Q & A WIRDY

Senin, Juli 10, 2017


Hallo semua!

Oh ya, kali ini WIRDY bakalan bikin pertanyaan yang dijapri di wasap dan dijawab di postingan blog  masing-masing. 
Penasaran apa-apa aja pertanyaan yang mereka kasih ke gue?

Cekidoott!









Pertanyaan dari Icha:

     1. Kan kakak pernah kopdar ya sama Heru Arya. Kesannya gimana kak? Iya sih kakak udah certain di postingan blog. Tapi setelah beberapa lama itu terjadi, gimana kesannya kak? Akankah kakak ingin kopdar lagi?

Jawab:
Bertemu Heru Arya a.k.a Pangeran dari kerajaan wortel memang menjadi kopdar pertama gue selama gue ngeblog. Kopdar pertama, bareng Pangeran lagi. Wow. Gue sangat bangga. 

Kesannya, karena itu adalah my first kopdar, kesannya seru. 

Pange ternyata lebih asyik pas ketemu langsung. Pange bisa langsung nyerocos cerita ini itu, sharing berbagai pengalaman yang membuat gue sebagai pendengar dan blogger newbie langsung berdecak kagum. Gue bangga mengenal beliau. Setelah beberapa hari atau minggu apa ya, gue lupa. Pange ngechat gue. Dia banyak sekali ngasi tau gue tentang teknik SEO, gimana caranya agar blog ada di page one, bikin branding, ubah domain dan banyak lainnya. 
Tentu saja saran untuk ngubah domain ketika itu gue jawab dengan, ‘’ hehee iya ntar aja, Pange. ‘’ 

Dan setelah kopdar itu, ternyata eh ternyata Pange tidak hanya baik dengan banyak sharing hal-hal tentang blog saat kopdaran itu aja. Pange juga baik ketika ia menawarkan diri ingin mengganti template blog gue.

Waw. Pangeran yang berhati mulia. :)
Dan kesan gue mengenal Pange, bisa kopdar sampai hari ini gue gambarkan dengan satu kalimat. Yaitu,

PANGE ADALAH LELAKI TULUS TANPA MODUS DAN BUKAN LELAKI KARDUS!

Dia tulus ngajakin gue kopdaran, bantuin gue anuin template, ngejelasin ilmu blog tanpa ada mengharapkan imbalan dalam bentuk uang maupun beras.

Kalo ditanya mau kopdar lagi apa enggak, hmmm pikirkan sendiri!
Hehee. Cnd.
Iya jelas mau dong kopdar lagi bareng Pange, bareng blogger Pekanbaru lainnya. Duh kangen mereka. Huuhuuu


      2. Kak, gimana menurut kakak soal digital love? Ceritain dan kasih tips berdigital love yang baik dong kaaaak.

Jawab: 
Digital love. Hmmm gimana ya. Cinta yang bisa muncul melalui dunia maya. Menurut gue cinta itu ga bisa diprediksi kapan datangnya. Entah melalui apa dan cara yang bagaimana. Sebenarnya sama kayak jatuh cinta pada umumnya, digital love ini bisa muncul karena adanya komunikasi yang intens. 

Saling tukar pikiran, sharing, meminta pendapat satu sama lain yang berujung dengan ‘kenyamanan’.
Kalo dipikir-pikir, lucu sih emang. Belom tau gimana bentuk orangnya, eeh udah bilang cinta. Even tau orangnya dari foto, tapi aneh rasanya jika tanpa bertatap muka langsung dengan si doi.


Ih Icha segala nyuruh pake certain lagi huhuuu


Oke oke baiklah. Seperti yang manteman tau, beberapa waktu lalu, maybe hitungannya setahun lalu ya, gue pernah mengalami hal demikian. Gue mengalami digital love dengan sesama blogger. Yaa you know lah hahahaha
Kami rajin berkomunikasi baik melalui chat ataupun telpon. Hingga bulan berganti bulan, dan TAP rasa itu muncul!

Aneh bin lucu memang nih. Bisa suka sama orang yang belum pernah ketemu sama sekali. 

Namun, pada akhirnya kami juga sempat bertemu, dia menyempatkan diri untuk terbang ke tempat di mana gue tinggal. Dan karena suatu hal, kami, lebih tepatnya gue memutuskan untuk menyudahi cerita tersebut. 
Karena ada beberapa faktor internal dan terlebih gue, sebagai perempuan pada umumnya jadi ngerasa kayak,
‘ Gimana kalo cuma gue doang yang cinta sama dia? Lah dianya enggak? ‘
‘ Gimana kalo ternyata selama ini gue terlalu berharap dan kegeeran doang? ‘

Dan beberapa pikiran jelek lainnya. Satu hal lagi, gue juga butuh kepastian :))
Hingga pada akhirnya gue memutuskan untuk memberi jarak pada kedekatan kami. Kami tetap dan masih akan berteman hingga sampai kapanpun.

