Jauh di Mata, Dekat di WIRDY

Happy Annive WIRDY!

YEAAAYY


                                        

Ga terasa bgt sumpah. Perasaan baru kemarin Yoga tiba-tiba masukin anu masukin gue ke dalam sebuah grup di Line. Gue kaget. Terlebih ketika dalam grup tersebut ada Icha dan Darma. 
Para blogger terkece. Dan kenapa gue ada di dalam grup ini yawlaaa??


Gue udah membayangkan jika grup ini nantinya akan membahas hal-hal serius. Seperti dunia blog, trafik blog, seputar SEO, EYD atau segala hal yang berhubungan dengan dunia blog. Dan ternyata dugaan gue salah.


Grup itu lebih membahas hal-hal yang mesum.


Hmm menarique

Sejujurnya gue gatau mau nulis kesan yang seperti apa untuk WIRDY. Karena gue rasa semuanya sangat berkesan. Terlebih ketika gue berkesempatan untuk mitap bersama Yoga dan Darma.
Di Annive ke 2 WIRDY ini, gue mau nyampein pesan-pesan sekaligus kesan yang tak terlupakan bersama para personil WIRDY.




       Yoga Akbar Sholihin
Pengagas WIRDY yang hits dengan cerpen es krimnya tersebut adalah blogger yang pertama kali gue kenal saat gue terjun ke dunia blog di tahun 2014. Blogger yang selalu gue hina penuh caci maki karena kejombloannya. Huahahaha. 
Gue ga ngerti apa yang ada di kepala orang ini. Bisa-bisanya selalu muncul ide yang sungguh menarique. Ide yang bikin gue merasa tertantang.  Ada beberapa tema yang berasal dari ide Yoga. Seperti cerpen bersambung, tulisan bertema, dan lainnya.


Terlebih ketika ia mulai curhat di grup. Sebagai tukang curhat, gue merasa terpanggil. Akhirnya gue dan Yoga pernah curhat sampe tengah malem. Yawlaa.
Itu gue udah deg-degan bgt. Untung gue ga diapa-apain Yoga. Kalo Icha bilang sih, awalnya curhat, ujung-ujungnya muncrat.


Gue inget, waktu telponan di grup. Berempat. Gue, Icha, Yoga dan Darma. Waktu itu dek Robby belom lahir.


Dari telponan malam itu, walaupun sinyalnya kampret kuadrat, gue bisa menilai bahwasanya suara Yoga kayak suara om-om. Suaranya berat. Seberat hidup gue.

Dan semua penilaian gue terhadap suara Yoga ternyata salah ketika gue bisa bertemu dan ngobrol dengan beliau. Ternyata eh ternyata, suara Yoga halus coy. Anjir. Sebagai cewek gue merasa tersisih. Suara gue nggak sehalus dan sekalem itu. Huhuu.

Kalo gue pikir-pikir lagi, kayanya cuma Yoga yang selalu curhat tentang mantan-mantannya yang jumlahnya sekebon. Banyak soalnya. Gemini emang gitu ya. Kalo kata Dibah, GEMINI BGST! BRGSK!

So, gue mau ngasi pesan nih buat Yoga, Sang penggagas WIRDY.
Buat Yoga, terimakasih udah menyempatkan waktu dan berbagi ilmu untuk para personil WIRDY. Ilmu baik maupun ilmu sesat. Terimakasih udah luangin waktu untuk ngobrolin hal-hal yang ga penting sama sekali di grup bersama kami. Seperti, ghibah dan ngatain orang. Sungguh, itu tema obrolan yang sangat menarique sekali bagi gue. 

Gue masih inget saat Yoga bela-belain bikin e-book di akhir tahun 2016 lalu. Kami semua kelabakan. Otak gue waktu itu masih buntu, ga ada ide sama sekali, ga ada kepikiran mau nulis apa, ga ada kepikiran mau ngabisin malam tahun baruan sama siapa, pokoknya kacau bangetlah. Tapi gue ngeliat ke Yoga. Ada semangat yang membara di sana.




Ahzeg dah



Seketika gue bangkit, otak gue mulai berputar keras mencari ide. Gue kemudian mengambil hp, lalu nge-chat semua kontak cowok di hp. Kali aja ada yang bisa gue ajak malam tahun baruan bareng.


Kasiyan bgt ya gue.


Untung aja, niat terhina itu gue urungkan. Gue lebih fokus untuk bantu Yoga demi agar supaya terlahirnya E-book WIRDY di awal tahun 2017.





       Icha Hairunnisa
     Anjir, pas nulis nama lengkap Icha, ga nyangka kalo namanya sangat menunjukkan seorang perempuan yang lembut dan kalem. Tapi nggak untuk makhluk satu ini. Nama doang yang kalem, kelakuannya sungguh binal dan yawlaa tiap kali baca tulisannya rasanya ai pengen mengumpat terus-terusan. Tapi kadang bersyukur juga sih. Berkat tulisan Icha, gue jadi dapat banyak istilah dan pengetahuan baru. Sungguh Icha panutan q.

Gue lupa awal kenal Icha dari mana sampe dia bisa dimasukin Yoga.



Dimasukin Yoga ke dalam grup.



Dalam 2 tahun WIRDY dan 2 tahun pula gue mengenal Icha, gue menemukan banyak energi positif dan hal-hal baru dari dia. Dari rekomen film-film yang dijabarkannya di blog, rekomen lagu, juga rekomen tata cara yang harus dilakukan saat malam pertama bersama pasangan.

SUMPAH DEH, COBA AJA ICHA SEORANG LELAKI, MUNGKIN UDAH GUE PACARIN DEH!

Ada satu kejadian yang gue gabisa lupain di dalam grup WIRDY. Waktu itu kalo ga salah gue baru pulang dari Jakarta. Nonton kakak lomba sekaligus mitap lucu bareng Yoga dan Darma. Seingat gue itu malem. Gue baru mendarat dengan selamat di Pekanbaru dan meninggalkan bandara. Saat hendak makan, hp gue menyala. Ada notif chat masuk.
Gue lupa apa chatnya. Yang gue inget, ketika gue buka grup, ada tulisan, Icha Left
 
Sumber: Akbaryoga.com

JENG JENG JENGG!

Gue nyoba baca chat-chat yang masuk di grup. Sampe akhirnya, Yoga chat,
‘ Kalian kalo mau left, juga nggak apa-apa kok. ‘

LAHH?


ENEK OPO KUI??


Dengan kondisi masih jetlag, gue langsung nyoba chat Icha. Setelah itu gue chat Yoga. Saat itu gue bener-bener jadi orang ketiga yang baik hati dan tidak sombong.


Saat itu gue ngerasa sungguh bego. Kenapa gue tidak menggunakan cara skrinsut chat saja untuk menyatukan dua insan ini?


Berharap hubungan di antara dua insan itu akan kembali membaik.

Kalo enggak, SIAPA NANTI YANG BAKALAN CURHAT MESUM DI GRUP LAGI YAWLAAAA??

Cuma Icha dan Yoga yang berbakat di bidang itu.

Akhirnya, setelah ratusan purnama berlalu, mereka kembali membaik. Yoga lagi-lagi memasukan Icha



Ke dalam grup.


Sungguh, itu adalah suatu tragedi yang tidak akan gue lupakan sepanjang sejarah berdirinya WIRDY. Tiap kali ingat itu, gue rasanya pengen ngakak sekaligus pengen noyor pala mereka berdua.

Di hari jadi WIRDY yang kedua tahun ini, gue pengen ngucapin pesan terindah pada sahabat binal nan mesumku. Icha Hairunnisa.
Terimakasih dan Maaf.
Terimakasih udah jadi tempat untuk menampung segala curhatku yang sungguh amat tidak penting. Baik melalui chat maupun telpon. 
Terimakasih udah menyempatkan diri untuk bersama-sama memaki Yoga. 
Terimakasih udah membawa istilah baru ke dalam grup, istilah yang bikin aku selalu browsing karena ITU ISTILAH APALAGE SIH ANJEEERR??


Dan setelah aku tau pengertian dari istilah itu, aku pun selalu mengingatnya untuk bekal di masa yang akan datang.

Terimakasih WIRDY karena telah mempertemukanku dengan makhluk binal tak kasat mata ini.


Iya, soalnya kita ga pernah ketemu, Chaaaa. Ayo kita mitap berdua. Kita ena-ena bersama.




      Darma Kusumah

Blogger yang sedang mencari jodoh di Turki ini adalah temen deket gue. Pada masa itu. Hehee. Ya sekarang jauh. Kan dia di Turki. Wkwk. 
Darma ini sebelas dua belas sama Yoga. Sama-sama mesum. Terbukti dari foto saat gue mitap bersama mereka. Darma orang yang sangat cekatan dalam menganalisis suatu masalah. Rada-rada sotoy gapapalah, it’s okay. Kesan bersama Darma yang gue dapatkan dari bergabung di WIRDY adalah saat Darma rela datang jauh-jauh hanya untuk kopdar bersama gue.


Aaaakkk  aq terharu.

Darma adalah lelaki yang pernah dekat dengan gue di antara personil WIRDY lelaki lainnya. Darma yang pertama kali gue telpon pake adegan nangis saat atm gue kena blokir, temen curhat 24 jam gue, pokoknya temen sedih-sedihan gue bangetlah.

Meskipun sejak menimba ilmu di Turki, Darma  ga pernah ikut nulis tulisan bertema WIRDY, kami memakluminya kok.

Jujur, gue bingung mau nulis kesan yang seperti apa mengenai Darma. Karena sebenernya ada banyak banget kesan-kesan yang tercipta di antara gue dan Darma. Dia sahabat lelaki baik gue.

Di ulangtahun WIRDY yang kedua ini, gue pengen berpesan ke Darma, agar supaya tetap sehat selalu, dapat jodoh, panjang umur, murah rejeki dan lancar persalinannya. Oke.


INI SIAPA YA ULANGTAON YAK

Cepet balik ke Indo dong. Nanti kita mitap bersama lagi. Harus komplit.




       Robby Haryanto
Lelaki paling muda di WIRDY ini adalah satu-satunya lelaki yang pikirannya masih polos nan suci. Sumpah, awalnya gue takut kalo Robby gabung di WIRDY. Takut kalo pikirannya berubah jadi mesum, brutal dan nakal. Gue takut Robby menjadikan Yoga dan Darma sebagai panutannya.

