sebuah obrolan tanpa ada yang mendahului. Gue nggak bisa mengangkat topik pembicaraan untuk dijadikan bahan obrolan. Gue nggak bisa.
Apapun yang gue alami, gue selalu memendam itu sendirian. Gue nggak berani bercerita ke Ayah Ibu di rumah. Baik itu hal yang menyenangkan maupun tidak.

Karena itu, gue lebih memilih untuk menulis apa yang gue rasakan, unek-unek amarah  pada sebuah binder cokelat milik gue.

Gue nggak pernah punya teman cerita.
Maksudnya, gue nggak pernah punya teman yang bisa menerima segala cerita gue dengan respon yang menurut gue nyaman.

Dan dengan lelaki itu, gue mulai menyibakkan diri dari sosok Wulan yang introvert. Gue dengan mudahnya bercerita apapun dengan lelaki itu. Ada perasaan lega setiap kali gue selesai bercerita dan mendapatkan respon darinya. Lega kayak habis boker di jamban.

Itu artinya dia jamban. Eh enggak gitu.

Tapi memang iya sih. Jamban.


Gue nggak pernah menemukan teman ngobrol yang bisa senyaman ini. Apakah ini yang dinamakan teman-ngobrol-nyaman-zone?
HALAH.


Dengan beberapa lelaki yang pernah hadir mengisi hati gue sebelum pada akhirnya mereka tidak hanya mengisi tetapi juga menyakiti. Tsadeeesst.
Gue nggak pernah bisa seterbuka itu dengan para mantan gue yang pernah khilaf jadi pacar gue ketika itu. Hanya sebatas, kamu pacar aku dan aku pacar kamu. Hanya itu. Gue nggak pernah bercerita banyak tentang keseharian gue dengan mereka.
Iya. Gue seaneh itu.

Lelaki itu tidak hanya membuat gue menjadi orang yang terbuka, ia juga bisa membuat gue ngakak bodoh nggak jelas di tengah malam. Cekikikan sendiri dengan mata yang menatap layar handphone. Senyam-senyum sendiri sambil bergumul di dalam selimut.

Lelaki itu juga membuat gue yang ketika itu sempat kelabakan dengan jadwal ujian semester dan jadwal kerja yang melelahkan, menjadi kembali semangat. Ia selalu mengingatkan gue untuk membawa modul ataupun catatan kuliah untuk dibaca-baca di jam istirahat kantor. Tidak hanya itu, ia juga mengajak gue untuk menyelesaikan kisi-kisi soal matematika ekonomi bersama. Dan kemudian ia mengirim foto cara dan hasil penyelesaian soal tersebut. Gue juga mengirim hasil penyelesaian untuk menyocokkan jawaban.

Kalau nggak salah, di bulan November tahun lalu ia sempat bercanda akan rencananya untuk datang ke rumah gue. Ke Pekanbaru. Riau. Di pulau Sumatera.
Mengingat gue dan dia berada di pulau yang berbeda, gue hanya memberi respon biasa dengan ucapannya yang menurut gue itu adalah sebuah candaan.

Tepat di tanggal 24 Februari, menjelang siang hari. Ia mengirimkan foto bukti pembayaran atas pembelian tiket ke gue.

Asli.

Gue.

Terharu.


Gue nangis di ruangan kantor.
Gue nggak tau harus bagaimana mengungkapkan kebahagian yang gue rasakan ketika itu.
Intinya. Gue terharu atas sebuah keputusan penuh perjuangan yang telah ia ambil.



                              



Jumat, 25 Maret 2016

Hari ini hari libur. Hari yang selalu gue nantikan kehadirannya. Jarang-jarang bisa dapet libur gini. Hari ini, lelaki yang pernah gue ceritakan di sini akan tiba dan mendarat di bandara SSK II. Sebelumnya gue sudah mengatakan kalo gue nggak bisa menjemputnya di bandara.

Darma akan datang ke Pekanbaru bersama dengan Ayahnya.

Mungkin bakal ada yang bertanya mengapa Darma datang bersama dengan Ayahnya. Melepas anak sendiri tanpa khawatir untuk pergi jauh sampai menyebrangi pulau itu menurut gue suatu tindakan yang bodoh.
Untungnya, Ayah Darma tidak melepas anaknya begitu saja.
Takut terjadi apa-apa.


Takut Darma diculik kali ya.
Padahal kagak bakalan ada yang mau nyulik dia. Hih.

Jam dua, pesawatnya akan berangkat. Begitu isi chatnya. Beberapa menit setelah itu, sebuah chat masuk kembali.

