Indahnya Me Time

Bener kata orang kebanyakan, kita selalu butuh waktu untuk menyendiri. Yang dikenal dengan sebutan me time. Sendiri di sini bukan maksud harus merenung di kamar, diam sendiri di kamar kayak mannequin challenge ataupun mengurung diri.

Tapi lebih ke memanjakan diri kita sendiri. 


 



Gara-gara Icha, wanita binal yang sebenarnya tidak binal ini sering nonton bioskop sendiri, gue jadi penasaran gimana rasanya kalo gue keluar jalan sendiri? 

Apakah diliat orang-orang? Dikucilkan dari masyarakat setempat? Atau dihina?

Karena selama ini gue kemana-mana selalu ngajak temen atau ngajak adik, ya ga mungkin juga sih ngajak warga sekampung. Akhirnya gue pengen tau gimana rasanya kalo gue jalan sendirian. Kemana-mana seorang diri. 

Akhirnya, suatu hari di sela istirahat siang perkuliahan, gue keluar untuk makan siang. Gue memilih untuk makan di Nongcan Kopitiam.
Begitu sampai di sana, lantai satu sudah dipenuhi oleh om-om yang sedang menikmati secangkir kopi. Mata gue langsung menggerayangi seluruh pengunjung resto, nyari sugar daddy.
Karena gue ga menemukan sugar daddy, akhirnya gue langsung naik ke lantai dua. 

Biasanya gue ke sini sama temen-temen kampus sih. Gatau kenapa, hari itu mereka malah pulang ke rumah. Gatau deh, itu mungkin alesan mereka aja. Sebenernya mereka malu apa ya jalan sama gue:(  Yawlaa sedih.

Setelah gue menemukan posisi yang pas, gue langsung memesan makanan. Sembari menunggu pesanan datang, gue baru menyadari bahwa posisi duduk gue ini adalah posisi duduk yang paling berbahaya sepanjang masa. 
Yaiya. 
Wong di depan gue ada sepasang muda mudi lagi mesra-mesraan. 

Yawlaaa begini amat cobaan hidup. 

Gue berusaha untuk tidak melihat mereka dengan cara pura-pura mainin hp. Gue buka kalkulator, sambil berandai-andai gue menyentuh layar dan menekan nominal  500 juta. Dalem hati gue ngomong, ‘andaikan gue punya uang 500 juta nih ya, ntar gue bakal jalan-jalan ke luar negeri, biaya jalan ke luar negeri sekitar 100 juta, emm trus apa lagi ya.. ‘

Yawlaa enak ya ngayal-ngayal babu gini. 

Otak gue yang sedang berandai-andai seketika buyar ketika mendengar suara si cewe yang super melengking ngomong, 


‘ Yang, foto yuk. ‘

Kepala mereka saling menempel. Gue dalem hati langsung ngomong, ' waduh, ini kalo putus nge-cropnya pasti susah nih. '

Si cewe langsung memasang muka sok imut, si cowo gamau kalah. Dia berusaha cool dengan senyumnya yang malah keliatan nyengir gajelas.

Gue menghela nafas. Perut keburu laper, eeh di depan malah ada pemandangan beginian. Selesai berfoto, si cewe langsung mengambil ancang-ancang dengan memperbaiki posisi tata letak makananya kemudian JEPREETT. 

Ia memotret makanannya. 
Gue dalem hati mau ketawa. Alay banget najis. Kampungan. CIH

Ga lama kemudian, makanan gue dateng. Hal yang pertama gue lakukan adalah, 





Memotret makanan.


Selesai makan, gue langsung turun ke bawah dan berniat untuk ngeloyor ke toko buku. Toko bukunya sepi banget fak. Gue berasa kayak di acara uji nyali. Begitu gue naik ke lantai atas, seorang lelaki karyawan toko bukunya juga ikut naik ke atas. 

Gue mulai jalan muterin rak toko buku, tapi gabisa. Yaiyala. Dikata main gasing apa rak toko buku diputer-puter. 

Pas gue jalan ke rak lain, eeh si mas toko bukunya ngikutin gue. Kemudian gue berhenti sambil membaca bagian belakang buku. Membaca synopsisnya. Karena kurang tertarik, gue meletakkan buku itu lagi di raknya dan mencari buku lainnya. Eeh si masnya ngikutin gue lagi. 