Yoga dengan skandal eskrimnya dan Darma dengan zina sikunya.

Gue takut.

Tapi, syukurlah Robby masih memegang erat prinsipnya. Tidak akan mesum sampai nanti lulus kuliah. Terlihat dari setiap tulisannya di blog, Robby ini anaknya sungguh polos. Masih lurus-lurus aja. Apalagi kalo pipis.



Yakeleeuss ada pipis bentuknya zig-zag



Gue lupa kapan Robby resmi bergabung di grup sesat yang bernama WIRDY ini. Seingat gue, sejak Darma mulai berangkat dan mencari jodoh di Turki, Yoga pun mulai merekrut dedek Robby. Udah ada setahun sih kayaknya. Setahun lebih.

Gue pengen banget nih ketemu sama Robby. Tapi gue masih mikir-mikir. Mikir nanti pas ketemu Robby, gue harus pake heels yang berapa centi anjeeerr!
Bisa-bisa kalo gue ngomong sama Robby, gue malah ngomong sama dengkulnya. Bangsat, kok kayanya gue pendek amat yak.


Ya begitulah.


Di tahun kedua WIRDY ini kami merayakannya dengan anggota baru. Berbeda dengan tahun sebelumnya.

Pesan gue untuk dedek Robby, maju terus pantang mundur. Semoga dek Robby bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari WIRDY untuk masa depan kelak. 
Dek Robby, teruslah berjuang untuk menggapai cita-citamu yang mulia dan tetaplah menjadi blogger yang konsisten.


 * * *

Btw, gue paling telat untuk posting tulisan ini. Huhuu. Untungnya, mereka bisa maklum dengan keterlambatan gue untuk posting ini.
Gue beruntung mengenal mereka dalam grup WIRDY. Gue bersyukur ada di dalam bagian grup ini. Meskipun gue kenal mereka lewat dunia maya, entah kenapa gue ngerasa deket dengan mereka semua. Satu-satunya grup whatsapp yang bisa berfaedah dalam hal apapun. Termasuk ngomongin kebangsatan dan kemesuman. Ini topik favorit gue sih.

Terimakasih WIRDY.
Terimakasih sudah menjadi salah satu alasan gue untuk tetep ngeblog saat gue dalam keadaan apapun. Setiap kali gue lagi ga mood buat nulis, gue ngerasa malu saat melihat semangat menulis mereka. Dan seketika itu juga, mood gue perlahan membaik.

Terimakasih sudah menemani gue selama 2 tahun belakangan ini. Anjir gue gatau lagi neh mau ngomong apa. Terharu aja gitu. Yawlaaa


Pokoknya ailofyu ol.





21 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Tulisan Maha Tidak Penting

Wadaaw udah berapa lama neh gue ga ngeblog. Kalo gue ngejawab ngeles, maka gue akan berkata bahwasanya gue ga punya waktu untuk nulis yang disebabkan karena jadwal yang sibuq. Kuliah dan kerja. Terutama karena jadwal kuliah yang berubah usai lebaran kemarin.

Kalo jawaban jujur, sebenernya gue emang lagi males nulis sih.


Huahahahaanjeer


Ya mungkin faktor utama gue jarang apdet tulisan di sini adalah karena gue lagi kehilangan mood nulis dan sibuk dengan ehem dunia baru. Yang kemudian disusul dengan perubahan jadwal kuliah yang sungguh bikin pusyink. Ditambah dengan perpindahan lokasi kampus yang memakan waktu 1,5 jam dari rumah. Hmm sungguh bikin pusynk kuadrat.
Kuliah gue yang biasanya dijadwalkan pada hari Minggu, sekarang berubah jadi hari Sabtu. Hari di mana gue harus kerja sampai jam 1 siang. Tapi gapapa. Gue berusaha untuk menyeimbangi keduanya. Hhhh

Sok iya bgt sih lau

Beberapa minggu yang lalu, gue lupa tanggal berapa, ga penting juga sih, gue berangkat kuliah pagi. Sama temen. Dua cowok dan gue sendiri cewek. Untung ga di trisam selama di perjalanan. Yawlaa

Rencananya gue bakalan izin kuliah setengah hari. Soalnya tadi pagi gue udah fingerprint di kantor. So, jam 1 siang nanti gue juga harus fingerprint pulang di kantor lagi. Kalo ga absen pulang, gue dihitung mangkir hari itu. Kalo absen lewat sejam dari jam 1, absennya bakal ga dianggap.
Kejam bgt ga sih. Kayak emak tiri. Huhuuu

Sesampainya di kampus, gue lebih dulu jumpain dosen dan minta izin untuk pulang setengah hari. Alhamdulillah, ibu dosennya ngizinin.
Baiklah para pembaca, daripada bertete-tete, eeh anjir typo. Huruf L dan huruf T deket bgt sik elah.
Maksudnya daripada bertele-tele, singkat cerita akhirnya gue keluar kelas jam setengah 12 siang. Sembari keluar kelas, gue bahagia sambil ngomong dalam hati, ‘kayanya pas nih gue sampe kantor nanti jam 1. Lewat dikit gapapa sih. ‘

Tapi sayangnya, kenapa kamu ga sayang aku? :(


YAWLAA OKE FOKUS!


Tapi sayangnya, begitu keluar kelas, gue baru inget bahwasanya gue harus ke ruang administrasi untuk ngasi bukti transfer semesteran ini itu dan lainnya. Setelah memakan waktu sekitar mabelas menit, akhirnya gue langsung buru-buru turun untuk nyari mobil umum menuju Pangkalan Kerinci tercinta. Belum sempat gue turun, Bang Hanif, adm kampus menawarkan diri untuk memesankan gojek agar supaya gue lebih cepat sampai di terminal mobil umum.

Ya ampuun, baik bgt sih elah.

Namun, karena kelamaan nyari drivernya, akhirnya gue dianter oleh pacar kakak menuju terminal mobil umum yag ada di Pekanbaru.

Ribet bgt anjir

Sesampainya di terminal mobil umum, gue disambut langsung oleh abang-abang kernet berpenampilan necis. Kerah dikancing sampe atas, sepatu kinclong, baju dimasukan rapi ke dalam celana. Rasanya gue pengen tepok tangan saking salutnya dengan penampilan si abang. Apalagi kalo ditambah adegan si abang masukin kedua tangannya di saku celana.  Mirip artis. Dede Sunandar. Suer.
Kasep pisan lah si abang!


Begitu gue naik ke dalam mobil umum, gue ngeliat ke arah belakang. Banyak bener abang-abang yang duduk di belakang. Sedangkan perempuan termasuk gue berjumlah 3 orang. Bisa-bisa gue di tensome neh. Yawlaaa~

Btw, ini kali kedua gue naik mobil umum seorang diri.  Huahahaa.

Rencana awal dari hari sebelumnya, gue bakalan izin pulang kuliah cepet jam setengah 12, kemudian sampe kantor jam 1 siang.

Namun, manusia hanya bisa berencana, supir mobil umumlah yang menentukan.

Ada sekitar setengah jam gue di dalem mobil umum. Berteman dengan suara ngoceh dua perempuan di sebelah gue, suara music jedak jeduk dari speaker mobil, ditambah asap rokok, bau keringet dan bau ketek penumpang lainnya.

Ini sampe rumah, gue keluar dari mobil bisa-bisa gue ayan seketika neh

Beruntung, akhirnya sang sopir yang udah hmm lumayan tua, mulai menyalakan mobilnya. Gue ngelirik ke jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan gue. Jam duabelas lewat.


HHH

HHHHH


Aseli. Selama di perjalanan, gue ga bisa nyandar ke kursi. Gue udah cemas, panik, khawatir. Mau mara-mara juga. Ya abis supirnya lelet bener bawa mobil. Kayak sedang menikmati pemandangan indah di kiri kanan jalan. 

Gue nyoba liat orang sekeliling yang ada di dalam mobil. Memastikan apakah gue berada di dalam mobil yang berisi rombongan wisatawan atau bukan?

Lagi panik-paniknya, si supir mengarahkan hpnya ke gue.
‘’ Dek, tolong pencetkan kontak nama Rina di sini, ‘’ ujarnya.
Wanjeerr, ini supirnya manja banget parah. Ga sekalian minta dielapin keringetnya nih?

Segala minta pencetkan kontak Rina di hpnya. Dikira gue bakal cemburu apa? Ya kagaklah. Saya mah lebih cemburu sama kulit ayam kfc yang selalu disayang-sayang oleh khalayak. Aku mau juga dong disayang-sayang? :(

Oke, jiji bgt gue ngetiknya.

Dengan senang hati, gue mencari nama Rina di kontak hpnya. Kemudian memberinya ke si supir.

Jam setengah tiga, akhirnya gue sampai di depan kantor dengan selamat dan bisa menghirup udara segar tanpa bau aroma ketek yang menyengat.

Jam setengah tiga gaes!


HHH

HHHHH


Gue berdiam diri di depan pintu kantor yang tertutup rapat. Cengo kayak orang bego. Aseli, gue mau nangis seketika. Sumpah deh, ini kalo sekeliling ga ada orang, gue bakalan meneteskan air mata neh. Beneran. Perjuangan gue ninggalin kelas demi kerjaan akhirnya sia-sia. 

Akhirnya gue melangkahkan kaki menuju tepi jalan. Nyetop angkot. Dengan muka yang nau’ujubillah ancur, kecut, berantakan gue masuk ke dalam angkot. Duduk ngelamun.

‘’ Darimana mbak? ‘’ tanya si kernet angkot.
‘’ Dari Pekanbaru mas, ‘’ ujar gue singkat, padat dan kenyal.

Eeh apa tadi?

‘’ Ooh, namanya siapa mbak? ‘’
‘’ Wulan. ‘’

Gue berusaha agar terlihat ramah meskipun dalem hati gue sebenernya ancur, kesel, mau mara-mara tapi gatau mau mara ke siapa. Hhh.

‘’ Ooh Wulan ya. Wajahnya kayak ga asing. Kayak pernah liat gitu. ‘’

Gue senyum dikit. Lalu melanjutkan lamunan.

‘’ Sering naik angkot ya mbak? ‘’ tanyanya lagi.
‘’ Terakhir kali naik angkot pas SMP mas. ‘’

Wajah gue emang pasaran sih.