  ‘’ Pesawatnya delay. ‘’

Gue sempat ngerasa nggak enak. Kasihan harus nunggu lama di bandara.

Tidak ada yang bisa gue lakukan selain hanya goleran di ruang tamu dan di kamar. Berhubung hari itu hujan, gue yang sudah mulai ngantuk hampir saja ketiduran.
Jam mulai menunjukkan pukul setengah empat. Gue mengirim sms ke Darma. Pending.
Oke. Ini saatnya gue tidur.

Sambil berulangkali memejamkan mata dengan perasaan tak tenang karena sms gue masih pending, tepat di jam setengah lima, sebuah sms masuk.

  ‘’ Gue sudah naik taksi. ‘’

Okesip. Darma sudah landing.
Darma dan Ayahnya sudah sampai di bandara Pekanbaru dengan selamat. Syukurlah.

Ini pertama kalinya Darma menginjakkan kaki di pulau Sumatera. Di Pekanbaru. Karena itu, gue langsung saja mengiriminya pesannya.
  ‘’ Selamat datang di Pekanbaru. ‘’

  ‘’ Telat lu. Lebih dulu mbak pramugarinya yang ngucapin itu :p ‘’

Keyfain. Akurapopo.

Berhubung rumah gue di pelosok, dari Pekanbaru Darma dan Ayahnya harus naik mobil umum untuk sampai di Pangkalan Kerinci. Perjalanan yang membutuhkan waktu satu setengah jam paling lama.
Usai magrib, gue menerima sms kalau Darma dan Ayahnya sudah sampai di Pangkalan Kerinci.

  ‘’ Gue udah sampai. Lagi makan sate di deket toko obat Agi Farma. ‘’

Belum sempat gue membalas smsnya, Darma langsung menelfon gue.

  ‘’ Toko obat Agi Farma di mana? ‘’

INI KOK GUE BEGO YA.
MALAH NANYA BALIK KE DARMA.

Agar kebegoan gue tidak terlalu terlihat, gue bertanya kembali ke Darma.

  ‘’ Di seberangnya ada Vanhollano, bukan? ‘’

  ‘’ Hah? Apa? ‘’

  ‘’ Seberangnya. Ada Vanhollano? ‘’

  ‘’ Apa? ‘’

  ‘’ Di seberangnya. Seberang. ADA VANHOLLANO, BUKAN? ‘’

  ‘’ Vanhollano? ‘’

  ‘’ Iya. ‘’

  ‘’ Enggak ada. ‘’

Gue sempat panik. Keliatan begonya gue. Gue dari lahir udah di sini, tapi kenapa gue nggak tau kalau ada toko obat Agi Farma di tempat gue tinggal ini.
Lagi asyik mikir dan sempat ada niatan untuk mengelilingi semua toko obat di Pangkalan Kerinci, sebuah sms kembali masuk di hp gue.

  ‘’ Toko obat Anggi Farma. Hehehee tadi salah baca. ‘’

Gue ngangguk-ngangguk sambil tersenyum.

MAU AGI FARMA, MAU ANGGI FARMA, TETEP AE GUE NGGAK TAU TOKO OBAT ITU. AAAAAKKK


***


Singkat cerita, gue akhirnya menemukan Darma dan Ayahnya di samping abang-abang gerobak sate. Gue langsung mengajak Ayahnya untuk ke rumah.
Darma mah bodo amat. Hahahaaa

Enggak deng.
Gue juga mengajak Darma untuk ke rumah.

Sesampainya di rumah, Ibu langsung mengobrol banyak dengan Ayah Darma. Sedangkan Darma? Itu anak diem mulu. Bengong.
Sepertinya dia masih ngebayangin paha mulus dan body mba pramugari tadi di pesawat.

Sekitar pukul setengah sepuluh malam, gue dan Ibu langsung saja mengantarkan Darma dan Ayahnya ke rumah Om gue yang letaknya cukup dekat dengan rumah gue. Selama beberapa hari di Pangkalan Kerinci, Darma dan Ayahnya akan tidur di rumah Om gue.
Sesampainya di rumah Om, Darma langsung meletakkan tasnya yang berat-amat-gile. Nggak tau deh itu Darma bawa apaan di tasnya. Setelah beres-beres semuanya, gue dan Ibu pamit untuk balik ke rumah dan membiarkan mereka beristirahat malam itu.
Saat gue hendak memakai sandal, Darma menemui gue.

  '' Lu langsung cepet tidur ya. ''


LAH BARU NGOMONG INI ANAK.