Yawlaa gue ngerasa jadi kayak instagram aja, ada pengikutnya:(

Karena ga nyaman, gue akhirnya turun dan meninggalkan toko buku tersebut. Sumpah risih banget diikutin gitu. Emangnya gue ada tampang-tampang pencuri buku gitu apa? Huhuu

Gue keluar dari toko buku dan menuju parkiran. Gue ngerasa jadi kayak orang dongo yang gatau arah hidup. Sambil mikir abis ini mau kemana, gue perlahan menyalakan motor dan meninggalkan area parkir. 

Berhubung gue menerapkan motto PERUT IS FIRST, maka gue langsung melesat pergi ke KFC.

Laper.
Padahal tadi abis makan yawlaa.
Tapi ya gimana, motto hidup udah begitu. 

Sesampainya di sana, gue memesan kentang goreng dan iced latte. Suasana kfc sore itu cukup ramai. Gue membuka twitter, scroll temlen, buka instagram, scroll lagi dan begitu selama beberapa menit. Biar keliatan sok sibuk aja sih.
Sambil menikmati iced latte, gue berharap kalo kejadian FTV itu beneran nyata. Kayak momen disamperin cowo pas si cewe lagi duduk sendirian. Trus kenalan, tuker nomor hp, deket, pacaran, menikah. Whooaaah. 

Kalo nyari jodoh semudah itu, gue mau deh duduk sendirian di sini terus. 

Pas lagi asyik membayangkan hal mustahil itu, tiba-tiba seorang cowo mendekat ke arah gue. Gue shock anjir. 

‘ Maaf mba, saya boleh duduk di sini? ‘

Gue melongo sambil buru-buru ngelap iler. Kemudian ngangguk. Si cowo akhirnya duduk di hadapan gue. Kita hadap-hadapan. Percis kayak orang-orang yang ngerayain eniperseri dengan suasana candle light dinner kayak di tipi-tipi. Padahal cuma eniperseri ke 3 bulan.

ENIPERSERI APAAN 3 BULAN KAMBING!
:(

Sejujurnya gue paling susah nih akrab sama stranger kayak begini. Gue anaknya pemalu, susah nyari topik. Ga mungkin gue tiba-tiba ngomong, ‘ mas tau younglex ga? ‘

Mas-masnya berdiri dari kursi. Mundur. Pelan-pelan mundur. 

Mundur

Mundur

Mundur

Sampe rumah. 

Sungguh pembukaan obrolan yang sangat tidak layak. 

Ada sekitar dua sampai lima menitan gue dan si mas-mas ini diem. Kalo orang-orang ngeliat, kita jadi kayak pasangan yang lagi berantem. Diem-dieman. Padahal diem-diem doi udah punya selingkuhan. Yhaa~

Gue kembali fokus dengan hp. Bodo amat sama mas-mas di depan gue ini. Ga ngarep juga sih diajak ngobrol. Etapi si mas ini tampan rupawan. Sebelas duabelas juta sama reza rahardian. Penampilannya juga cowo abis. Dengan kemeja dongker, jam tangan, plus tas ransel. Cowo abis. 

Gatau di bawahnya dia pake celana apa engga. Ya ga mungkin juga sih gue jongkok ke bawah meja untuk mastiin mas-mas ini pake celana bermotif bunga-bunga atau motif polkadot bulet-bulet merah jambu. 

‘ Kuliah atau kerja dek? ‘ tanyanya membuka obrolan. 

‘ Kuliah sambil kerja mas. ‘

‘ Ooh. Ini baru pulang kerja? ‘

‘ Baru pulang kuliah mas. ‘

Dalem hati gue seneng bukan main. Akhirnya diajak ngobrol juga sama si mas-mas ini. Pasti bentar lagi dia bakalan minta nomor gue, trus pedekate, pacaran kemudian menikah. Uwuwuwuww
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan ke gue, ia kemudian membuka tasnya.
Fix nih, dia mau ngambil hp trus nanya nomor gue, ujar gue dalem hati. 


Tapi, dugaan gue salah.