So, tips untuk menjalani digital love yang baik adalah:

DON’T



Pertanyaan dari Robby:

    1. Dalam kehidupan kan pasti kita nemuni kejadian. Apa aja kejadian yang awalnya pesimis bakal sukses, nyatanya setelah dijalani akhirnya sukses. Kayak ngerasa, ‘’ Ah, ini mah nggak akan bisa. Gak akan bisa. ‘’ Gitu.

Jawab: 
Pertanyaan dik Robby ini pernah gue alami sewaktu gue duduk di SMK. Gue waktu itu diajak oleh seorang guru untuk menjadi peserta English Debate Olympiad. Ada 3 orang termasuk gue salah satunya. Gue awalnya menolak. Ya abis gue ga punya kemampuan apapun untuk menjadi peserta olimpiade itu. Kosa kata gue minim, speaking gue juga rendah banget, ah ancur bangetlah pokoknya. 

Gue berulangkali menolak dan meminta agar tidak memilih gue sebagai peserta olimpiade. Hingga pada akhirnya gue mikir,
‘ Ah bodo amat dah. Ntar pas latihan juga tau gimana lemahnya kemampuan English gue. Moga deh mereka batal milih gue. Toh sampe kapanpun gue ga akan bisa ikut beginian.‘

Asli. Gue uring-uringan selama latihan debate. H-7 menjelang olimpiade, kami dilatih siang malam di sekolah. Gue bener-bener males, otak gue mumet.

Dan di hari kelima latihan, tiba-tiba terlintas di pikiran gue kalimat,
‘ Mereka sepercaya ini sama gue, seyakin ini, ga mungkin gue ngecewain mereka, juga pihak sekolah. Oke, gue harus bisa! ‘

Dan sampai di hari H, di Universitas tempat olimpiade itu diadakan, gue dan beberapa peserta lainnya yang berasal dari satu sekolah bener-bener gugup. Apalagi ngeliat lawan yang pake kacamata, kayak jenius banget gitu. Gue baru sadar bahwa gue juga memakai kacamata saat itu. Gue menunduk, mengintip dari celah seragam yang terkancing, memastikan bahwa kacamata gue lebih layak dibandingkan mereka.


OKE INI NAPA BAHAS KACAMATA YAWLAAA


Ya pokoknya kami sempat nerveous gitu deh. Tahap demi tahap kami ikutin dengan baik dan lancar. Di tengah perlombaan berlangsung, gue sempat mikir,
‘ Yah, kalo lawannya begini mah udah jelas ga masuk 20 besar ini mah. Kalah, kalah dah. ‘

Gue sepesimis itu.

Dan ketika panitia mengumumkan sederet nama sekolah yang masuk di 20 besar dalam SEO (Sumatera English Olympiad),

KAMI MENDAPAT PERINGKAT 16 BESAR OLIMPIADE DEBAT ENGLISH SEPULAU SUMATERA DONG!

Gue terharu. Mau nangis dipelukan babang Hamish Daud. Mengingat gue ga ada apa-apanya dibandingkan mereka yang jenius berkacamata. Mungkin ini efek kacamata yang gue pake apa yak? Hmm.

Sepanjang perjalanan pulang, gue berjanji pada diri gue sendiri agar berusaha mengurangi ketidakyakinan pada diri sendiri.

***

Cerita lainnya, ketika gue baru saja lulus SMK. Gue pernah berkata kepada diri gue sendiri,
‘ Yailah tamatan SMK trus nyari kerja, paling dapatnya kerja apaan sih? ‘

Gue bisa berkata seperti itu karena gue sering melihat kakak kelas dan temen-temen sekolah yang lebih dulu bekerja. Apalagi di kota tempat gue tinggal. Mentok-mentok mereka  yang gue kenal (lulusan SMK/SMA) kerjanya jadi pelayan/clenaning service minimarket, kerja di fotokopian, kerja di konter hp dan berbagai pekerjaan lainnya. Di kota tempat gue tinggal, tentu aja dengan pekerjaan seperti itu, gaji yang mereka dapatkan jauh di bawah UMR. Kan kasihan dengernya.