 (Next)


Learn more »

Sepotong Hati di Segelas Milkshake Cokelat (Bagian Sembilan)




Bagi yang ingin membaca cerita bersambung ini dari awal silahkan lihat di halaman Proyek WIDY







Agus lupa bagaimana cara berdamai dengan kehilangan. Saat ini, ia memang sudah ikhlas dengan kepergian ayahnya. Bahkan sudah dari SMA. Tapi, kini ia mengalami rasa kehilangan yang baru. Kehilangan seseorang yang ia sayangi. Ini memang pertama kalinya Agus merasakan jatuh cinta. Rasanya pasti berbeda jika disamakan dengan kehilangan ayahnya beberapa tahun yang lalu.

Di saat keadaan semakin kelam, Agus kemudian teringat pesan almarhum ayahnya beberapa hari sebelum meninggal,

“Ketika Ayah udah nggak ada, kamu nggak boleh terpuruk lama-lama. Segeralah bangkit. Kamu itu anak cowok. Harus kuat. Jangan benci ibumu. Juga kakakmu. Apa yang ibumu bilang itu sebenarnya baik. Tapi cara penyampaiannya mungkin salah. Dia cuma ingin memotivasi kamu supaya berprestasi dan mandiri. Ayah yakin kamu bisa mandiri, tapi memang butuh proses. Cara belajar kamu berbeda dengan Januar. Kamu itu tidak bisa terburu-buru, sedangkan ibumu wataknya kurang sabaran. Kamu harus bisa maklumi itu, ya.
Kamu juga nggak perlu iri sama kecerdasan kakakmu. Setiap orang diciptakan Tuhan berbeda-beda. Kamu nggak perlu jadi seperti kakakmu untuk mendapatkan kasih sayang dari ibu atau orang lain. Karena kamu juga spesial, Nak. Jadilah dirimu sendiri.
Ayah sayang kamu, Gus.”


Air mata Agus pun mengalir semakin deras. Ia ingat sekali pesan itu lengkap dengan jenis suara Ayah yang terdengar parau dan melemah. Tapi, berkat pesan itulah ia sedikit-sedikit mulai belajar. Agus jadi lebih mandiri sejak kepergian ayahnya. Ia mulai tidak acuh ketika ibunya mulai memuji-muji Januar. Agus juga tidak perlu membuktikan apa-apa kepada ibunya. Ia cukup bersyukur menjadi dirinya sendiri, meskipun kenyataannya ia memang tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan sang kakak. Agus masih percaya dengan kata-kata ayahnya, menjadi diri sendiri itu menyenangkan. Dan di situlah letak keunikannya.

Lagi pula, Agus hanya sebulan memandangi Mei dari kejauhan. Baru bertemu dua kali, dan tentunya belum mengenal Mei lebih lama daripada Januar. Sedangkan Januar sudah hampir setahun memiliki hati Mei. Agus kalah terlampau jauh. 


***


Setelah tidur, semua ingatan menyedihkan itu mulai tertutup dan kembali tersimpan otomatis di memorinya. Agus bangun tidur dengan lebih fresh. Hati Agus juga sudah tak sesakit malam itu. Setelah melewati masa-masa sulit, ia tampaknya mulai belajar mengikhlaskan Mei untuk Januar.

Hari ini, perkuliahan sedang libur dan ia tidak ada kesibukan. Maka, siang itu, Agus berencana untuk pergi ke toko buku. Saat sedang bosan di rumah, di sanalah tempat yang membuatnya merasa tenang. Larut dalam imajinasi akan tokoh-tokoh yang disajikan oleh jajaran novel fiksi di rak buku yang sering ia sambangi.

Sesampainya di Gramedia, Agus langsung menuju ke arah rak favoritnya. Matanya yang cokelat itu membulat begitu melihat banyak novel yang dipajang di rak itu. Dadanya pun bergemuruh. Agus mengambil salah satu novel untuk dibaca. Ia mulai membaca halaman demi halaman sambil berjalan. Sampai akhirnya, ia tak sengaja menabrak seorang perempuan di dekatnya.
“Duh, maaf-maaf,” ucap Agus spontan.

“Gapapa, Mas,” jawab perempuan itu.

“Ng... Mei?” ucap Agus heran melihat penampilan perempuan yang mirip Mei. Perempuan ini memang benar-benar mirip. Dari mulai matanya, warna kulitnya, dan juga jenis kelaminnya (yaiyalah kampret). Hanya saja perempuan ini memiliki potongan rambut berbeda dan suara yang lebih lembut.

“Mas siapa?” tanya perempuan itu.

Padahal Agus serasa mimpi kalau dirinya dapat bertemu Mei di Gramedia. Namun, aneh sekali karena Mei kali ini sangat berbeda. Apalagi mendengar responsnya yang seperti itu. Apakah itu bukan Mei? Kalaupun bukan, apakah Mei punya kembaran? Apa mungkin di dunia ini ada seseorang yang benar-benar mirip dengan Mei?