Si kernet langsung manggut-manggut. Mendadak gue sadar dari lamunan. Gue mulai senyum sendiri. Gue baru inget, hampir 5 tahun belakangan ini, gue selalu kepengen naik angkot. Bahkan gue bikin wishlist dan memasukan pengen naik angkot dan naik kereta api di dalamnya.
Bahagia gue sederhana banget jir. Huahahaa
Dan gue baru sadar bahwasanya gue sekarang lagi di angkot. Seketika itu juga gue udah lupa dengan kisah kelam di angkot dulu.

‘’ Mau turun di mana mbak? ‘’ tanya si kernet lagi.
‘’ Di kfc aja mas. ‘’

Tak berapa lama, gue udah ada berhadapan dengan pelayan cepat saji yang ada di sana.

‘’ Pesanan yang biasa kan? ‘’ tanya mas-mas kfc. Gue mengangguk lalu tersenyum. Perlahan muka kusut, perasaan kesel yang semrawutan tadi menghilang dari gue.

Gue ketawa kecil sambil ngeliat mas-mas yang sibuk nyiapin pesanan gue. Duuh kenapa rangorang hari ini lucu-lucu banget sik elah. Mood booster banget sih.

‘’ Dua dada, satu paha, satu chokocha, ‘’ ujar mas-mas sambil memberikan pesanan gue.

Hmm dua dada.

Oke fokus!

Setelah menyantap makan siang dengan penuh khidmat, sendirian, di hari Sabtu sore, gue dikagetkan dengan panggilan masuk dari Ibu. Ibu nanyain apakah anaknya yang paling cute senusantara ini udah sampai dan lagi di kantor atau belum.

Sumpah nih ya, kalo ga ada orang-orang di sini, karyawan kfc resign, gue sendirian di sini, sumpah nih ya, saat jawab pertanyaan ibu, gue udah nangis pasti. Pasti!
Hanya kursi, meja dan remah-remah kulit ayam yang menjadi saksi betapa perihnya hatiku saat itu.
Di saat seperti ini, daku rasanya pengen nabok diri sendiri.

Namun gue mencoba tegar saat menjawab pertanyaan dari Ibu via telpon. Gue menceritakan semuanya tanpa ada tetesan air mata yang jatuh. Yakali gitu doang gue nangis. Lemah! Cih!

Setelah ngobrol sekitar mabelas menitan, akhirnya telponan berakhir. Gue langsung kembali menikmati makan siang.

Setelah bokong gue anget karena kelamaan duduk, akhirnya gue beranjak dari kursi dan memutuskan untuk meninggalkan tempat makan tersebut. Saat gue keluar dari pintu, sepasang suami istri berpapasan dengan gue. Pasangan muda tersebut hendak masuk ke dalam. Gue yang dengan muka acak adul udah ngerasa cuek dengan sekeliling. Namun, entah kenapa pandangan gue menangkap sesuatu yang tidak asing.

Gue balik badan.


Lah, itu kan si Agus.  

(minjem nama samaran milik Yoga. Ehe)


Agus mantan gue pas kelas 3 SMP dulu. Pacar pertama gue. Huahahaa.

Gue beralih memandangi sang istri. Dengan jilbab yang terulur panjang, tampak perutnya sudah semakin membesar. Istrinya juga semakin cantik. Lebih cantik saat pertama kali gue melihat mereka berdua ketika gue diundang dalam acara syukuran atas pernikahan di rumah Agus.

Sejujurnya gue pengen menyapa mereka berdua. Tapi mengingat muka gue yang udah berantakan gini, gue memutuskan untuk pulang. Kan ga lucu kalo tiba-tiba istrinya ngomong ke Agus,

'' Jadi ini mas mantan pacar kamu dulu? tampangnya kucel, kumal, iih masih cantikan gue lah. ''

Kalo udah kejadiannya begini mah, rasanya ai mau nangys tujuh hari tujuh malam. Suer dah.


Namun, gue ga langsung pulang. Gue harus menunggu Nova, adik gue untuk menjemput di depan kfc.

Ya lu bayangin aje gue dengan muka berantakan gile, berdiri di depan kfc sambil mencet-mencet hp. Biar keliatan sok sibuk gitu. Padahal yang gue buka cuma kontak, galeri, scroll kontak, buka galeri, scroll kontak, ya gitu gitu mulu. HHH~

Pandangan mata gue yang tertuju pada layar hp, mendadak beralih ke salah seorang laki-laki yang berhenti tepat di depan gue.

‘’ Kakak mau pulang? ‘’ tanyanya. Gue yang rada pikun, lupa nama tapi hapal wajahnya, kemudian mengangguk.

‘’ Eh emm, iya dek. ‘’

‘’ Yuk aku anterin kak, ‘’ tawarnya. Dengan cepat gue langsung menolak tawaran baik dari adik kelas gue saat sekolah dulu. Takut aja, ntar tiba-tiba muncul judul Fake Motorcycle.


Kan jadi susah

.
.
.


Kalo di motor

.
.
.


.. trus yang bawa ngebut



‘’ Makasih. Gausah dek. Kakak udah bilang ke orang di rumah kok suruh jemput. ‘’

Lelaki baik dan ramah itu akhirnya pergi dari hadapan gue.

Entah kenapa, hari itu menjadi hari menyebalkan sekaligus menyenangkan yang pernah ada. Sejujurnya gue jarang keluar rumah selain untuk kerja dan kuliah. Hari-hari gue cuma berangkat kerja dari rumah, sampe kantor, trus sorenya pulang. Gitu mulu.

Gue ngerasa hari itu adalah hari paling baik dari hari-hari yang pernah ada. Gue bertemu, berinteraksi dengan banyak orang-orang baik. Gue bertemu dengan orang-orang yang mampu menghadirkan energi positif ke gue. Dan yang paling penting adalah, gue bisa naik angkot lagi.
Hhh~



25 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Hitung Mundur ah

Yawlaaa gue udah tua huhuuuu

Ini paansi baru nulis udah ngeluh saja. Ckckckck manusia jaman now memang ada-ada sajah.


Beberapa hari lalu, gue bertambah umur. Tentu saja jatah idup gue berkurang dengan sendirinya. Bertambahnya umur, bikin gue mikir panjang dan merenung. Apasi yang udah gue lakuin sejauh ini? gimana dengan impian-impian gue sampai saat ini? apakah sudah ada yang tercapai?

Inner me: Mau tau jawabannya?




Pikirkan sendiri!


                            

Sejujurnya gue ga berharap ada party ala ala, surprise dari orang terdekat yang wow, atau sejenis itu. Udah tua juga. Dikasih umur panjang aja gue udah bersyukur banget niy.
Tepat jam 12 malam, sms dan chat mulai masuk ke handphone gue. Sms dan chat dari temen-temen tercinta. Alhasil gue terbangun dari lelapnya tidur saat itu. Kesel sih, ganggu orang tidur. Tapi gue juga terharu. Walopun gue sering dibilang ga guna, resek dan ngeselin, ternyata mereka tetep menganggapku teman. Aaah aku bahagia. Lupyu ol.

Setelah membaca beberapa sms dan chat yang masuk, gue lanjut tidur. Tidak lupa mematikan nada dering handphone. Harusnya tidur gue kali ini gabole diganggu nih. Soalnya ini adalah tidur pertama gue ketika gue berumur 21 tahun. Hhh~



Lempar golok neh!


Seperti biasa, gue bangun pagi-pagi. Membereskan tempat tidur, beresin rumah de el el. Gue berangkat kerja seperti biasa. Fyi aja nih, sebulan terakhir ini gue kerja pake sepatu hak tinggi. Gila, gue udah feminin ga si?
Selama ini gue kerja pake flatshoes sih. Tiep liat mantan jalan sama pacar barunya, gue gabisa ngapa-ngapain. Mau marah juga gabisa. Nah, kalo sekarang gue udah berhak dong.

Oke. Lupakan

Sesampainya di kantor, gue mendapatkan ucapan dari temen-temen kantor tercinta. Beberapa hari
sebelumnya temen-temen kantor gue udah mulai candain gue. Kayak nanya, ' besok makan di mana nih?', ' siapa yang traktir nih besok? ' dan pertanyaan sejenisnya.


Setelah itu tidak ada yang aneh.


Sampai pada akhirnya

.

.

.

Salah satu temen kerja gue nyamperin gue ke meja kerja. Saat itu jam sudah menunjukan pukul 12 siang. Saatnya istirahat.

'' Lan, makan siang di luar yuk? ''

Gue cengo. Kaget.

'' Lah, jadi ya makan barengnya mas? '' tanya gue sambil bersiap-siap hendak membereskan meja kerja. Mas Adi mengangguk. Gue langsung ke kamar mandi, cuci muka, pake sunblock dan parfum.

Saat gue menyandangkan tas ransel, gue bertanya ke mas Adi.

'' Mas, yang lain pada kemana? Ga diajak makan bareng juga? '' tanya gue saat melihat di parkiran luar cuma ada gue dan mas Adi.

'' Yang satu pulang ke rumahnya lan, satu lagi udah makan di luar sih kayanya.''

Mas Adi menyalakan motornya. Gue pikir siang ini bakalan makan rame-rame. Lah kalo berdua gini doang apa-apaan neh. Tapi, gue tetep berpikir positif. Kali aja nanti temen yang lain bakalan datang juga ke tempat makan yang kami tuju.

Selama di perjalanan, gue cuma diem. Panas coy. Mas Adi akhirnya mengajak gue ngobrol sembari memperbaiki kaca spionnya agar supaya muka gue yang ga seberapa itu muncul di kaca spion.

'' Wulan mau dibeliin kado apa? '' tanyanya.

'' Hahahaha gausahlah. Pake kado segala. Kadonya doa baik aja deh. ''

Sesampainya di tempat makan, kami langsung memesan makanan. Sembari menunggu pesanan, mas Adi mencoba untuk mengajak gue ngobrol. Gue cuma ha-ho-ha-ho doang demi menghargai ajakan ngobrolnya hahaha.

