Jauh di Mata, Dekat di WIRDY

Happy Annive WIRDY!

YEAAAYY


                                        

Ga terasa bgt sumpah. Perasaan baru kemarin Yoga tiba-tiba masukin anu masukin gue ke dalam sebuah grup di Line. Gue kaget. Terlebih ketika dalam grup tersebut ada Icha dan Darma. 
Para blogger terkece. Dan kenapa gue ada di dalam grup ini yawlaaa??


Gue udah membayangkan jika grup ini nantinya akan membahas hal-hal serius. Seperti dunia blog, trafik blog, seputar SEO, EYD atau segala hal yang berhubungan dengan dunia blog. Dan ternyata dugaan gue salah.


Grup itu lebih membahas hal-hal yang mesum.


Hmm menarique

Sejujurnya gue gatau mau nulis kesan yang seperti apa untuk WIRDY. Karena gue rasa semuanya sangat berkesan. Terlebih ketika gue berkesempatan untuk mitap bersama Yoga dan Darma.
Di Annive ke 2 WIRDY ini, gue mau nyampein pesan-pesan sekaligus kesan yang tak terlupakan bersama para personil WIRDY.




       Yoga Akbar Sholihin
Pengagas WIRDY yang hits dengan cerpen es krimnya tersebut adalah blogger yang pertama kali gue kenal saat gue terjun ke dunia blog di tahun 2014. Blogger yang selalu gue hina penuh caci maki karena kejombloannya. Huahahaha. 
Gue ga ngerti apa yang ada di kepala orang ini. Bisa-bisanya selalu muncul ide yang sungguh menarique. Ide yang bikin gue merasa tertantang.  Ada beberapa tema yang berasal dari ide Yoga. Seperti cerpen bersambung, tulisan bertema, dan lainnya.


Terlebih ketika ia mulai curhat di grup. Sebagai tukang curhat, gue merasa terpanggil. Akhirnya gue dan Yoga pernah curhat sampe tengah malem. Yawlaa.
Itu gue udah deg-degan bgt. Untung gue ga diapa-apain Yoga. Kalo Icha bilang sih, awalnya curhat, ujung-ujungnya muncrat.


Gue inget, waktu telponan di grup. Berempat. Gue, Icha, Yoga dan Darma. Waktu itu dek Robby belom lahir.


Dari telponan malam itu, walaupun sinyalnya kampret kuadrat, gue bisa menilai bahwasanya suara Yoga kayak suara om-om. Suaranya berat. Seberat hidup gue.

Dan semua penilaian gue terhadap suara Yoga ternyata salah ketika gue bisa bertemu dan ngobrol dengan beliau. Ternyata eh ternyata, suara Yoga halus coy. Anjir. Sebagai cewek gue merasa tersisih. Suara gue nggak sehalus dan sekalem itu. Huhuu.

Kalo gue pikir-pikir lagi, kayanya cuma Yoga yang selalu curhat tentang mantan-mantannya yang jumlahnya sekebon. Banyak soalnya. Gemini emang gitu ya. Kalo kata Dibah, GEMINI BGST! BRGSK!

So, gue mau ngasi pesan nih buat Yoga, Sang penggagas WIRDY.
Buat Yoga, terimakasih udah menyempatkan waktu dan berbagi ilmu untuk para personil WIRDY. Ilmu baik maupun ilmu sesat. Terimakasih udah luangin waktu untuk ngobrolin hal-hal yang ga penting sama sekali di grup bersama kami. Seperti, ghibah dan ngatain orang. Sungguh, itu tema obrolan yang sangat menarique sekali bagi gue. 

Gue masih inget saat Yoga bela-belain bikin e-book di akhir tahun 2016 lalu. Kami semua kelabakan. Otak gue waktu itu masih buntu, ga ada ide sama sekali, ga ada kepikiran mau nulis apa, ga ada kepikiran mau ngabisin malam tahun baruan sama siapa, pokoknya kacau bangetlah. Tapi gue ngeliat ke Yoga. Ada semangat yang membara di sana.




Ahzeg dah



Seketika gue bangkit, otak gue mulai berputar keras mencari ide. Gue kemudian mengambil hp, lalu nge-chat semua kontak cowok di hp. Kali aja ada yang bisa gue ajak malam tahun baruan bareng.


Kasiyan bgt ya gue.


Untung aja, niat terhina itu gue urungkan. Gue lebih fokus untuk bantu Yoga demi agar supaya terlahirnya E-book WIRDY di awal tahun 2017.