Mas-masnya ngeluarin beberapa lembar brosur dan meletakkannya di atas meja. Gue cengo. Musnah sudah harapan gue.
‘ Jadi gini, saya Fredi. Kami lagi ngadain promo mobil besar-besaran dengan DP sekian sekian dan angsuran sekian sekian….. blablablaaa… ‘




YAWLAAA GUE KENA PERANGKAP MAS-MAS SALES


Indahnya me time-ku    :')






24 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Kangen Band yang bikin kangen


Bagi gue, lagu merupakan kumpulan irama yang memberi gambaran suasana pada seseorang sekaligus menjadi moodbooster untuk orang itu sendiri.  Tak jarang beberapa orang memilih untuk mendengarkan lagu agar mendapat ketenangan dalam lantunan irama yang ia putar.

Contohnya gue sendiri.

Gue bisa bahagia saat mendengarkan lagu. Namun gue juga bisa sedih saat mendengarkan salah satu lagu yang lain. Lagu menyimpan banyak sekali memori yang merekam jutaan kenangan. Baik itu hal yang menggembirakan sampai hal yang menyakitkan. 

Gue pribadi memilih lagu favorit bukan berdasarkan ketenaran suatu band atau penyanyinya, melainkan berdasarkan cetusan ‘ ini gue banget’  saat mendengarkan lagu tersebut. Lagu yang bener-bener relate dengan kondisi hati gue ketika itu.
Ga peduli seberapa jelek iramanya, yang terpenting adalah liriknya. Lirik yang memiliki makna mendalam menurut gue.

Iya. Gue menyukai suatu lagu karena liriknya.

Seringkali gue mendapat recommended lagu dari temen, yang katanya lagu itu sedang up di masa itu. Dan begitu gue denger liriknya, gue langsung bergumam, ‘ apaan sih ini lagu. ‘
Meskipun irama musiknya nice, tapi kalo liriknya abal-abal ya buat apa.

Hmm gue rasa udah cukup panjang ya basa-basinya. Ehe

Nah, berbicara tentang lagu, kali ini gue bakal membahas lagu dari sebuah grup band yang terkenal di masa gue masih duduk di bangku SMP. Gue ngerasa di masa-masa cinta monyet itu seakan gue membutuhkan banyak lagu yang mampu menggambarkan suasana hati seorang gue. Mulai dari lagu buat ngodein gebetan, lagu buat sahabat yang nikung gue, lagu buat pacar yang selingkuh, lagu buat cinta yang digantungi, cinta bertepuk sebelah tangan dan banyak lainnya.

Pokoknya pada masa itu, setiap deretan lagu di playlist seakan memiliki cerita tersendiri bagi gue.
Well, kali ini gue bakal membahas 2 lagu dari Kangen Band.



 

Iya, itu yang vokalisnya kayak sasuke. Atau bisa kita sebut Andika Kangen Band si poni lempar.
EEEEET walaupun gitu, istri Andika cantik-cantik euy. Sepertinya pesona Andika terletak pada tata cara dalam berponi yang ia miliki.
Jadi, buat cowo cowo kalo pengen punya istri cantik-cantik, coba rubah penampilan rambutmu agar mirip dengan poni  Andika. Oke.


 

Btw, ini kenapa gosipin vokalisnya yawlaaaa~

Udah ah, lupakan tentang poni lempar itu.

Sekarang gue bakal membahas salah satu lagu Kangen Band yang cukup jaya pada masa itu.

Judulnya: Pujaan Hati.

Hei, pujaan hati
Apa kabarmu? Kuharap kau baik-baik saja
Pujaan hati, andaikan kau tau
Kusangat mencintai dirimu

Di bait pertama, kita bisa menyadari bahwa ada seseorang yang sangat mencintai lawan jenisnya. Kita anggap aja pelakunya gue. 


YA MEMANG GUE SIK:(
Jadi, saat duduk di bangku SMP tepatnya di tahun 2009, gue pernah menyukai teman seangkatan gue. Namanya Yuda. Tapi kelasnya jauh. Gue dekat sama  kantor, dia dekat sama Allah.
Masya Allah, lelaki sholeh. Ini nih, ukhwan yang pantas untuk para ukhti yang dirahmati Allah. 

Jadi, saking cintanya gue sama Yuda, gue sampe nulis nama itu cowo di meja gue. Coret-coret pake tipe-x. Seingat gue, yang gue tulis kata-kata seperti ini, 

‘ Wulan & Yuda’
‘ I Love Yuda ( insert: titik dua bintang) ‘
‘ My Yuda ‘
‘ Lope Lope Yuda ‘
‘ (gambar love) ‘
‘(gambar love kecil )’
‘(gambar love besar segede gaban) ‘

JIJI GA GAES? 