Dalem hati gue mah, ' WANJEER INI TEMEN-TEMEN PADA KEMANA DEH. NAPA JADI MAKAN BEDUAAN GINI SI ELAAH. '


Beberapa menit kemudian, pesanan kami datang. Setelah kami dengan lahap memakan makan siang saat itu, gue mulai sibuk dengan handphone. Suasana juga mendadak hening. Gue mulai ngechat mas Tio. Cerita kalo kejadian makan siang kali ini absurd abis. Mana banyak orang yang ngeliatin lagi. Pasti mereka ngira kalo gue sama mas Adi adalah sepasang kekasih yang sedang dimabok asmara. Yawlaaa plis.


' Hitung mundur ah. Bentar lagi pasti ada yang bilang suka. '


Gue hanya tertawa membaca chat dari mas Tio di layar handphone. Gue tau, dia pasti sedang tertawa ngakak di sana.



Dan, benar saja gaes.

'' Lan? ''

Sebuah suara memanggil gue dengan halusnya. Gue menoleh dan melepaskan pandangan dari layar handphone.

'' Iya mas? ''

Suasana mendadak slow motion. Udara semilir siang itu mulai terasa sejuk.

'' Kalo seandainya, rasa yang dulu pernah muncul lagi, gimana? ''

Fyi, dulu mas Adi pernah ehem nyatain cinta dan minta gue jadi pacarnya. Tapi gue gamau dan berusaha menolaknya dengan baik-baik.

Tangan gue langsung memencet record di layar chat pada nama kontak mas Tio.

'' Hah? maksudnya? ''

'' Iya, mas suka sama Wulan. Kira-kira gimana? ''

Gue sontak tertawa.

'' Hahaha mas Adi ada-ada aja deh, '' ujar gue.

'' Ini serius. ''

Gue terdiam.

'' Kalo katanya gaboleh pacaran dalam satu kantor, sebisa mungkin mas akan keluar dari kantor ini. ''

Gue cengo.


WADAAW. GUE HARUS BERKATA APA NEH


LAGIAN NGAPAIN JUGA SI DIA NEMBAK GUE PAS ULANGTAON GUE?

BIAR APA?

BIAR SOSWIT?

ROMANTIS?


TRUS INI APAAN? CANDLE LIGHT LUNCH GITU?


YA ALLAH PLIS


Gue sebisa mungkin, semampu mungkin untuk mencoba memberinya pengertian agar dia paham dengan maksud gue. Ya intinya gue udah nganggap dia ya kayak temen kerja sendiri. Lah kan emang temen kerja sendiri.

Ya juga yak.

Gue masih berceloteh sembari sesekali melirik ke layar handphone. Melihat detik di record yang berjalan.

'' Itu taruh dulu deh handphonenya, '' ujar mas Adi sambil memegang tangan gue.


WANJEEERRR PAPAAN NEH


DIA MEGANG TANGAN GUE YA ALLAH.


DILIATIN ORANG.


ATAAAEE


Seketika tangan gue terlepas dari layar handphone. Recordnya sudah terekam dan berhasil terkirim ke mas Tio. Dan seketika itu juga gue langsung menarik tangan gue cepat dari genggaman tangannya.

'' Ih apaan sih gausah pake pegangan tangan. ''

Gue mulai kesel.

Suasana kembali hening. Yang terdengar hanya suara air mancur yang berada di tengah-tengah kolam yang ada di hadapan kami. Gue menyeruput jus mangga sambil kembali memainkan handphone.

'' Udah yuk mas, udah mendung deh kayanya. Pulang yuk, '' ujar gue sambil menyandangkan tas ransel di bahu gue. Mas Adi mengangguk. Tanpa suara.

Sepanjang perjalanan pulang, yak suasana yang akan terjadi adalah hening. Hening sepanjang jalan. Sesekali terdengar suara jedug dari helm gue yang kejedot helmnya.

Bener-bener ulangtahun terburuk yang pernah ada. Nah yang gue ga abis pikir nih ya, kok tebakan mas Tio bener ya. Saat dia ngechat, ' Hitung mundur ah. Bentar lagi pasti ada yang bilang suka. '

Dan. Beneran kejadian.




53 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

5 Blog Favorit Sepanjang Masa. Nomor 3 Gue Nulisnya Terpaksa! Wow!

Beli onde-onde di pasar raya



Cakeeeepp..



Tidak lupa membeli jambu



Yawlaaa

Terakhir ngeblog 2 bulan lalu

Setdah. Udah keren belum sih pembukaan postingan gue pake pantun gini.



Selama gue vakum dari dunia blog, percayalah, gue sebenernya masih tetep keliaran di blog. Gue masih blogwalking tanpa buka dasbor. Gue masih doyan bacain tulisan-tulisan baru yang alamat blognya gue hapal di dalam kepala.

Well, kali ini gue bakalan menuliskan 5 blogger beserta alamat blognya yang menjadi blog favorit gue. Lima blog ini akan dengan gampang gue ketik di new tab setiap kali gue membuka komputer. Menanti tulisan-tulisan barunya. Ya meskipun gue jarang banget ninggalin komentar di setiap postingannya. Kalo kata Yoga Eskrim, '' kadang ada tulisan yang ga perlu untuk dikomentarin. ''
Ehe.

Penasaran?


Engga yaa?

.

.

.


Yaudah gapapa.



Penasaran aja dong plis.



Baiqla.



                                     




1. Gustyanita Pratiwi (Gembul Kecil Penuh Debu)

Ibu muda ini yang berparas lucu, imut dan baby face ini sering membuat gue mengira bahwasanya blog ini dipegang oleh anak SMA nan ayu. Pertama kali nyasar ke blog ini, gue langsung nyari label postingan yang tertera di sebelah kanan halaman blog. Gue langsung mengobrak-abrik tulisan yang berlabel honeymoon dan wedding. Yawlaa kiyut banget sih ini.
Mulai hari itu, gue mulai rajin mengunjungi blog milik mba Nita. Yang gue suka dari tulisannya adalah, kalimat yang digunakannya lucu-lucu. Banyak plesetan yang bakal bikin gue mikir kayak, ' ini artinya apa ya? ' lalu menduga-duga sendiri. Hahaaha.
Selain itu, beliau juga sering membagikan tulisan bertema kuliner. Yang bikin pembaca selalu menelan ludah sebelum meninggalkan komentar di halaman blognya. Ngiler euy.




2. Howhaw

Awalnya gue mengira blog ini adalah blog khusus tentang pelajaran fisika. Serius. Gue sempat akan memilih untuk close tab. Namun, ada suatu panggilan hati yang membuat gue mengurungkan niat tersebut. Seakan ada sebuah bisikan di telinga gue yang berkata, ' wahai Wulan, ini bukan blog yang serius-serius kok. Percuma serius-serius kalo pada akhirnya malah nikah sama temen sendiri. '

Gue mengangguk setelah mendengar jelas bisikan tersebut. Benar saja. Tulisan di blog ini bikin gue ngakak so hard. Bang haw pinter menuliskan analogi yang unique. Kadang gue sampe mikir, ' ini anak kok idenya ada-ada aja ya. '
Bang haw sangat bisa menggabungkan tulisan serius dengan tulisan humor. Perpaduannya pas. Kalo dalam istilah lain namanya belajar sambil ngakak. Setiap kali baca tulisan di blog ini, gue harus benar-benar menyediakan waktu khusus untuk memahami tulisannya.



3. Yoga Esce 

Blogger sekaligus kolektor video faxe taxi dan faxe hospital ini kebalikan dari bang Haw. Setiap kali gue banyak masalah, butuh hiburan, gue selalu memilih untuk mengunjungi blog ini. Tentu saja setelah membaca tulisannya, MASALAH GUE MAKIN NAMBAH:(
Pusing gue mikirinnya. Kok orang kayak dia gini masih idup sih?

Ada yang nanya darimana gue bisa menemukan blog unfaedah ini?

Oh ga ada ya.


Yauda si gapapa.


Kalo gue ceritain gimana gue bisa menemukan blog Siluman Capung ini, yang ada ntar gue menyesal.


Kalo gue suatu saat ke Balikpapan dan bertemu dengan Yoga Esce ini, gue pengen tereak di telinganya,

'' IDUP LU GA ADA BENERNYA YA? ''

Iya. Entah kenapa Yoga selalu membagikan kisah sehari-harinya yang begitu sial dan ngenes. Bikin pembaca bingung. Antara pengen ketawa atau meratapi kesialan kisah hidupnya. Sebagai orang yang berjiwa sosial tinggi, ya jelas dong gue milih untuk MENERTAWAKAN KESIALAN HIDUPNYA HUAHAHAHA

Yang gue suka dari gaya nulisnya Yoga adalah, dia selalu menuliskan curhatan konyol yang ngalir begitu aja. Blak-blakan. Tulisan dia bisa jadi penghibur bagi diri gue.

Sekali lagi, jika suatu saat gue bertemu dengan Yoga Esce, gue mau tereak di telinganya,

'' ITU LEMPER PAK RUSTAM BALIKIN WOY! ''



4. Syarifatul Adibah 

Mahasiswi sekaligus abang preman di wilayah Pekalongan dan sekitarnya ini bikin gue shock saat pertama kali mengenalnya. Waktu itu Dibah meninggalkan komentar di salah satu postingan gue. Gue langsung mikir,

'' Lah ini Adibah anaknya almarhum Ustad Uje itu ya? Hah? Demi apa dia komen blog gue? ''

Gue buru-buru menuju blognya. Ingin mencari tau lebih dalam. Selesai gue membaca salah satu tulisan Adibah di blognya, gue langsung bergumam,

'' APAAN NEH ADA CEWE YANG BEGINIAN ''

Gue memasukan salah satu blog Adibah ke dalam 5 blog terfavorit ini karena, gue baru nemuin satu spesies yang nau'ujubilah kelakuannya. Macho abis, gesrek luar biasa.
Gue ngerasa kalo Dibah ini adalah Yoga Esce versi cewek. Tapi Yoga kayanya lebih sial sih. Terbukti dari kebanyakan tulisan di blognya. Huahahaha.

Setiap kali ada tulisan Dibah yang baru di dasbor, gue langsung memutuskan untuk membacanya saat itu juga. Gue suka dengan gaya tulisannya yang curhat asal-asalan dan apa adanya. Sampe-sampe bentar-bentar gue ketawa tiap baca tulisannya. Sambil ngucap juga sih.

Selain menjadi blogger favorit gue karena tulisannya yang kocak abis, gue juga salut dengan ketegaran yang dimilikinya. Itu terbukti ketika ia mendapatkan tugas pelajaran Agama dari kampus. Tugasnya adalah, menyalin buku iqra.

