Keep Your Spirits Up :)

Sebagai manusia, kita memiliki banyak mimpi serta berbagai rencana yang sudah kita atur sedemikian rupa guna untuk bekal di masa mendatang. Mulai dari berpikir hari ini mau ngapain, ke depannya mau jadi apa, hidup seperti apa dan segala macam rencana-rencana yang kita harapkan.
Namun, terkadang semuanya tidak selalu berjalan mulus.




Seperti yang gue juga keluarga gue alami beberapa hari yang lalu. Tepat di hari Selasa tanggal 25 Oktober kemarin, kejadian na’as menimpa kakak dan ibu gue. 


***


Setelah selesai mengikuti ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2016 dan berhasil mendapatkan nominasi, kakak gue memutuskan untuk menyudahi semua kegiatan yang selama ini ia lakukan untuk mengharumkan nama provinsi Riau. Ia merasa sudah cukup selama 2 tahun ini mengabdi dengan mengikuti berbagai kegiatan, pergi ke luar kota bahkan ke luar negeri, diundang sana-sini. Ia merasa sekarang sudah seharusnya ia memikirkan masa depannya. 

Maka, seusai balik dari Jakarta kemarin, ia mendapat panggilan dari Bapak Direktur bank Mandiri. Tawaran kerja. Alhamdulillah, kakak gue menerima tawaran tersebut.
Sebenernya butuh waktu cukup lama baginya untuk memilih 1 bank di antara beberapa bank yang juga menawarkan kerjaan kepadanya. 

Gue kan juga pengen kerja di bank:( 

Dan pilihannya jatuh pada bank Mandiri. Sebenernya, kakak gue udah resmi diterima di bank Mandiri, tapi untuk formalitas, kakak harus tetap mengikuti berbagai test yang diadakan oleh pihak bank.
Maka, di hari Senin, test pertama sudah diikutinya. Karena lokasi test cukup jauh, maka kakak dan Ibu harus berangkat pagi dengan waktu pulang saat magrib. 

Ibu, selalu setia menemani anak-anaknya bahkan gue yang ketika itu untuk menjalani test interview juga ditemani Ibu. Dan sekarang Ibu juga bersedia untuk menemani kakak test wawancara di Pekanbaru. Jadi, jarak antara rumah gue ke Pekanbaru itu membutuhkan waktu 1,5 jam.

Begitu sampai di rumah, kakak mengecek handphonenya.

TARAAA… 

Sebuah sms masuk dari pihak bank mengatakan bahwa test hari kedua (psikotest) diadakan besok pagi.


LAH INI JUGA BARU SAMPE RUMAH, KAMBING!


Gue juga kesel. Itu pihak bank kenapa smsnya magrib-magrib sih. Padahal selesai test wawancara tadi siang. Kenapa baru sms sekarang?
Tau gitu, mending nginap di Pekanbaru aja sama Ibu. Mana test hari keduanya jam 8 pagi lagi.
Yaa mau gamau, besok pagi Ibu dan kakak harus bangun subuh-subuh dan berangkat ke Pekanbaru. 


*** 


Selasa, 25 Oktober 2016

Pagi itu, kakak dan Ibu sudah siap-siap untuk berangkat ke Pekanbaru menggunakan motor maticnya. Berhubung kakak gue orangnya pemales, pagi itu dia masuk ke kamar gue dan memperhatikan jilbab-jilbab gue yang udah gue cuci, gua setrika sampe harum dan gue gantung di gantungan jilbab.

‘’ Aku pinjem jilbab yang ini ya, ‘’ ujarnya.

Dia mengambil jilbab hijau dari gantungan dan mulai berdandan di depan cermin.
Setelah semuanya selesai, Ibu dan kakak pamit untuk berangkat ke Pekanbaru. Test hari kedua.

Sepeninggalan Ibu dan kakak, gue langsung memilih untuk menyetrika baju yang akan gue kenakan untuk ngantor hari ini. Sementara Ayah sedang sarapan, Nova sedang mandi dan Adam masih tidur. 

Tiba-tiba saja handphone Ayah berbunyi pertanda ada panggilan masuk. 