       Icha Hairunnisa
     Anjir, pas nulis nama lengkap Icha, ga nyangka kalo namanya sangat menunjukkan seorang perempuan yang lembut dan kalem. Tapi nggak untuk makhluk satu ini. Nama doang yang kalem, kelakuannya sungguh binal dan yawlaa tiap kali baca tulisannya rasanya ai pengen mengumpat terus-terusan. Tapi kadang bersyukur juga sih. Berkat tulisan Icha, gue jadi dapat banyak istilah dan pengetahuan baru. Sungguh Icha panutan q.

Gue lupa awal kenal Icha dari mana sampe dia bisa dimasukin Yoga.



Dimasukin Yoga ke dalam grup.



Dalam 2 tahun WIRDY dan 2 tahun pula gue mengenal Icha, gue menemukan banyak energi positif dan hal-hal baru dari dia. Dari rekomen film-film yang dijabarkannya di blog, rekomen lagu, juga rekomen tata cara yang harus dilakukan saat malam pertama bersama pasangan.

SUMPAH DEH, COBA AJA ICHA SEORANG LELAKI, MUNGKIN UDAH GUE PACARIN DEH!

Ada satu kejadian yang gue gabisa lupain di dalam grup WIRDY. Waktu itu kalo ga salah gue baru pulang dari Jakarta. Nonton kakak lomba sekaligus mitap lucu bareng Yoga dan Darma. Seingat gue itu malem. Gue baru mendarat dengan selamat di Pekanbaru dan meninggalkan bandara. Saat hendak makan, hp gue menyala. Ada notif chat masuk.
Gue lupa apa chatnya. Yang gue inget, ketika gue buka grup, ada tulisan, Icha Left
 
Sumber: Akbaryoga.com

JENG JENG JENGG!

Gue nyoba baca chat-chat yang masuk di grup. Sampe akhirnya, Yoga chat,
‘ Kalian kalo mau left, juga nggak apa-apa kok. ‘

LAHH?


ENEK OPO KUI??


Dengan kondisi masih jetlag, gue langsung nyoba chat Icha. Setelah itu gue chat Yoga. Saat itu gue bener-bener jadi orang ketiga yang baik hati dan tidak sombong.


Saat itu gue ngerasa sungguh bego. Kenapa gue tidak menggunakan cara skrinsut chat saja untuk menyatukan dua insan ini?


Berharap hubungan di antara dua insan itu akan kembali membaik.

Kalo enggak, SIAPA NANTI YANG BAKALAN CURHAT MESUM DI GRUP LAGI YAWLAAAA??

Cuma Icha dan Yoga yang berbakat di bidang itu.

Akhirnya, setelah ratusan purnama berlalu, mereka kembali membaik. Yoga lagi-lagi memasukan Icha



Ke dalam grup.


Sungguh, itu adalah suatu tragedi yang tidak akan gue lupakan sepanjang sejarah berdirinya WIRDY. Tiap kali ingat itu, gue rasanya pengen ngakak sekaligus pengen noyor pala mereka berdua.

Di hari jadi WIRDY yang kedua tahun ini, gue pengen ngucapin pesan terindah pada sahabat binal nan mesumku. Icha Hairunnisa.
Terimakasih dan Maaf.
Terimakasih udah jadi tempat untuk menampung segala curhatku yang sungguh amat tidak penting. Baik melalui chat maupun telpon. 
Terimakasih udah menyempatkan diri untuk bersama-sama memaki Yoga. 
Terimakasih udah membawa istilah baru ke dalam grup, istilah yang bikin aku selalu browsing karena ITU ISTILAH APALAGE SIH ANJEEERR??


Dan setelah aku tau pengertian dari istilah itu, aku pun selalu mengingatnya untuk bekal di masa yang akan datang.

Terimakasih WIRDY karena telah mempertemukanku dengan makhluk binal tak kasat mata ini.


Iya, soalnya kita ga pernah ketemu, Chaaaa. Ayo kita mitap berdua. Kita ena-ena bersama.




      Darma Kusumah

Blogger yang sedang mencari jodoh di Turki ini adalah temen deket gue. Pada masa itu. Hehee. Ya sekarang jauh. Kan dia di Turki. Wkwk. 
Darma ini sebelas dua belas sama Yoga. Sama-sama mesum. Terbukti dari foto saat gue mitap bersama mereka. Darma orang yang sangat cekatan dalam menganalisis suatu masalah. Rada-rada sotoy gapapalah, it’s okay. Kesan bersama Darma yang gue dapatkan dari bergabung di WIRDY adalah saat Darma rela datang jauh-jauh hanya untuk kopdar bersama gue.