“Gue Agus. Kita pernah ketemu di kafe deket kampus. Ngobrol banyak hal sambil nunggu macet waktu itu,” terang Agus.

“Hmm.... Kok saya nggak ingat apa-apa, ya?" jawab perempuan itu.

“Tapi kita, kan, sempet ketemu lagi waktu itu di....”Agus ingin mengingatkan perempuan ini tentang pertemuan selanjutnya saat makan malam bersama keluarganya. Namun, ia sendiri ingin sekali menghapus momen itu dari ingatannya. Agus kemudian termenung. Wajahnya mendadak murung.

"Di mana?" tanya perempuan itu.

“Lu bener bukan Mei? Lu mirip temen gue soalnya.”

“Bukan. Saya Septi, Mas.”

“Oh, maaf kalo gitu. Gue salah orang,” jawab Agus pasrah, kemudian ia berjalan menjauhi perempuan yang tidak mengenali dirinya ini. Mungkin ingatan tentang Mei di pikiran Agus masih benar-benar melekat. Sehingga saat ia melihat perempuan yang rada mirip, ia pun berpikir kalau perempuan itu adalah ’Mei’.


***


Agus sedang membaca novel yang baru saja ia beli siang tadi, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Agus mendapat sebuah notif di layar ponselnya. Sebuah permintaan pertemanan BBM dari seorang perempuan. Yang ternyata adalah Mei. Padahal Agus sudah mulai mencoba untuk mengikhlaskannya, tapi dia malah hadir kembali.

Ada perlu apaan dia invite gue, ya? Bukannya waktu itu dia nggak mau ngasih pinnya? Apa dia mulai kehilangan gue? Atau dia baru menyadari bahwa gue lebih ganteng daripada Januar?

Tanpa berpikir macam-macam dan untuk menghindari agar ia tidak terlalu kegeeran, Agus segera menerima permintaan pertemanan dari Mei. Setelah berteman di BBM, Agus ingin sekali mengontak Mei. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan rindunya. Paling tidak, ia mungkin bisa bertanya basa-basi “Kok tau pin gue? Ada apa, ya?”, namun, ia malah bimbang dengan keadaan ini.

'' BBM aja. ''
'' Jangan! ''
'' BBM. ''
'' Jangan! ''
'' BBM! ''



Suara-suara di dalam kepalanya mulai berdebat.

Oke, BBM aja deh.
Saat sudah mulai menggerakan jemarinya untuk mengetik sesuatu, tiba-tiba... INGET! DIA ITU PACAR KAKAK LU WOY! IKHLASIN. HARUS IKHLASIN. INGET PESAN AYAH.

Jemari Agus perlahan kaku danmenjauh dari layar ponsel. Ia kembali mengurungkan niatnya.

*tengtongteng*

Dan di saat kebimbangan Agus, tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi di HP-nya.

“Gus?” sebuah chat masuk dari...

Mei.
Ingin rasanya Agus bersorak girang. Bagaimana mungkin Mei mengirim chat untuknya?
Karena setahu Agus, bagi perempuan, mengontak laki-laki terlebih dahulu adalah ketidakmungkinan yang tak akan terjadi di dunia.
Seperti pada umumnya, biasanya kebanyakan perempuan gengsi untuk mengontak laki-laki terlebih dulu.

Dan betapa bahagianya ia saat mengetahui  Mei terlebih dahulu mengontaknya dengan mengirim sebuah chat bbm. Agus buru-buru melupakan ketidakmungkinan bodoh itu.

Senyuman terlukis di bibir Agus. Hidungnya kembang-kempis. Matanya berbinar-binar. Cukup lama Agus terdiam hening dengan menatap chat yang tertera di layar HP-nya. Seolah terhipnotis dengan chat barusan. Agus mulai menggerakkan jemarinya, menyusun kata-kata yang hendak ia layangkan kepada Mei sebagai chat balasan.

“Ya? What's up?”


Agus tau kalau Mei adalah penggila musik hip-hop. Ia berlagak seperti rapper dengan sok asyiknya, berharap Mei tertawa dan mengejeknya. Lalu, berharap kalau mereka bisa chatting tanpa ingat waktu.

“Cuma mau nanya, apa Januar sudah pulang kerja, Gus? Chat gue dari tadi sore belum di-read."



Bangkeh. 

Hal ini lebih mengejutkan dari seorang perempuan yang tidak gengsi mengontak duluan. Ya, mengontak hanya karena ada maunya.

Learn more »