YA SEMENJIJIKAN ITU LAH GUE. 



Hampir tiap malam gue dengerin lagu Pujaan Hati itu. Dan hampir tiap malam juga gue berdoa pada Allah agar dia juga bisa mencintai gue. Haseq dah.
Percis kayak lirik Pujaan Hati ini.

Pujaan hati, setiap malam
Aku berdoa kepada Sang Tuhan, berharap cintaku jadi kenyataan
Agar kutenang meniti kehidupan

Bulan berganti bulan, akhirnya Yuda tau bahwa ada seorang siswi culun bin cupu yang menyukai dia. Btw, Yuda seorang atlet sepakbola yang cukup terkenal di sekolahan. It’s mean ga cuma gue doang yang tergila-gila sama dia. Aku mah apa atuh, debu pasir di sol sepatu doang. Ga guna.
Jadi, ceritanya waktu itu Yuda latihan bola seperti biasa di lapangan sekolah. Berhubung kelas gue deket dengan lapangan bola, maka kelas gue digunakan untuk istirahat bagi anak-anak bola. Dan ketika itulah Yuda melihat meja gue yang rame penuh coretan bertuliskan nama dia.

Keesokan harinya, Yuda mengajak gue untuk menontonnya tanding bola. Gue langsung seneng bukan main. Gilaaaa meen, gue diajak nonton Yuda nonton bola. Ternyata Allah menjawab semua doa-doa gue.

Sore itu, gue berangkat dari rumah menuju sekolah bersama Santi, temen gue. Yang gue inget, sewaktu jeda istirahat tanding bola, Yuda menyodorkan permen karet ke gue. Permen karetnya gue makan, bungkusnya gue simpen. Sampe rumah bungkus permen karetnya gue masukin di bingkai foto sebelahan sama foto gue masa kecil.


Setergila-gila itu anjir!

Namun, setelah kejadian dia ngajak gue nonton bola, Yuda gapernah lagi berinteraksi dengan gue. Hanya sampai di situ saja.
Gue ngerasa kalo Yuda ga suka sama gue. Gue juga ngerasa kalo Yuda cuma sekedar basa-basi doang untuk ngajak gue nonton pertandingannya. Kurang lebih itu cara dia menghargai gue yang tergila-gila-sampe-nyoret-meja-pake-nama-dia.
Gue kembali memutar lagu Pujaan Hati di dalem kamar sambil nangis sesenggukan. 
Apalagi pas di bagian reff : 

Mengapa kau tak membalas cintaku?
Mengapa engkau abaikan rasaku?
Ataukah mungkin hatimu membeku hingga kau tak pernah pedulikan aku
Cobalah mengerti perasaanku
Dan cobalah pahami keinginanku
Kuingin engkau menjadi milikku
Lengkapi jalan cerita hidupku

Dan percaya ga percaya, setiap kali gue ga sengaja denger lagu itu, pikiran gue langsung teringat dengan momen di mana gue pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan di masa SMP dulu.
Bedanya, sekarang kalo gue denger lagu itu, gue malah senyum-senyum jiji sendiri. 

Ya Allah ya robbi, kok bisa ya gue sehina itu :(



Lagu kedua yang akan gue bahas berjudul: Ijab Qabul

Setiap kali denger lagu ini, gue langsung kesel sendiri. Bukan karena lirik atau poni lemparnya Andika, tapi karena orang yang mengenalkan gue dengan lagu ini.
Laki-laki yang 2 tahun lalu pernah berniat untuk serius ke gue. Laki-laki yang 2 tahun lalu berjanji buat berijab qabul di depan orangtua gue.

Tapi paan.

Sok-sok ijab qabul. Yang ada IJAB QIBUL

DASAR TUKANG QIBUL. HUH.

Oke, oke, redam emosinya. Itu bensin sama korek apinya coba disimpen dulu.

Nah waktu itu, gue lagi mau pergi kondangan bareng dia. Anggap saja namanya Rio. Selama di jalan, gue ga banyak ngomong. 
Cuma diem. 
Ya kan masih jaim. Ehee

Tiba-tiba Rio ngomong  ke gue, ‘ yang, aku ada lagu buat kita. Dengerin ya. ‘
Rio langsung menyalakan music player di mobil. Gue ngangguk dan mencoba memasang telinga sejelas mungkin. 