Aaaakkk  aq terharu.

Darma adalah lelaki yang pernah dekat dengan gue di antara personil WIRDY lelaki lainnya. Darma yang pertama kali gue telpon pake adegan nangis saat atm gue kena blokir, temen curhat 24 jam gue, pokoknya temen sedih-sedihan gue bangetlah.

Meskipun sejak menimba ilmu di Turki, Darma  ga pernah ikut nulis tulisan bertema WIRDY, kami memakluminya kok.

Jujur, gue bingung mau nulis kesan yang seperti apa mengenai Darma. Karena sebenernya ada banyak banget kesan-kesan yang tercipta di antara gue dan Darma. Dia sahabat lelaki baik gue.

Di ulangtahun WIRDY yang kedua ini, gue pengen berpesan ke Darma, agar supaya tetap sehat selalu, dapat jodoh, panjang umur, murah rejeki dan lancar persalinannya. Oke.


INI SIAPA YA ULANGTAON YAK

Cepet balik ke Indo dong. Nanti kita mitap bersama lagi. Harus komplit.




       Robby Haryanto
Lelaki paling muda di WIRDY ini adalah satu-satunya lelaki yang pikirannya masih polos nan suci. Sumpah, awalnya gue takut kalo Robby gabung di WIRDY. Takut kalo pikirannya berubah jadi mesum, brutal dan nakal. Gue takut Robby menjadikan Yoga dan Darma sebagai panutannya.

Yoga dengan skandal eskrimnya dan Darma dengan zina sikunya.

Gue takut.

Tapi, syukurlah Robby masih memegang erat prinsipnya. Tidak akan mesum sampai nanti lulus kuliah. Terlihat dari setiap tulisannya di blog, Robby ini anaknya sungguh polos. Masih lurus-lurus aja. Apalagi kalo pipis.



Yakeleeuss ada pipis bentuknya zig-zag



Gue lupa kapan Robby resmi bergabung di grup sesat yang bernama WIRDY ini. Seingat gue, sejak Darma mulai berangkat dan mencari jodoh di Turki, Yoga pun mulai merekrut dedek Robby. Udah ada setahun sih kayaknya. Setahun lebih.

Gue pengen banget nih ketemu sama Robby. Tapi gue masih mikir-mikir. Mikir nanti pas ketemu Robby, gue harus pake heels yang berapa centi anjeeerr!
Bisa-bisa kalo gue ngomong sama Robby, gue malah ngomong sama dengkulnya. Bangsat, kok kayanya gue pendek amat yak.


Ya begitulah.


Di tahun kedua WIRDY ini kami merayakannya dengan anggota baru. Berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pesan gue untuk dedek Robby, maju terus pantang mundur. Semoga dek Robby bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari WIRDY untuk masa depan kelak. 
Dek Robby, teruslah berjuang untuk menggapai cita-citamu yang mulia dan tetaplah menjadi blogger yang konsisten.


 * * *

Btw, gue paling telat untuk posting tulisan ini. Huhuu. Untungnya, mereka bisa maklum dengan keterlambatan gue untuk posting ini.
Gue beruntung mengenal mereka dalam grup WIRDY. Gue bersyukur ada di dalam bagian grup ini. Meskipun gue kenal mereka lewat dunia maya, entah kenapa gue ngerasa deket dengan mereka semua. Satu-satunya grup whatsapp yang bisa berfaedah dalam hal apapun. Termasuk ngomongin kebangsatan dan kemesuman. Ini topik favorit gue sih.

Terimakasih WIRDY.
Terimakasih sudah menjadi salah satu alasan gue untuk tetep ngeblog saat gue dalam keadaan apapun. Setiap kali gue lagi ga mood buat nulis, gue ngerasa malu saat melihat semangat menulis mereka. Dan seketika itu juga, mood gue perlahan membaik.

Terimakasih sudah menemani gue selama 2 tahun belakangan ini. Anjir gue gatau lagi neh mau ngomong apa. Terharu aja gitu. Yawlaaa


Pokoknya ailofyu ol.





21 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Tulisan Maha Tidak Penting

Wadaaw udah berapa lama neh gue ga ngeblog. Kalo gue ngejawab ngeles, maka gue akan berkata bahwasanya gue ga punya waktu untuk nulis yang disebabkan karena jadwal yang sibuq. Kuliah dan kerja. Terutama karena jadwal kuliah yang berubah usai lebaran kemarin.