‘’ Apa, Bu? ‘’

Gue dalem hati mikir, oh pasti ada barang yang ketinggalan nih. Buru-buru sih tadi perginya. 

Tapi, dugaan gue salah. 

‘’ APAAA?? DI MANA? ‘’ Suara Ayah meninggi. Satu rumah geger. 

Sontak gue terkejut. 

‘’ IYA IYAAA ‘’

Perasaan gue nggak enak. Gue langsung menyudahi acara menyetrika baju itu. 

‘’ KAK IMEL KECELAKAAN ‘’

Gue kaget bukan main. Gue panik. Linglung. Ayah langsung nyari kunci motor. Sementara gue langsung menyambar jaket yang tergantung di kamar. 

‘’ RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA DI MANA? ‘’

‘’ HARAPAN BUNDA, HARAPAN BUNDA, HARAPAN BUNDA DI …. ITU DI AKASIA. ‘’

Di saat panik seperti itu, gue ngerasa jadi orang bloon. Lagi nggak panik aja gue bloon, apalagi sedang panik.

Pagi itu, gue langsung meluncur ke rumah sakit yang dimaksud bersama Ayah. Dengan menggunakan jaket, tanpa jilbab. Ya Allah maap, buru-buru banget soalnya. Ga sempet pake jilbab:(

Selama di perjalanan gue dan Ayah hanya diam. Motor melaju kencang dan sampailah kami di rumah sakit. Begitu sampai, gue langsung lari masuk ke dalam ruang IGD. Di sana, kakak gue sedang terkapar. Antara sadar dan tidak sadar. Luka penuh darah di mana-mana. Alisnya robek, kakinya berdarah, tangannya bolong dan ia hanya meringis kesakitan.
Jilbab hijau yang ia pinjam dari gue tadi pagi, terlihat basah penuh darah.


GUE NANGIS. 


Gue keluar dari IGD dan langsung menemui Ibu. Jaket yang ia kenakan penuh dengan lumuran darah kakak. Tapi alhamdulillah Ibu ga kenapa-napa. Gue peluk beliau sekencang-kencangnya. Yang gue dengar dari mulut Ibu hanya suara, ‘’ ya Allah kenapa harus anakku? Kenapa nggak aku aja? Dia masih muda, dia mau kerja. ‘’


GUE MAKIN NANGIS.


Gue langsung mengambil handphone kakak dan menelfon teman terdekatnya. Gue juga menelfon Bapak Direktur bank Mandiri, menceritakan kejadian barusan dengan situasi menangis. Setelah itu, gue langsung menemui Ibu yang masih histeris menangis-nangis. 
Gue mencoba menenangkan beliau. Sementara Ayah, nemenin kakak di IGD. 

Menurut cerita Ibu, ini semua disebabkan karena angsa yang berkeliaran di jalan raya. Harusnya, pemilik hewan ternak bisa menjaga angsanya. Kalo keliaran di jalan raya kan bisa mengganggu para pengguna jalan.
Setelah agak tenang, gue, Ibu dan tetangga gue memutuskan untuk mengambil motor kakak di lokasi kejadian. Karena Ibu gabisa naik motor, jadilah kami cabe-cabean. Kami tarik tiga di motor gue.
Setelah menemukan motor kakak, seorang lelaki berlari ke arah kami. 

‘’ Bu, ini motornya yang tadi. Kuncinya minta sama Ibu yang di situ ya, ‘’ ujarnya sambil menunjuk sebuah rumah di seberang dari posisi kami berdiri. 

Gue langsung nyebrang dan meminta kunci motor kepada seorang wanita yang kira-kira sudah berkepala 3.
‘’ Permisi Bu, kunci motor saya sama Ibu ya? ‘’

‘’ Gabisa. Ini angsa saya gimana? Angsa saya mati. ‘’ Ia menunjukkan angsanya yang sudah tergeletak mati.


WATDEFFF…


EH KAIN LAP, DI SAAT BEGINI LU MASIH MIKIRIN ANGSA???