Adibah, lofyu!



5. Haris Firmansyah

Blogger muda yang ga muda-muda amat ini gue pilih karena gue salut akan ide-ide cerdasnya dalam ngeparodiin film. Jalan pikirannya ada-ada aja, kocak abis. Awalnya gue sempat males saat pertama kali berkunjung ke blognya. Gue mikir, '' yaelah ini cerpen doang ya. ''

Tapi setelah gue baca sedikit demi sedikit, eeeh CERPEN MACAM APA INI YA ALLAH

Kok lucu? :(

Setiap tulisannya dalam ngeparodiin film yang bikin ngakak sampe perut ai mules, bang Haris juga punya banyak plesetan kata yang biasa ia gunakan dalam tulisannya. Film-film yang serius, menegangkan, romantis bisa-bisanya berubah menjadi film konyol jika sudah diparodiin olehnya. Eeet meskipun begitu, bang Haris juga sering loh menuliskan cerita pribadinya yang diselipin oleh curhatan ehee.

Salah satu postingannya yang akan gue inget sampai kapanpun adalah, Menggarong di Tenggarong. Di tulisan itu gue menemukan fakta bahwa, bang Haris fobia tanjakan. HAHAHAHAHA

Hal ini membuat gue berpikir bahwa, beliau lebih baik tinggal di tepi pantai saja. Agar supaya bisa berfoto dan berpose dengan menggunakan 13 tipe pose cowok ketika swafoto di pantai.


* * *

Nah, itulah 5 blog yang berhasil merebut hati gue. Mereka selalu menjadi moodbooster bagi gue dan juga menjadi sumber inspirasi dan kebahagiaan dalam dunia blog ini.

Tulisan WIRDY lainnya bisa dibaca di bawah ini:

Yoga : 5 Blog yang Menyenangkan Sekaligus Menyebalkan
Icha : Bikin Engas, Ini Dia 7 Blog yang Mencapai Big O!
Darma: Dalam proses
Robby: 5 Blog Lucu dan 3 Blog Pemenang Giveaway. Nggak Ada Raditya Dika!




28 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Nemenin Belanja, Oh Indahnya!

                                     


Di hari kedua sebelum lebaran, gue dan temen-temen kantor mengadakan buka bersama. Bangke emang, padahal jumpanya tiap hari, tapi baru bisa bukber di hari kedua sebelum lebaran. Hhh~
Teman kerjaku sungguh mengagumkan.
Setelah buka puasa bareng, salah seorang sales di perusahaan meminta gue untuk menemaninya belanja di pusat perbelanjaan. Katanya, dia gatau area di sini. Oke, saya temanin kamu.

Berangkatlah gue bersama bang Jimy ke pusat perbelanjaan menggunakan motor blade gue. Bang Jimy yang berbadan wow-sungguh-gembrot itu memakan hampir separuh bagian jok untuk duduk gue. Ini cobaan yang sungguh di luar dugaan. Selama di perjalanan, gue harus menaikkan badan setiap kali ingin melihat jalanan ke depan. Ya menurut lu aje gimana bisa mau ngeliat ke depan kalo badannya segitu besar.

Tapi gapapa, aq ikhlas menjalankan ini semua walaupun yang bisa kulihat di sepanjang jalan hanya spanduk, trotoar dan pepohonan yang menghiasi pinggiran jalan.

Belum lagi kalo duduk, paha gue harus ya harus sedikit lebih lebar demi menempatkan pinggulnya yang wow-besarnya-sungguh-emejing.

Ya Allah, aku ikhlas kok nemenin Bang Jimy.

Eet, tapi ini bukan Jimy Neutron ya. Plis.

'' Kita parkir di mana lan? '' tanyanya.
'' Di depan sana aja bang. Kalo masuk, harus muter. Repot. '' -Wulan, 20 thn, perempuan yang tidak suka repot.

Gue dan bang Jimy turun dari motor. Gue melepaskan helm, melepaskan masker, melepaskan baj.. eh enggak deng.

'' Yuk bang, '' ujar gue sambil melangkah sedikit meninggalkan area parkir.
'' Ini aman helmnya di sini? '' tanyanya. Gue mengangguk. Ya gimana ga aman, wong gue tiap hari ke sini naruh helm di spion alhamdulillah aman-aman aja. Lagian helm bonus dari motor, siapa juga yang mau nyuri yawlaaa. Helm sejuta umat.

'' Bentar, bentar, '' ujarnya. Gue menyaksikan bang Jimy membuka jok motor gue, menyangkutkan tali pengait helm ke cantolan bagian dalam jok, kemudian menutup jok kembali.

Hmm, bang Jimy lelaki yang penuh dengan kehati-hatian.

Setelah masuk ke dalam pusat belanja, kami langsung naik ke lantai atas. Bang Jimy mau nyari sepatu katanya. Belom sampe 5 menit, gue akhirnya turun atas ajakan bang Jimy. Kami kemudian ngacir ke bagian pakaian cowo. Dan sumpah, gue udah dari lahir di kota ini, entah udah berapa kali belanja di sini, tapi gue baru kali ini masuk ke area pakaian cowo. Hhh~

Kemeja cowo keren-keren ya, gue sampe naksir. 

'' Oh gini ya isi bagian pakaian cowo, keren-keren ya bang, '' ujar gue kagum.
'' Lah, Wulan belom pernah ke bagian sini? '' tanyanya sambil mencari-cari celana santai.
'' Belom bang. Hahaha. ''
'' Serius? Beli baju buat cowo, hadiah atau apa gitu? ''
'' Gapernah beliin baju gitu bang hahaha, '' ujar gue.

Setelah ngekor kemana bang Jimy pergi dan bergerak, akhirnya ia memilih satu buah celana pendek untuk santai. Celana pendek berwarna dasar biru, dengan sedikit bermotif kuning, Gue lupa coraknya berbentuk apa. Pokoknya celananya unyu deh. Kayak orang yg nemenin.

'' Wulan mau beli baju juga? '' tanyanya. Gue menggeleng cepat.
'' Gausah bang, kemaren udah beli baju kok. '' Gue menolak.

Kami berkeliling lagi mengitari area pakaian cowo. Bang Jimy asyik memilah-milih pakaian, sementara gue sok-sokan ikut meneliti bahan-bahan pakaian yang ada di sana. Sampai pada akhirnya, seorang cewe menyapa gue.

'' Hai, Kak Wulan. ''

Seorang karyawan mall memanggil gue. Gue menoleh.

'' Hei, Mayang, '' ujar gue dengan suara lantang bak kernet angkot.

Mayang, adek Roza (sahabat gue) ternyata kerja di sini. Kok gue baru tau ya. Aha, yaiyala dia kan baru lulus sekolah kemarinan.

'' Sama siapa kak ke sini? '' tanyanya.

'' Ini nemenin abang ini, Mayang, '' jawab gue sambil menunjuk bang Jimy. Mayang langsung menyipitkan matanya. Bola matanya bergantian menyorot ke arah gue, kemudian beralih ke arah bang Jimy. Suaranya mulai berdehem.

'' KAGAK ANJIIRR, '' ujar gue cepat. Kami kemudian tertawa.

Gue heran deh sama bang Jimy. Dua hari sebelum lebaran, dia sok ikutan belanja gitu. Padahal lebaran juga kagak. Btw, bang Jimy berbeda keyakinan dengan gue. Tapi gayanya belanja kayak sibuk mau beli persiapan buat lebaran. Hahahaha

Tidak lama kami berada di sana sebelum pada akhirnya kami meninggalkan pusat perbelanjaan itu dan beralih menuju distro. Bang Jimy mau beli celana pendek lagi, katanya. Positif thinking aja, mungkin dia mau memamerkan keseksian dan kemontokan pahanya dengan mengenakan celana pendek untuk jalan-jalan keluar rumah.

Hmm, fantastis.

Sesampainya di distro, yang gue sendiri belom pernah masuk, kami pun turun dan mencari celana pendek yang bang Jimy inginkan. Namun tak sampai 5 menit, kami keluar dari distro. Celana pendek yang bang Jimy inginkan tidak ada di sana. Kami pergi ke distro lainnya. Sampai di distro ketiga pun juga tidak ada celana pendek yang diinginkannya.

Dan sekitar jam setengah 9, bang Jimy akhirnya menyudahi acara berkelana demi mencari celana pendek pada malam itu.

Satu hal yang membuat gue hampir lupa, bahwasanya ternyata, Gue. Belom. Mandi.


Motor gue berhenti di penginapan bang Jimy. Akhirnya gue pun langsung pulang ke rumah.

Ternyata begini yawla nemenin cowo belanja. Banyak maunya. Melelahkan. Hhh~

Malam itu, gue tidak langsung pulang ke rumah. Gue memilih untuk singgah sebentar ke laundry untuk mengambil pakaian. Ini adalah trik jitu gue sebelum mudik. Agar supaya tidak perlu cape-cape mencuci, menyetrika, dan menumpuk pakaian dengan rapi di dalam koper. Wow. Aku sungguh cerdas.
Ketika gue hendak mengeluarkan dompet untuk membayar laundry, gue menemukan sebuah hp berwarna putih di dalam tas ransel gue.



Hp bang Jimy.




Gue langsung menelfonnya. Bang Jimy mengatakan bahwa nanti sekitar jam delapan ia akan ke rumah bareng temen kerja gue. Dan ketika dia sampai di rumah gue,

Bang Jimy mengenakan celana pendek biru bermotif kuning yang unyu tersebut.


Kira-kira begini nih celananya. Kalo yg ini motifnya berwarna putih. 
                                     



Gue pribadi sebenernya tipe orang yang kalo belanja males lama-lama. Apa yang menurut gue bagus, yaudah langsung gue beli. Ga kayak rangorang yang kalo belanja kelamaan muter, milih ini-itu. Pake acara dilema di antara dua pilihan. Cih.

Kayak kakak gue.
2 kali gue nemenin dia belanja nyari sepatu. Di hari yang berturut-turut.

Hari pertama, gue dan dia muter-muter. Megang sepatu, liat merek, liat kualitas, nyari ukuran sepatunya yang berukuran kaki cowok alias ukuran 41 anjer, trus dicobain ke kakinya.

Ngacaan.

'' Hmm warnanya ga suka deh. Yang lain yuk, '' ujarnya sambil meninggalkan sepatu tersebut.