Kalo jawaban jujur, sebenernya gue emang lagi males nulis sih.


Huahahahaanjeer


Ya mungkin faktor utama gue jarang apdet tulisan di sini adalah karena gue lagi kehilangan mood nulis dan sibuk dengan ehem dunia baru. Yang kemudian disusul dengan perubahan jadwal kuliah yang sungguh bikin pusyink. Ditambah dengan perpindahan lokasi kampus yang memakan waktu 1,5 jam dari rumah. Hmm sungguh bikin pusynk kuadrat.
Kuliah gue yang biasanya dijadwalkan pada hari Minggu, sekarang berubah jadi hari Sabtu. Hari di mana gue harus kerja sampai jam 1 siang. Tapi gapapa. Gue berusaha untuk menyeimbangi keduanya. Hhhh

Sok iya bgt sih lau

Beberapa minggu yang lalu, gue lupa tanggal berapa, ga penting juga sih, gue berangkat kuliah pagi. Sama temen. Dua cowok dan gue sendiri cewek. Untung ga di trisam selama di perjalanan. Yawlaa

Rencananya gue bakalan izin kuliah setengah hari. Soalnya tadi pagi gue udah fingerprint di kantor. So, jam 1 siang nanti gue juga harus fingerprint pulang di kantor lagi. Kalo ga absen pulang, gue dihitung mangkir hari itu. Kalo absen lewat sejam dari jam 1, absennya bakal ga dianggap.
Kejam bgt ga sih. Kayak emak tiri. Huhuuu

Sesampainya di kampus, gue lebih dulu jumpain dosen dan minta izin untuk pulang setengah hari. Alhamdulillah, ibu dosennya ngizinin.
Baiklah para pembaca, daripada bertete-tete, eeh anjir typo. Huruf L dan huruf T deket bgt sik elah.
Maksudnya daripada bertele-tele, singkat cerita akhirnya gue keluar kelas jam setengah 12 siang. Sembari keluar kelas, gue bahagia sambil ngomong dalam hati, ‘kayanya pas nih gue sampe kantor nanti jam 1. Lewat dikit gapapa sih. ‘

Tapi sayangnya, kenapa kamu ga sayang aku? :(


YAWLAA OKE FOKUS!


Tapi sayangnya, begitu keluar kelas, gue baru inget bahwasanya gue harus ke ruang administrasi untuk ngasi bukti transfer semesteran ini itu dan lainnya. Setelah memakan waktu sekitar mabelas menit, akhirnya gue langsung buru-buru turun untuk nyari mobil umum menuju Pangkalan Kerinci tercinta. Belum sempat gue turun, Bang Hanif, adm kampus menawarkan diri untuk memesankan gojek agar supaya gue lebih cepat sampai di terminal mobil umum.

Ya ampuun, baik bgt sih elah.

Namun, karena kelamaan nyari drivernya, akhirnya gue dianter oleh pacar kakak menuju terminal mobil umum yag ada di Pekanbaru.

Ribet bgt anjir

Sesampainya di terminal mobil umum, gue disambut langsung oleh abang-abang kernet berpenampilan necis. Kerah dikancing sampe atas, sepatu kinclong, baju dimasukan rapi ke dalam celana. Rasanya gue pengen tepok tangan saking salutnya dengan penampilan si abang. Apalagi kalo ditambah adegan si abang masukin kedua tangannya di saku celana.  Mirip artis. Dede Sunandar. Suer.
Kasep pisan lah si abang!


Begitu gue naik ke dalam mobil umum, gue ngeliat ke arah belakang. Banyak bener abang-abang yang duduk di belakang. Sedangkan perempuan termasuk gue berjumlah 3 orang. Bisa-bisa gue di tensome neh. Yawlaaa~

Btw, ini kali kedua gue naik mobil umum seorang diri.  Huahahaa.

Rencana awal dari hari sebelumnya, gue bakalan izin pulang kuliah cepet jam setengah 12, kemudian sampe kantor jam 1 siang.

Namun, manusia hanya bisa berencana, supir mobil umumlah yang menentukan.

Ada sekitar setengah jam gue di dalem mobil umum. Berteman dengan suara ngoceh dua perempuan di sebelah gue, suara music jedak jeduk dari speaker mobil, ditambah asap rokok, bau keringet dan bau ketek penumpang lainnya.