Dan hal itu membuat gue terus berpikir, kuliah dulu apa kerja dulu ya. Tapi kalo gue kuliah, gue gamau membebani orangtua. Kalo kerja dulu, yaudah gapapa deh. Apapun kerjaannya gue terima. Gue udah bener-bener pasrah. Ga mungkin gue bisa dapat kerjaan yang santai, di depan meja komputer, nyaman dengan upah yang sesuai.
Gue mah apaan, tamatan SMK doang. Ga ada apa-apanya dibandingkan mereka yang memiliki gelar Strata-1.

Tapi gapapa deh, gue kerja aja. Bodo amat sama lontaran dari beberapa temen gue yang memilih untuk melanjutkan kuliah, yang seingat gue mereka bilang,
‘ Tamatan SMK mah mau kerja apa. Gabisa kerja kantoran, paling cuma jaga minimarket, ngepel, nyapu. ‘


Gue ingat jelas banget ucapan itu. Dan gue sempat down mendengarnya.


Gue bener-bener optimis. Gue sama sekali ga ada nyari lowongan kerja lewat internet maupun halaman Koran. Karena kebanyakan yang dibutuhkan perusahaan yang membuka lowongan kerja di media seperti itu membutuhkan karyawan yang minimal D-3 atau Strata-1.

Hingga pada akhirnya, gue mencoba memasukan lamaran ke salah satu swalayan. Denger-denger di sana katanya kalo karyawan baru kerjaannya jadi cleaning service, bikin minum buat bos-bos kantoran yang berada di bagian belakang swalayan. Yaudah gapapa, yang penting gue bisa nabung, kuliah.

Berangkatlah gue bersama Ibu untuk mengantarkan lamaran tersebut. Singkat cerita, ternyata ada pekerjaan di bidang lain yang mana masih satu perusahaan dengan swalayan ini, sedang mencari admin. Gue langsung bertemu dengan Manajer swalayan tersebut, disuruh interview, dan Alhamdulillah gue diterima kerja di salah satu perusahaan swasta sebagai admin. Yang pastinya tidak seperti apa yang mereka ucapkan.
Walaupun belum bisa dibilang sukses seperti yang dik Robby ajukan di pertanyaannya, gue udah cukup bersyukur dengan apa yang gue jalani sekarang.

Pertanyaan dari Yoga:
Jika disuruh memilih 2 di antara 3 hal:
        1.       Menjadi pelacur selama 10 tahun
        2.       Membunuh pacarmu dan selingkuhannya 
        3.       Bunuh diri
Mana yang kamu pilih? Lalu kenapa kamu memilih 2 hal itu, dan kenapa gak memilih yang satunya lagi? Apa alasanmu?
Kemudian dari 2 hal yang telah kamu pilih itu, mana yang menurutmu lebih baik? Apa alasanmu?

ANJEEER YOGA BANYAK NANYA AMAT KAYA CEWE POSESIF YANG LAGI CEMBURUAN!

Oke. Kalem.

Jawab: 
Gue bakal milih menjadi pelacur selama 10 tahun dan membunuh pacar dan selingkuhannya.

Kenapa gue memilih jadi pelacur selama 10 tahun?
Karena dengan cara seperti itu ‘mungkin’ gue bisa membahagiakan diri gue sendiri. Meskipun harus tidur dengan om ini dan om itu, toh gue masih bisa hidup dengan baik, masih bisa memanjakan diri, masih bisa membuat diri gue bahagia dengan caranya sendiri. Sebenarnya ga ada yang salah dengan kegiatan prostitusi..Pelanggan datang ke lokasi dengan masalah butuh kepuasan, si pelacur butuh uang. Ena-ena. Udah. Selesai. 

Kegiatan melacurkan diri ini sama sekali tidak merugikan siapapun kecuali diri mereka (pelacur) itu sendiri. Contohnya terinfeksi penyakit menular seksual.

Dan kenapa gue memilih untuk membunuh pacar dan selingkuhannya?
Karena, siapa suruh mereka selingkuh. Hahahahaa. Udah dikasih kepercayaan penuh, dicintai sepenuh hati, eeh malah selingkuh. Apalagi kalo selingkuhnya sama sahabat sendiri. Ga perlu pikir panjang lagi sih. Hhh~

Oke. Serius. 