Gue temenin dia jalan keliling lagi nih. Mata gue berkeliaran nyari yang bertulisan DISKON SEKIAN PERSEN. Jiwa perempuan sejati gue mulai timbul nih kalo udah kayak gini.
Setelah beberapa menit, akhirnya kakak gue berhenti. Dia megang salah satu sepatu berwarna hitam metalik.
Dalem hati, gue udah lega dan mengucap hamdalah. Akhirnya betis gue bisa beristirahat dengan tenang.

Kakak gue mulai nyobain sepatunya.

Ngacaan.

'' Ih jelek ya. Lagian aku udah punya warna item di rumah. ''

Betis gue mulai kembali mengembang. Gue mengelus betis gue seraya berkata, ' sst sabar ya, semua akan indah pada waktunya. '

Kakak gue berjalan lagi. Sekitar sepuluh langkah, ia kemudian berhenti. Kali ini ia memilih sendal. Ia mengenakannya di kakinya.

Ngacaan.

" BAGUS KOK. '' ujar gue langsung. Katanya nih ya, ucapan orang lain itu bisa jadi sebuah sugesti.

'' Eh masak sih? '' tanyanya mulai terpancing.

'' Iya nih bagus. Pas di kaki. Warnanya juga unik, '' ujar gue lagi.

'' Iih tapi masak lebaran pake sendal sih. Engga deh, ''


:)

:))

:)))

:))))))))))


Entah udah putaran ke berapa gue dan kakak mengelilingi tempat ini. Saking keselnya, kalo ngelewatin tempat yang sama, gue langsung ngomong,

'' KOK KAYAK DEJAVU GITU YA, PERASAAN UDAH LEWAT SINI DEH TADI. ''

Di hari itu, kami pulang dengan tangan hampa. Tidak ada sepatu yang dibelinya.

Keesokan harinya, setelah berbuka puasa, kakak gue ngajak gue dan kedua adik gue nyari sepatu. LAGI.

Baru tadi malem si betis gue pijit pake balsem, eeh sekarang udah diajak bertarung lagi. Gue mengelus betis gue kembali, seraya berkata, ' ntar malem aku pijit lagi ya. '

Setelah dua atau tiga kali kami tawaf di lantai dua pada bagian sepatu, akhirnya gue dan Nova mulai kelelahan melihat kakak. Saat lagi seru-serunya tawaf, kakak gue berhenti.

'' Eh itu lucu deh sepatunya. '' Dia berlari menuju sepatu yang dimaksud. Gue dan Nova mengelus dada dari kejauhan.

'' Bagus ga sih? '' tanyanya setelah mencobanya.

'' Bagus kok, '' ujar Nova.

'' Iya bagus. Pas, '' tambah gue berusaha melengkapi agar supaya pendapat kami berdua menjadi bahan pertimbangan untuknya.

Kakak gue terdiam lama.

'' Tapi masak lebaran pake sepatu loafers sih, '' ujarnya sambil memperhatikan sepatu yang dikenakannya di kakinya. Gue dan Nova saling berpandangan.

'' Gapapa. Keren kok. Kan lagi model tuh sekarang, '' ujar gue sambil berharap dia tidak akan meletakkan sepatu itu di tempatnya kembali. Dia melepas sepatunya, memegangnya, melihat-lihatnya kemudian,

'' Yuk deh ke kasir. ''


ALHAMDULILLAH


* * *

Kadang suka heran sama orang, apalagi perempuan yang kalo belanja bisa sampe belasan putaran mengelilingi tempat yang sama. Ga bosen apa, ga cape apa?
Yang kasian tuh para laki-laki yang rela nungguin, nemenin pacarnya buat belanja. Sabar ya bro, gue tau apa yang kalian rasain :))



                                          


Apaqa semua perempuan diberikan kelebihan untuk berbelanja muterin mall selama berjam-jam tanpa rasa cape?
Sementara gue kalo belanja, paling males banget muterin mall, kelamaan milih. Letih adek, bang.

Lantas, kalo begitu, apaqa aku bukan perempuan sejati?








5 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Q & A WIRDY



Hallo semua!

Oh ya, kali ini WIRDY bakalan bikin pertanyaan yang dijapri di wasap dan dijawab di postingan blog  masing-masing. 
Penasaran apa-apa aja pertanyaan yang mereka kasih ke gue?

Cekidoott!









Pertanyaan dari Icha:

     1. Kan kakak pernah kopdar ya sama Heru Arya. Kesannya gimana kak? Iya sih kakak udah certain di postingan blog. Tapi setelah beberapa lama itu terjadi, gimana kesannya kak? Akankah kakak ingin kopdar lagi?

Jawab:
Bertemu Heru Arya a.k.a Pangeran dari kerajaan wortel memang menjadi kopdar pertama gue selama gue ngeblog. Kopdar pertama, bareng Pangeran lagi. Wow. Gue sangat bangga. 

Kesannya, karena itu adalah my first kopdar, kesannya seru. 

Pange ternyata lebih asyik pas ketemu langsung. Pange bisa langsung nyerocos cerita ini itu, sharing berbagai pengalaman yang membuat gue sebagai pendengar dan blogger newbie langsung berdecak kagum. Gue bangga mengenal beliau. Setelah beberapa hari atau minggu apa ya, gue lupa. Pange ngechat gue. Dia banyak sekali ngasi tau gue tentang teknik SEO, gimana caranya agar blog ada di page one, bikin branding, ubah domain dan banyak lainnya. 
Tentu saja saran untuk ngubah domain ketika itu gue jawab dengan, ‘’ hehee iya ntar aja, Pange. ‘’ 

Dan setelah kopdar itu, ternyata eh ternyata Pange tidak hanya baik dengan banyak sharing hal-hal tentang blog saat kopdaran itu aja. Pange juga baik ketika ia menawarkan diri ingin mengganti template blog gue.

Waw. Pangeran yang berhati mulia. :)
Dan kesan gue mengenal Pange, bisa kopdar sampai hari ini gue gambarkan dengan satu kalimat. Yaitu,

PANGE ADALAH LELAKI TULUS TANPA MODUS DAN BUKAN LELAKI KARDUS!

Dia tulus ngajakin gue kopdaran, bantuin gue anuin template, ngejelasin ilmu blog tanpa ada mengharapkan imbalan dalam bentuk uang maupun beras.

Kalo ditanya mau kopdar lagi apa enggak, hmmm pikirkan sendiri!
Hehee. Cnd.
Iya jelas mau dong kopdar lagi bareng Pange, bareng blogger Pekanbaru lainnya. Duh kangen mereka. Huuhuuu


      2. Kak, gimana menurut kakak soal digital love? Ceritain dan kasih tips berdigital love yang baik dong kaaaak.

Jawab: 
Digital love. Hmmm gimana ya. Cinta yang bisa muncul melalui dunia maya. Menurut gue cinta itu ga bisa diprediksi kapan datangnya. Entah melalui apa dan cara yang bagaimana. Sebenarnya sama kayak jatuh cinta pada umumnya, digital love ini bisa muncul karena adanya komunikasi yang intens. 

Saling tukar pikiran, sharing, meminta pendapat satu sama lain yang berujung dengan ‘kenyamanan’.
Kalo dipikir-pikir, lucu sih emang. Belom tau gimana bentuk orangnya, eeh udah bilang cinta. Even tau orangnya dari foto, tapi aneh rasanya jika tanpa bertatap muka langsung dengan si doi.


Ih Icha segala nyuruh pake certain lagi huhuuu


Oke oke baiklah. Seperti yang manteman tau, beberapa waktu lalu, maybe hitungannya setahun lalu ya, gue pernah mengalami hal demikian. Gue mengalami digital love dengan sesama blogger. Yaa you know lah hahahaha
Kami rajin berkomunikasi baik melalui chat ataupun telpon. Hingga bulan berganti bulan, dan TAP rasa itu muncul!

Aneh bin lucu memang nih. Bisa suka sama orang yang belum pernah ketemu sama sekali. 

Namun, pada akhirnya kami juga sempat bertemu, dia menyempatkan diri untuk terbang ke tempat di mana gue tinggal. Dan karena suatu hal, kami, lebih tepatnya gue memutuskan untuk menyudahi cerita tersebut. 
Karena ada beberapa faktor internal dan terlebih gue, sebagai perempuan pada umumnya jadi ngerasa kayak,
‘ Gimana kalo cuma gue doang yang cinta sama dia? Lah dianya enggak? ‘
‘ Gimana kalo ternyata selama ini gue terlalu berharap dan kegeeran doang? ‘

Dan beberapa pikiran jelek lainnya. Satu hal lagi, gue juga butuh kepastian :))
Hingga pada akhirnya gue memutuskan untuk memberi jarak pada kedekatan kami. Kami tetap dan masih akan berteman hingga sampai kapanpun.

So, tips untuk menjalani digital love yang baik adalah:

DON’T



Pertanyaan dari Robby:

    1. Dalam kehidupan kan pasti kita nemuni kejadian. Apa aja kejadian yang awalnya pesimis bakal sukses, nyatanya setelah dijalani akhirnya sukses. Kayak ngerasa, ‘’ Ah, ini mah nggak akan bisa. Gak akan bisa. ‘’ Gitu.

Jawab: 
Pertanyaan dik Robby ini pernah gue alami sewaktu gue duduk di SMK. Gue waktu itu diajak oleh seorang guru untuk menjadi peserta English Debate Olympiad. Ada 3 orang termasuk gue salah satunya. Gue awalnya menolak. Ya abis gue ga punya kemampuan apapun untuk menjadi peserta olimpiade itu. Kosa kata gue minim, speaking gue juga rendah banget, ah ancur bangetlah pokoknya. 

Gue berulangkali menolak dan meminta agar tidak memilih gue sebagai peserta olimpiade. Hingga pada akhirnya gue mikir,
‘ Ah bodo amat dah. Ntar pas latihan juga tau gimana lemahnya kemampuan English gue. Moga deh mereka batal milih gue. Toh sampe kapanpun gue ga akan bisa ikut beginian.‘

Asli. Gue uring-uringan selama latihan debate. H-7 menjelang olimpiade, kami dilatih siang malam di sekolah. Gue bener-bener males, otak gue mumet.