Ini sampe rumah, gue keluar dari mobil bisa-bisa gue ayan seketika neh

Beruntung, akhirnya sang sopir yang udah hmm lumayan tua, mulai menyalakan mobilnya. Gue ngelirik ke jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan gue. Jam duabelas lewat.


HHH

HHHHH


Aseli. Selama di perjalanan, gue ga bisa nyandar ke kursi. Gue udah cemas, panik, khawatir. Mau mara-mara juga. Ya abis supirnya lelet bener bawa mobil. Kayak sedang menikmati pemandangan indah di kiri kanan jalan. 

Gue nyoba liat orang sekeliling yang ada di dalam mobil. Memastikan apakah gue berada di dalam mobil yang berisi rombongan wisatawan atau bukan?

Lagi panik-paniknya, si supir mengarahkan hpnya ke gue.
‘’ Dek, tolong pencetkan kontak nama Rina di sini, ‘’ ujarnya.
Wanjeerr, ini supirnya manja banget parah. Ga sekalian minta dielapin keringetnya nih?

Segala minta pencetkan kontak Rina di hpnya. Dikira gue bakal cemburu apa? Ya kagaklah. Saya mah lebih cemburu sama kulit ayam kfc yang selalu disayang-sayang oleh khalayak. Aku mau juga dong disayang-sayang? :(

Oke, jiji bgt gue ngetiknya.

Dengan senang hati, gue mencari nama Rina di kontak hpnya. Kemudian memberinya ke si supir.

Jam setengah tiga, akhirnya gue sampai di depan kantor dengan selamat dan bisa menghirup udara segar tanpa bau aroma ketek yang menyengat.

Jam setengah tiga gaes!


HHH

HHHHH


Gue berdiam diri di depan pintu kantor yang tertutup rapat. Cengo kayak orang bego. Aseli, gue mau nangis seketika. Sumpah deh, ini kalo sekeliling ga ada orang, gue bakalan meneteskan air mata neh. Beneran. Perjuangan gue ninggalin kelas demi kerjaan akhirnya sia-sia. 

Akhirnya gue melangkahkan kaki menuju tepi jalan. Nyetop angkot. Dengan muka yang nau’ujubillah ancur, kecut, berantakan gue masuk ke dalam angkot. Duduk ngelamun.

‘’ Darimana mbak? ‘’ tanya si kernet angkot.
‘’ Dari Pekanbaru mas, ‘’ ujar gue singkat, padat dan kenyal.

Eeh apa tadi?

‘’ Ooh, namanya siapa mbak? ‘’
‘’ Wulan. ‘’

Gue berusaha agar terlihat ramah meskipun dalem hati gue sebenernya ancur, kesel, mau mara-mara tapi gatau mau mara ke siapa. Hhh.

‘’ Ooh Wulan ya. Wajahnya kayak ga asing. Kayak pernah liat gitu. ‘’

Gue senyum dikit. Lalu melanjutkan lamunan.

‘’ Sering naik angkot ya mbak? ‘’ tanyanya lagi.
‘’ Terakhir kali naik angkot pas SMP mas. ‘’

Wajah gue emang pasaran sih.

Si kernet langsung manggut-manggut. Mendadak gue sadar dari lamunan. Gue mulai senyum sendiri. Gue baru inget, hampir 5 tahun belakangan ini, gue selalu kepengen naik angkot. Bahkan gue bikin wishlist dan memasukan pengen naik angkot dan naik kereta api di dalamnya.
Bahagia gue sederhana banget jir. Huahahaa
Dan gue baru sadar bahwasanya gue sekarang lagi di angkot. Seketika itu juga gue udah lupa dengan kisah kelam di angkot dulu.

‘’ Mau turun di mana mbak? ‘’ tanya si kernet lagi.
‘’ Di kfc aja mas. ‘’

Tak berapa lama, gue udah ada berhadapan dengan pelayan cepat saji yang ada di sana.

‘’ Pesanan yang biasa kan? ‘’ tanya mas-mas kfc. Gue mengangguk lalu tersenyum. Perlahan muka kusut, perasaan kesel yang semrawutan tadi menghilang dari gue.

Gue ketawa kecil sambil ngeliat mas-mas yang sibuk nyiapin pesanan gue. Duuh kenapa rangorang hari ini lucu-lucu banget sik elah. Mood booster banget sih.

‘’ Dua dada, satu paha, satu chokocha, ‘’ ujar mas-mas sambil memberikan pesanan gue.

Hmm dua dada.

Oke fokus!