Gue milih bunuh pacar dan selingkuhannya yang pastinya karena alasan kecewa telah dikhianati.Cailah hahaa.  Ga masalah kalo akhirnya gue ditangkap polisi, dimasukin ke penjara dan hidup bertahun-tahun di dalam penjara. Setidaknya gue masih hidup, masih bisa menikmati hidup walaupun hanya di dalam penjara. Gue masih bisa makan, minum, mandi, godain sipir penjara dan lainnya. Dan setelah masa tahanan gue selesai, bodo amat orang-orang mau mandang gue jelek, mau cap gue sebagai pembunuh atau apa kek.

Gue nggak milih pilihan ketiga, yaitu bunuh diri. 
Karena gue pribadi adalah orang yang sangat menghargai hidup. Gue bersyukur masih diberi anugerah hidup dari Allah. Masih diizinkan bernapas, melakukan kegiatan ini itu. Gue gamau membuat rencana untuk menyakiti diri sendiri, membayangkan betapa perihnya bunuh diri, menyaksikan helaan nafas yang perlahan lenyap, merasakan diri gue meregang nyawa, duuuuh ga kebayang, coy!

Gue gamau bikin diri gue menderita. Karena, ailof myself.

Selagi gue masih hidup, gue akan dengan senang hati memanfaatkan hal tersebut dengan membahagiakan diri gue sendiri. Gue akan menghargai apa yang ada di diri gue, baik itu kelebihan maupun kekurangan.

Dari ketiga pilihan tersebut, cara yang mungkin bisa mendatangkan kesenangan walaupun bersifat sementara adalah pilihan pertama, menjadi pelacur selama 10 tahun. Karena dengan melakukan hal itu, menurut gue, gue sama sekali ga menyakiti siapapun. Malahan memuaskan. Hehee. Cnd.

Lebih baik gue menjadi pelacur, dapat duit, hidup bahagia, kebutuhan terpenuhi daripada bunuh pacar dan selingkuhannya, trus masuk penjara. Dapat duit kagak, yang ada dimintain duit. Hhh~
Dan alasan yang paling sesungguhnya adalah, karena gue takut kalo sewaktu-waktu dihantui pacar dan selingkuhannya tersebut. Gue anaknya penakut banget yawlaa. Apalagi kalo dibayang-bayangin sama pacar dan selingkuhannya yang udah mati, di mana mereka lagi duduk berduaan, suap-suapan kulit ayam kaepci. Yawlaaaa

Menjadi seorang pelacur membuat gue bisa berbelanja dengan bayaran yang gue terima. Hidup senang. Yaa meskipun penyakit jahat udah menunggu nantinya. Tapi gue siap kok menanggungnya. Udah resiko. 

Kalaupun seandainya gue meninggal karena penyakit tersebut, yaudah gapapa. Daripada bunuh diri, ga ada bahagia-bahagianya, Bunuh pacar dan selingkuhannya juga ga ada senang-senangnya. Masuk penjara mah iya. Mending gue jadi pelacur aja selama 10 tahun. Ga peduli apa kata orang-orang sekitar, this’s my way. Cara gue mendapatkan kebahagiaan ya begini. Gitu aja sih.



Pertanyaan dari Darma :
Jika kamu seorang olahragawan/atlit, olahraga dalam bidang apa yang kamu pilih? Sertakan alasannya. 

Jawab:
Hmm apa ya, olahraga lari mungkin. Agar supaya terlatih untuk lari dari kenyataan. Ehey.
Ga deng.
Dari esde dulu, gue emang doyan banget sama yang namanya lari, marathon, atau apalah itu namanya. Satu-satunya olahraga yang ga simpel. Ga mesti harus pake benda-benda untuk melengkapinya. Ga kayak atlit badminton, voli, tenis meja. Duuh rempong cyin.
Mending lari aja udah. Tinggal bawa badan beserta harapan darinya yang bersemayam di dalam jiwa.

Lagian nih ya, kalo kata ibu dan ayah, dari kecil gue anaknya emang pecicilan. Ga bisa diem. Dari ruang tamu ke dapur aja pake lari. Dari kamar mandi ke teras aja pake lari. Pokoknya sedeket apapun, gue mesti lari. Heboh banget ga tuh gue. Mungkin bakat lari gue sudah mulai terlihat sejak kecil ya.

So, ya gue memilih untuk menjadi atlit lari. Dengan senang hati tanpa pusing mau jawab apa setelah membaca pertanyaan ini di layar wasap.