Dan di hari kelima latihan, tiba-tiba terlintas di pikiran gue kalimat,
‘ Mereka sepercaya ini sama gue, seyakin ini, ga mungkin gue ngecewain mereka, juga pihak sekolah. Oke, gue harus bisa! ‘

Dan sampai di hari H, di Universitas tempat olimpiade itu diadakan, gue dan beberapa peserta lainnya yang berasal dari satu sekolah bener-bener gugup. Apalagi ngeliat lawan yang pake kacamata, kayak jenius banget gitu. Gue baru sadar bahwa gue juga memakai kacamata saat itu. Gue menunduk, mengintip dari celah seragam yang terkancing, memastikan bahwa kacamata gue lebih layak dibandingkan mereka.


OKE INI NAPA BAHAS KACAMATA YAWLAAA


Ya pokoknya kami sempat nerveous gitu deh. Tahap demi tahap kami ikutin dengan baik dan lancar. Di tengah perlombaan berlangsung, gue sempat mikir,
‘ Yah, kalo lawannya begini mah udah jelas ga masuk 20 besar ini mah. Kalah, kalah dah. ‘

Gue sepesimis itu.

Dan ketika panitia mengumumkan sederet nama sekolah yang masuk di 20 besar dalam SEO (Sumatera English Olympiad),

KAMI MENDAPAT PERINGKAT 16 BESAR OLIMPIADE DEBAT ENGLISH SEPULAU SUMATERA DONG!

Gue terharu. Mau nangis dipelukan babang Hamish Daud. Mengingat gue ga ada apa-apanya dibandingkan mereka yang jenius berkacamata. Mungkin ini efek kacamata yang gue pake apa yak? Hmm.

Sepanjang perjalanan pulang, gue berjanji pada diri gue sendiri agar berusaha mengurangi ketidakyakinan pada diri sendiri.

***

Cerita lainnya, ketika gue baru saja lulus SMK. Gue pernah berkata kepada diri gue sendiri,
‘ Yailah tamatan SMK trus nyari kerja, paling dapatnya kerja apaan sih? ‘

Gue bisa berkata seperti itu karena gue sering melihat kakak kelas dan temen-temen sekolah yang lebih dulu bekerja. Apalagi di kota tempat gue tinggal. Mentok-mentok mereka  yang gue kenal (lulusan SMK/SMA) kerjanya jadi pelayan/clenaning service minimarket, kerja di fotokopian, kerja di konter hp dan berbagai pekerjaan lainnya. Di kota tempat gue tinggal, tentu aja dengan pekerjaan seperti itu, gaji yang mereka dapatkan jauh di bawah UMR. Kan kasihan dengernya.

Dan hal itu membuat gue terus berpikir, kuliah dulu apa kerja dulu ya. Tapi kalo gue kuliah, gue gamau membebani orangtua. Kalo kerja dulu, yaudah gapapa deh. Apapun kerjaannya gue terima. Gue udah bener-bener pasrah. Ga mungkin gue bisa dapat kerjaan yang santai, di depan meja komputer, nyaman dengan upah yang sesuai.
Gue mah apaan, tamatan SMK doang. Ga ada apa-apanya dibandingkan mereka yang memiliki gelar Strata-1.

Tapi gapapa deh, gue kerja aja. Bodo amat sama lontaran dari beberapa temen gue yang memilih untuk melanjutkan kuliah, yang seingat gue mereka bilang,
‘ Tamatan SMK mah mau kerja apa. Gabisa kerja kantoran, paling cuma jaga minimarket, ngepel, nyapu. ‘


Gue ingat jelas banget ucapan itu. Dan gue sempat down mendengarnya.


Gue bener-bener optimis. Gue sama sekali ga ada nyari lowongan kerja lewat internet maupun halaman Koran. Karena kebanyakan yang dibutuhkan perusahaan yang membuka lowongan kerja di media seperti itu membutuhkan karyawan yang minimal D-3 atau Strata-1.

Hingga pada akhirnya, gue mencoba memasukan lamaran ke salah satu swalayan. Denger-denger di sana katanya kalo karyawan baru kerjaannya jadi cleaning service, bikin minum buat bos-bos kantoran yang berada di bagian belakang swalayan. Yaudah gapapa, yang penting gue bisa nabung, kuliah.

Berangkatlah gue bersama Ibu untuk mengantarkan lamaran tersebut. Singkat cerita, ternyata ada pekerjaan di bidang lain yang mana masih satu perusahaan dengan swalayan ini, sedang mencari admin. Gue langsung bertemu dengan Manajer swalayan tersebut, disuruh interview, dan Alhamdulillah gue diterima kerja di salah satu perusahaan swasta sebagai admin. Yang pastinya tidak seperti apa yang mereka ucapkan.
Walaupun belum bisa dibilang sukses seperti yang dik Robby ajukan di pertanyaannya, gue udah cukup bersyukur dengan apa yang gue jalani sekarang.

Pertanyaan dari Yoga:
Jika disuruh memilih 2 di antara 3 hal:
        1.       Menjadi pelacur selama 10 tahun
        2.       Membunuh pacarmu dan selingkuhannya 
        3.       Bunuh diri
Mana yang kamu pilih? Lalu kenapa kamu memilih 2 hal itu, dan kenapa gak memilih yang satunya lagi? Apa alasanmu?
Kemudian dari 2 hal yang telah kamu pilih itu, mana yang menurutmu lebih baik? Apa alasanmu?

ANJEEER YOGA BANYAK NANYA AMAT KAYA CEWE POSESIF YANG LAGI CEMBURUAN!

Oke. Kalem.

Jawab: 
Gue bakal milih menjadi pelacur selama 10 tahun dan membunuh pacar dan selingkuhannya.

Kenapa gue memilih jadi pelacur selama 10 tahun?
Karena dengan cara seperti itu ‘mungkin’ gue bisa membahagiakan diri gue sendiri. Meskipun harus tidur dengan om ini dan om itu, toh gue masih bisa hidup dengan baik, masih bisa memanjakan diri, masih bisa membuat diri gue bahagia dengan caranya sendiri. Sebenarnya ga ada yang salah dengan kegiatan prostitusi..Pelanggan datang ke lokasi dengan masalah butuh kepuasan, si pelacur butuh uang. Ena-ena. Udah. Selesai. 

Kegiatan melacurkan diri ini sama sekali tidak merugikan siapapun kecuali diri mereka (pelacur) itu sendiri. Contohnya terinfeksi penyakit menular seksual.

Dan kenapa gue memilih untuk membunuh pacar dan selingkuhannya?
Karena, siapa suruh mereka selingkuh. Hahahahaa. Udah dikasih kepercayaan penuh, dicintai sepenuh hati, eeh malah selingkuh. Apalagi kalo selingkuhnya sama sahabat sendiri. Ga perlu pikir panjang lagi sih. Hhh~

Oke. Serius. 

Gue milih bunuh pacar dan selingkuhannya yang pastinya karena alasan kecewa telah dikhianati.Cailah hahaa.  Ga masalah kalo akhirnya gue ditangkap polisi, dimasukin ke penjara dan hidup bertahun-tahun di dalam penjara. Setidaknya gue masih hidup, masih bisa menikmati hidup walaupun hanya di dalam penjara. Gue masih bisa makan, minum, mandi, godain sipir penjara dan lainnya. Dan setelah masa tahanan gue selesai, bodo amat orang-orang mau mandang gue jelek, mau cap gue sebagai pembunuh atau apa kek.

Gue nggak milih pilihan ketiga, yaitu bunuh diri. 
Karena gue pribadi adalah orang yang sangat menghargai hidup. Gue bersyukur masih diberi anugerah hidup dari Allah. Masih diizinkan bernapas, melakukan kegiatan ini itu. Gue gamau membuat rencana untuk menyakiti diri sendiri, membayangkan betapa perihnya bunuh diri, menyaksikan helaan nafas yang perlahan lenyap, merasakan diri gue meregang nyawa, duuuuh ga kebayang, coy!

Gue gamau bikin diri gue menderita. Karena, ailof myself.

Selagi gue masih hidup, gue akan dengan senang hati memanfaatkan hal tersebut dengan membahagiakan diri gue sendiri. Gue akan menghargai apa yang ada di diri gue, baik itu kelebihan maupun kekurangan.

Dari ketiga pilihan tersebut, cara yang mungkin bisa mendatangkan kesenangan walaupun bersifat sementara adalah pilihan pertama, menjadi pelacur selama 10 tahun. Karena dengan melakukan hal itu, menurut gue, gue sama sekali ga menyakiti siapapun. Malahan memuaskan. Hehee. Cnd.

Lebih baik gue menjadi pelacur, dapat duit, hidup bahagia, kebutuhan terpenuhi daripada bunuh pacar dan selingkuhannya, trus masuk penjara. Dapat duit kagak, yang ada dimintain duit. Hhh~
Dan alasan yang paling sesungguhnya adalah, karena gue takut kalo sewaktu-waktu dihantui pacar dan selingkuhannya tersebut. Gue anaknya penakut banget yawlaa. Apalagi kalo dibayang-bayangin sama pacar dan selingkuhannya yang udah mati, di mana mereka lagi duduk berduaan, suap-suapan kulit ayam kaepci. Yawlaaaa

Menjadi seorang pelacur membuat gue bisa berbelanja dengan bayaran yang gue terima. Hidup senang. Yaa meskipun penyakit jahat udah menunggu nantinya. Tapi gue siap kok menanggungnya. Udah resiko. 

Kalaupun seandainya gue meninggal karena penyakit tersebut, yaudah gapapa. Daripada bunuh diri, ga ada bahagia-bahagianya, Bunuh pacar dan selingkuhannya juga ga ada senang-senangnya. Masuk penjara mah iya. Mending gue jadi pelacur aja selama 10 tahun. Ga peduli apa kata orang-orang sekitar, this’s my way. Cara gue mendapatkan kebahagiaan ya begini. Gitu aja sih.



Pertanyaan dari Darma :
Jika kamu seorang olahragawan/atlit, olahraga dalam bidang apa yang kamu pilih? Sertakan alasannya. 

Jawab:
Hmm apa ya, olahraga lari mungkin. Agar supaya terlatih untuk lari dari kenyataan. Ehey.
Ga deng.
Dari esde dulu, gue emang doyan banget sama yang namanya lari, marathon, atau apalah itu namanya. Satu-satunya olahraga yang ga simpel. Ga mesti harus pake benda-benda untuk melengkapinya. Ga kayak atlit badminton, voli, tenis meja. Duuh rempong cyin.
Mending lari aja udah. Tinggal bawa badan beserta harapan darinya yang bersemayam di dalam jiwa.