Setelah menyantap makan siang dengan penuh khidmat, sendirian, di hari Sabtu sore, gue dikagetkan dengan panggilan masuk dari Ibu. Ibu nanyain apakah anaknya yang paling cute senusantara ini udah sampai dan lagi di kantor atau belum.

Sumpah nih ya, kalo ga ada orang-orang di sini, karyawan kfc resign, gue sendirian di sini, sumpah nih ya, saat jawab pertanyaan ibu, gue udah nangis pasti. Pasti!
Hanya kursi, meja dan remah-remah kulit ayam yang menjadi saksi betapa perihnya hatiku saat itu.
Di saat seperti ini, daku rasanya pengen nabok diri sendiri.

Namun gue mencoba tegar saat menjawab pertanyaan dari Ibu via telpon. Gue menceritakan semuanya tanpa ada tetesan air mata yang jatuh. Yakali gitu doang gue nangis. Lemah! Cih!

Setelah ngobrol sekitar mabelas menitan, akhirnya telponan berakhir. Gue langsung kembali menikmati makan siang.

Setelah bokong gue anget karena kelamaan duduk, akhirnya gue beranjak dari kursi dan memutuskan untuk meninggalkan tempat makan tersebut. Saat gue keluar dari pintu, sepasang suami istri berpapasan dengan gue. Pasangan muda tersebut hendak masuk ke dalam. Gue yang dengan muka acak adul udah ngerasa cuek dengan sekeliling. Namun, entah kenapa pandangan gue menangkap sesuatu yang tidak asing.

Gue balik badan.


Lah, itu kan si Agus.  

(minjem nama samaran milik Yoga. Ehe)


Agus mantan gue pas kelas 3 SMP dulu. Pacar pertama gue. Huahahaa.

Gue beralih memandangi sang istri. Dengan jilbab yang terulur panjang, tampak perutnya sudah semakin membesar. Istrinya juga semakin cantik. Lebih cantik saat pertama kali gue melihat mereka berdua ketika gue diundang dalam acara syukuran atas pernikahan di rumah Agus.

Sejujurnya gue pengen menyapa mereka berdua. Tapi mengingat muka gue yang udah berantakan gini, gue memutuskan untuk pulang. Kan ga lucu kalo tiba-tiba istrinya ngomong ke Agus,

'' Jadi ini mas mantan pacar kamu dulu? tampangnya kucel, kumal, iih masih cantikan gue lah. ''

Kalo udah kejadiannya begini mah, rasanya ai mau nangys tujuh hari tujuh malam. Suer dah.


Namun, gue ga langsung pulang. Gue harus menunggu Nova, adik gue untuk menjemput di depan kfc.

Ya lu bayangin aje gue dengan muka berantakan gile, berdiri di depan kfc sambil mencet-mencet hp. Biar keliatan sok sibuk gitu. Padahal yang gue buka cuma kontak, galeri, scroll kontak, buka galeri, scroll kontak, ya gitu gitu mulu. HHH~

Pandangan mata gue yang tertuju pada layar hp, mendadak beralih ke salah seorang laki-laki yang berhenti tepat di depan gue.

‘’ Kakak mau pulang? ‘’ tanyanya. Gue yang rada pikun, lupa nama tapi hapal wajahnya, kemudian mengangguk.

‘’ Eh emm, iya dek. ‘’

‘’ Yuk aku anterin kak, ‘’ tawarnya. Dengan cepat gue langsung menolak tawaran baik dari adik kelas gue saat sekolah dulu. Takut aja, ntar tiba-tiba muncul judul Fake Motorcycle.


Kan jadi susah

.
.
.


Kalo di motor

.
.
.


.. trus yang bawa ngebut



‘’ Makasih. Gausah dek. Kakak udah bilang ke orang di rumah kok suruh jemput. ‘’

Lelaki baik dan ramah itu akhirnya pergi dari hadapan gue.

Entah kenapa, hari itu menjadi hari menyebalkan sekaligus menyenangkan yang pernah ada. Sejujurnya gue jarang keluar rumah selain untuk kerja dan kuliah. Hari-hari gue cuma berangkat kerja dari rumah, sampe kantor, trus sorenya pulang. Gitu mulu.

Gue ngerasa hari itu adalah hari paling baik dari hari-hari yang pernah ada. Gue bertemu, berinteraksi dengan banyak orang-orang baik. Gue bertemu dengan orang-orang yang mampu menghadirkan energi positif ke gue. Dan yang paling penting adalah, gue bisa naik angkot lagi.
Hhh~



25 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~