Lalu, secara perlahan mengalirlah alunan lagu Kangen Band. Yang gue inget liriknya, 

Beranikan diri bertemu orangtuamu
Bicara baik dari hati ke hati
Restuilah kami, doakanlah kami
Jadi pasangan abadi

Selayaknya perempuan pada umumnya, gue cuma senyum-senyum mendengar lagu itu. Apalagi pas di bagian reff.

Karena kan kulamar anakmu, di tahun ini
Restui kami, doakan kami jadi pasangan abadi
Dan akan kutanggungjawabi kebutuhannya
Lahir batinnya, jiwa raganya
Agar dia bahagia.. du du du duuuuu…


DUDUDUDUNYA NAPA MESTI DITULIS SIH BANGKE!
Gapapa. Biar lebih terasa aja. Ehe.

Gue bahagia saat mendengar lagu itu diputar. Apalagi dia yang mengenalkan lagu itu ke gue ditambah dengan janji-janji manisnya ini itu ke gue. Bahkan ia juga sempat ngomong ke orangtua gue.
Yang ada dalam pikiran gue ketika itu, FIX, 2016 GUE DINIKAHIN. YEYEEE LALALAA YUHUUUUU

Tapi paan.
Jangankan dinikahin, dikabarin aja kagak.
Dasar tukang ijab qibul. Cih!

Tadi mana yang bawa bensin sama korek api? Coba sini dikumpulin dulu. 



***

Sebenernya ada banyak banget lagu-lagu Kangen Band yang menemani masa-masa di mana seorang Wulan mengalami cinta monyet yang sungguh alay itu. Bahkan gue banyak menghafal lagu Kangen Band baik dari zaman jahiliyah sampe zaman usiliyah. 

APASI ANJIR. GAJELAS

Oke. Maap. 

Ya pokoknya lagu-lagu Kangen Band banyak menemani hari-hari kasmaran, jatuh cinta, galau dan gagal mupon saat gue duduk di bangku SMP beberapa puluh tahun lalu. Kok kesannya gue udah tua banget yak? Gapapa. Menyesuaikan faktor muka. 

Ya abis, gue sering dibilang kalo gue kaya lebih tua daripada kakak. Setua itu apa ya gue:(
Kok malah curhat sih elah. 

Oke. Back to Kangen Band.
Sehafal-hafalnya gue dengan lagu-lagu Kangen Band, ternyata itu sama sekali tidak menuntaskan rasa kangenku kepadamu. 

YAWLAAA SALAH. MAAP
ULANG NEH ULANG

Sehafal-hafalnya gue dengan lagu-lagu Kangen Band, tetap, gue bukanlah bagian dari Doy Kangen (nama fans Kangen Band). Gue hanya hafal dengan semua lagunya karena liriknya cukup relate dengan keadaan gue ketika masa SMP dahulu kala. 

Dan entah kenapa, setiap kali denger lagu Kangen Band diplay, gue jadi ngakak sendiri. Geli sendiri, kadang juga senyum-senyum sendiri.

Btw, WIRDY annive yang ke 1 tahun nih. Ga terasa ya, perasaan kemarin baru aja pedekate trus ditembak, eeh sekarang udah setahun aja. 
Semoga WIRDY langgeng ya. 
Tetap produktif, aktif, sukses selalu untuk ke depannya, jadi lebih baik dan doa-doa baik lainnya. 

Terimakasih untuk teman-teman semua yang udah menemaniku selama setahun ini. Udah membuatku elus dada saat melihat chat yang masuk bertubi-tubi. Telah memberiku banyak ilmu yang bermanfaat, salah satunya adalah, pria gemini itu adalah pria bangsat. 
Terimakasih udah setia jadi wadah penampung curhat. Dari curhat gajelas, curhat ambigu sampe curhat yang benar-benar serius..... gajelasnya. 

Thankyou. 



Dari : Aku


Baca juga tulisan tentang Kangen Band di blog teman-teman ini ya gaes.
Yoga : Duh, Kangen!
Robby : Kangen Kangen Band
Icha : Kangen(in) Band
Darma : masih nyari jodoh di Turki. Oke.


35 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~