Lagian nih ya, kalo kata ibu dan ayah, dari kecil gue anaknya emang pecicilan. Ga bisa diem. Dari ruang tamu ke dapur aja pake lari. Dari kamar mandi ke teras aja pake lari. Pokoknya sedeket apapun, gue mesti lari. Heboh banget ga tuh gue. Mungkin bakat lari gue sudah mulai terlihat sejak kecil ya.

So, ya gue memilih untuk menjadi atlit lari. Dengan senang hati tanpa pusing mau jawab apa setelah membaca pertanyaan ini di layar wasap.

* * *

Oke, baiq la. Keempat pertanyaan tadi sudah terjawab.
Pesan moral dari postingan ini, agar supaya kita jangan merasa rendah diri dan merasa,






Mari kita meluncur ke tulisan WIRDY lainnya
Icha: Tanya Jawab Bersama Pelacur Kata
Robby: Q & A (Question & Apaan-Neh)
Darma: Q & A Darma Kusumah
Yoga: Jawaban yang Tidak Perlu Dipercaya 






16 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Rindu di Mesjid

                                                


Gue suka . Beribadah, Dakwah, Salat, Mengaji; apalagi ketika bulan puasa.

Oh ya, gue baru inget kalo di bulan puasa tahun kemarin, gue cuma nulis satu postingan doang. Iya cuma sebiji. Huahahaaa. Parah ya.
Entah kenapa, semakin bertambahnya umur, gue nggak ngerasain lagi bagaimana hawa-hawa bulan ramadhan yang biasanya gue rasakan saat masa kecil dulu. Buka di rumah mah ga penting, yang penting itu bisa main ke mesjid dengan modus solat tarawih. Abis main lari-larian dengan mengelilingi teras mesjid, gue pasti laper lagi dong. Kalo udah gitu, gue langsung ngambil makanan dari meja tempat makanan bukaan. Selesai tarawih, otomatis gue udah keringetan abis lari-larian. Namun hal itu tidak menghentikan niat gue untuk tadarus di mesjid. Gue dan kakak gue sangat rutin menghabiskan waktu dengan tadarus bersama ibu-ibu lainnya di mesjid. Gue yang ketika itu masih kelas 4 atau 5 esde merasa senang bukan main karena bisa ikut tadarusan dengan menggunakan mikrofon mesjid. Dan tentu saja setelah sampai rumah, gue langsung berlari menghampiri ibu dan bertanya, 

'' Bu, denger suara adek nggak tadi? ''

Fyi, adek sebutan untuk diri gue sendiri. Padahal ketika itu gue udah punya adek. Ya itu adalah salah satu bentuk harapan gue yang pernah menginginkan akan menjadi anak bungsu, walaupun harapan itu telah pupus.
Mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut gue, Ibu langsung mengangguk senang. 

'' Iya denger dong. Suara adek bagus ya kalo ngaji. Tapi ngajinya jangan cepet-cepet loh, pelan-pelan aja. ''

Setelah mengangguk mendengar saran Ibu, gue berbalik dengan perasaan bahagia. Bahagia gue sesederhana itu. Pada masa itu :)

Belum lagi ketika malam takbiran. Gue dan temen-temen sekompleks memutuskan untuk membagi 2 tim. Tim 
satu terdiri dari lelaki alim yang ditempatkan di mesjid untuk gabung takbiran bersama bapak-bapak dan pengurus mesjid melalui mikrofon mesjid sedangkan
 tim kedua terdiri dari para lelaki bandel yang di mana mereka ikut bergabung dengan kami, para cewe-cewe imut nan menggemaskan. Setelah berdiskusi dengan hangat karena empet-empetan, kami akhirnya memutuskan untuk keliling kompleks untuk mengumandangkan takbir. Dengan modal suara pas-pasan, kaleng susu untuk digetok-getok, kaleng cat untuk dipukul-pukul dan dua buah batu besar berwarna putih kami melaksanakan rencana itu. 
Sumpah, gue gatau apa fungsi batu itu. Mungkin untuk ngelempar rumah mantan kalo ngeliat ada si mantan lagi berduaan di teras rumah sama pacar barunya. Mungkin. 
Eetapi gue pas masih esde belum pacar-pacaran kok. 

Satu-satunya hal yang membuat kami bahagia dan ngerasa percaya diri saat keliling kompleks adalah ketika para anak-anak dan ibu-ibu keluar untuk melihat kami yang berombongan melantunkan takbir. Ketika itu gue langsung ngerasa sebagai Kendall Jenner yang berjalan di atas karpet merah dengan diiringi suara takbir. 
Kegiatan takbiran keliling kompleks itu harus berakhir ketika Ibu teriak-teriak memanggil gue dan menyuruh gue untuk tidur. 
Ok mam. 

Kalo mengingat kejadian itu, gue mendadak rindu dengan semuanya. Dengan momennya, teman-temannya, tingkah lucunya, gue rindu semuanya. Gue rindu dengan bulan ramadhan yang seperti itu. Berbeda dengan saat ini. Tapi tetep, gue nggak pernah lepas dari BDSM. Gue bahkan sangat menyukai hal itu. 

Oh ya, gue masih inget kejadian saat tarawih beberapa tahun lalu. Saat itu, gue duduk di kelas 4 SD. Seperti biasa, kegiatan tarawih yang kami lakukan hanyalah omong kosong saat kami berpamitan dengan orangtua di rumah. Tentu saja kami menghabiskan waktu tarawih itu dengan bermain. Kami memilih untuk bermain di malam hari karena ketika siang hari kami sedang berpuasa, tentu saja kami tidak bisa main dengan keadaan lemah tak berdaya. 
Gue inget banget, malam itu mungkin malam -H2 atau -H3 menjelang lebaran. Suasana mesjid semakin lengang, terlebih pada shaf perempuan. Buibu kebanyakan memilih di rumah untuk membuat kue lebaran. Shaf laki-laki juga semakin sedikit, tapi ga separah shaf perempuan sih. Karena itu, mau gamau gue harus menempati shaf barisan pertama perempuan. Dan shaf itu berhadapan langsung dengan tirai kain yang membatasi shaf perempuan dan laki-laki. Posisi yang amat sangat gue benci. 

Gue pernah sholat dengan posisi seperti ini sebelumnya, namun ketika gue sujud, hembusan dari kipas angin yang menggantung di langit-langit mesjid membuat gue kaget saat gue bangun dari sujud. 
Tirai kain pembatas sudah menyangkut di bagian pantat gue saat sujud. Dan ketika gue duduk di antara dua sujud, gue shock. 

INI GUE DI SHAF MANA ANJEEER??

KOK BANYAK LAKI-LAKI SEMUA SIK

Sholat gue semakin ga khusyuk. Temen-temen gue di shaf perempuan mulai panik saat melihat gue hilang ditelan tirai kain pembatas. Namun, untung saja ketika gue sujud kembali, tirai kain tersebut sudah kembali pada posisi semula. Entah gue harus bersyukur atau shock karena kejadian ini. Shock karena tiba-tiba sudah berada di shaf laki-laki atau bersyukur karena dikasih kesempatan untuk melihat para lelaki ganteng nan sholehah idaman wanita. 
Entahlah. 

Oke, kembali ke malam di mana gue sedang melaksanakan solat tarawih. Sebenarnya dari lubuk hati yang terdalam gue benar-benar ogah untuk melaksanakannya, maka gue pun menghasut temen-temen lainnya untuk kembali bermain seperti biasa. Karena bingung mau main apa, kami akhirnya hanya duduk berkelompok dan menggosip. Sedang asyik-asyik menggosip, sebuah telapak kaki berukuran kecil menyembul dari balik tirai kain pembatas. 
Sepertinya telapak kaki ini milik seorang anak kecil yang berusia 3 atau 4 tahun. Dari posisi telapak kakinya gue sudah jelas bisa memastikan bahwa anak tersebut sedang dalam posisi telungkup. Mungkin dia ngantuk nungguin bapaknya selesai tarawih. 
Maka, karena sifat usil sudah mendarah daging di tubuh gue, maka gue pun mencubit telapak kaki milik si anak. 

Tidak ada respon. 
.
.

Gue mencubit lebih keras. Kali ini dengan 2 cubitan. 
.
. Kaki si anak mulai bergerak pertanda cubitan gue terasa sakit. Mantap nih, pikir gue. 
.
Gue mencubit kakinya lagi, kali ini bukan telapak kaki, melainkan di betis. 

Sontak si anak langsung menangis histeris. 



MAMPUS GUE!

Gue langsung panik. Temen-temen langsung memandangi gue sambil berkata dalam hati, 'MAMPUS LO !'
Gue langsung melepas mukenah, melipatnya dan bergegas untuk keluar dari mesjid. Belum sempat gue melangkah keluar, sebuah suara memanggil gue. Gue menoleh ke belakang. 

FAK. 

Tampak seorang bapak muda sedang menggandeng anak laki-laki. Meskipun gue cuma nyubit kaki si anak tanpa tau bentuk mukanya kayak gimana, gue bisa menduga bahwa itu adalah anak laki-laki yang kakinya gue cubit tadi. Terlihat dari raut mukanya yang sedang menangis. 

'' Kamu anak siapa? '' tanya bapak muda tersebut dengan ketus. 
'' Anak Pak Kasmat, Om, '' ujar gue keringet dingin. 
'' Yaudah, pulang sana. ''

Gue akhirnya pulang dengan perasaan menyesal. 


Pertanyaannya:
Kenapa gue menyesal?
A. Karena gue memberi tahu nama asli Ayah gue
B. Karena ga sempet minta nomer hape si bapak muda tersebut
C. Karena telah menyia-nyiakan cinta yang kau berikan kepadaku pada saat itu



Tulisan ini merupakan proyek menulis WIRDY. Bagi yang ingin membaca tulisan teman WIRDY lainnya, silahkan klik di bawah ini:
Icha : Kamu Nggak Sendirian, Tapi Bertiga 
Robby : Mencari Berkah Dengan BDSM 
Yoga : Gadis Macan 
Darma : Masih kelayapan di Turki



29 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~