* * *

Oke, baiq la. Keempat pertanyaan tadi sudah terjawab.
Pesan moral dari postingan ini, agar supaya kita jangan merasa rendah diri dan merasa,






Mari kita meluncur ke tulisan WIRDY lainnya
Icha: Tanya Jawab Bersama Pelacur Kata
Robby: Q & A (Question & Apaan-Neh)
Darma: Q & A Darma Kusumah
Yoga: Jawaban yang Tidak Perlu Dipercaya 






16 komentar:

  1. NAMANYA DISEBUTIN. PERTANYAAN GUE KACAU. KAMPRET.

    Tapi baguslah itu nggak milih bunuh diri. Wahaha. Jadi pelacur nggak ngerugiin siapa-siapa, ya. Ntap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha gue gatau kalo dirahasiakan.

      MEMANG KAMPRET.

      Kecuali ngerugiin diri sendiri. Pertanyaan lu bikin mikir berulangkali woy :'D

      Hapus
  2. yaak dan yang paling keren hanyalah status fb mas feb seorang. muahahaha
    cnd deh

    wkwkwkw samaa wulaan, aku juga mau jadi atlet lari sahaja, lari ke pangkuan-Nya.
    RASANYA INGIN MEMENGSEN NAMA SESEORANG YANG SEMPAT MENCANTUMKAN NAMAMU PADA HALAMAN KATA PENGANTAR SKRIPSINYA. HEHEH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha

      Jiaah, masih inget aja nih babang Adibah

      Hapus
  3. Pertanyaannya dikit amat, lagi dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emm gimana kalo abang aja yg ngasi pertanyaan, biar aq yg jawab. Hihii

      Hapus
    2. KOMENTARNYA DIKIT AMAT, YA BANYAK DONG!

      Hapus
  4. Ya Allah pertanyaan Yoga susah amat, lebih susah dari ujian nasional :( ingin marah hhhh wkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan marah, Fasy

      Kujuga ingin marah.

      Hapus
  5. Yea, yea, yea. Ternyata pertanyaannya bang Yoga yang serem banget itu. Ngeri bener mau jawabnya. :')

    Yang bikin senengnya, ternyata pertanyaanku dijawab dengan panjang. Hahahaha. ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan Yoga pake acara bunuh-bunuhan ya, By. Serem.

      Hahahaha soalnya itu pertanyaannya mancing bgt sih. Jadi sekalian curhat deh jawabnya.

      Hapus
  6. Penutupnya anjaaaaaayyyyy... xD XD XD xD You is the best.

    Yoga JUWARA banget nanyanyaaaaa... pertanyaan malaikat kubur kalah serem itu. :D

    Darma polos amat nanyanya, di sidebar padahal udah dijelasin kalo Bangul ini atlet renang menuju Ovum. :|

    Malah ngomentarin pertanyaannya. Yagimana, mau ngomentarin jawabannya entar dikira guru yg ngasi ulangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha yaiya dong bang.

      Bhahahaha ini komenin pertanyaannya yawlaaa

      Hapus
  7. BANGSAT MEMANG PERTANYAAN BAPAK YOGA. TAIK. KESEL BACANYA. SUSAH BENER FAK. BIKIN BERKHAYAL YANG ENGGAK-ENGGAK.

    Makasih ya pertanyaanku yang simple itu udah dijawab, Lan~ Ku semakin yakin untuk bertekad kopdar dengan banyak blogger, termasuk Heru Arya. Dan memang, Heru Arya a.k.a Pangeran Wortel senang membantu kaum lemah seperti kita ini. Membantu perempuan rapuh buta html. Uwuwuwuwuwu~

    Dan itu jawaban dari pertanyaannya Robby bikin nyessss. Alhamdulillah. Rejeki nggak ke mana ya, Lan. :')

    Terus itu apaan dah pertanyaan dari Darma. Mahapenting bet ya Allah. Yang jelas nggak bakal mau jadi atlet olahraga lima jari kayak dia yang kesepian itu lah..... HAHAHAHAHA.

    Bener kata Haw. Penutupnya anjaaaaaaaaaay. Huahahahaha. Mode alay-nya Febri nggak cuma pas dia apdet status FB itu aja sih. Tapi abadi! HUAHAHAHAHA.

    BalasHapus
  8. bangke lah pertanyaan si Yoga, padahal jawab aja gini, "Gak pilih yg manapun, aku mau sendiri, dulu"

    tapi kalo jadi pelacur selama 10 tahun oke juga tuh. gue 5 tahun aja samperin tempat magangnya. Mumpung murah.

    BalasHapus
  9. Udah mai komentar terus baca statusnya febri, buyar semua bgst. :(((

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.