‘’ Yaelah, Bu. Ini cuma angsa. Lagian angsa Ibu juga yang keliaran di jalan. Kakak saya udah bener dong, ini jalan raya. Buat pengendara motor. BUKAN BUAT ANGSA. PUNYA HEWAN ITU DIKANDANGIN! ‘’

Gue beradu mulut dengan wanita kurang ajar itu. Karena takut emosi lebih parah, gue memanggil Ibu yang berada di seberang jalan. 

‘’ ASTAGFIRULLOH, IBU MEMPERMASALAHKAN ANGSA? ANAK SAYA KRITIS DI IGD, IBU MEMPERMASALAHKAN ANGSA?? IBU PUNYA HATI NGGAK? ‘’ 

Ibu gue marah bukan main. 

‘’ Berapa sih harga angsa ini? AKU BISA BELI SEKARANG JUGA. KALO KAKAK SAYA MATI, IBU BISA APA HA? ‘’ 

Lah anjir, gue kebawa emosi juga. Si Ibu diem untuk beberapa detik. 

‘’ Ayo kita ke kantor polisi, ‘’ ujarnya mengancam. 

‘’ Ayo. Ibu tau nggak? Ada undang-undangnya untuk pemilik ternak seperti Ibu ini. Ayo ke kantor polisi! ‘’


LAH IBU GUE MACHO ABIS. 


Si wanita kurang ajar itu masuk ke rumah. Gue pikir dia bakalan siap-siap ganti baju untuk pergi ke kantor polisi memperkarakan masalah ini, eeh taunya dia ngasih kunci motor kakak gue. 

TAKUT JUGA LU KAN! CIH

Bukan apa-apa nih ya, sebagai pemilik hewan ternak, seharusnya kita tau dong bagaimana lingkungan di sekitar rumah kita. Kalo pun mau beternak hewan, ya mbok dikasih pagar gitu kek.
Kecuali kalo kejadian tadi, kakak gue yang nabrak kandang angsanya, baru dah si Ibu itu boleh marah dan minta ganti rugi. 
Lah ini, kakak gue jalan pada tempatnya kok. Jalan di jalan raya, angsanya aja yang keliaran ga jelas. 

Setelah kunci motor gue pegang, Ibu menyuruh gue untuk membawa motor ke bengkel. Sementara Ibu dan tetangga gue bergegas untuk ke kantor bupati. 
Rencananya, pagi ini Ibu dan kakak ada jadwal juga untuk menemui Bapak Bupati perihal beasiswa yang pernah ia janjikan. 

Maka, tinggalah gue bersama motor di pinggir jalan. Sebenernya motornya bisa nyala, tapi….standar dua motornya gabisa dinaikin. Standar duanya ngadep ke bawah mulu. Mana susah lagi naikinnya.

Dan, di sanalah gue. 

Dipinggir jalan dengan motor yang penuh lecet di sana sini dan gabisa dibawa jalan, karena kalo dibawa standarnya nyeret dan nyangkut di aspal. Serem. Pelan-pelan gue coba nyalain motor, belum sampe jarak 1 meter, gue hampir jatuh karena standarnya nyangkut.

Ya Allah, cobaan apalagi ini:(

Gue langsung menelfon Hanafi. Teman gue yang paling baik. Dia langsung otewe menemui gue di lokasi kejadian. Setelah memperbaiki standar motor, Hanafi langsung pamit untuk pulang. Sementara gue kembali ke rumah sakit. Sesampainya di sana, Ibu mengatakan  kalau Bapak Bupati sudah menyuruh Ajudannya untuk memindahkan kakak ke RSUD. 

Sambil menunggu ambulance datang, Bapak Direktur bank Mandiri bersama temannya datang ke rumah sakit dan masuk ke IGD untuk melihat kakak. Ketika itu, alis dan tangan kakak sudah selesai dijahit.

Setelah keluar dari IGD, Bapak Direktur menemui Ibu.

‘’ Saya udah bilang bu kepada Rahayu. Kalo mau test ke Pekanbaru, saya bakalan nyuruh anak buah saya untuk ngantarkan dia menggunakan mobil saya. Tapi Rahayu gamau. ‘’

‘’ Iya pak, Rahayu segan katanya. Takut merepotkan Bapak. ‘’


Yah, mau gimana lagi. Udah kejadian. :))

Tak perlu menunggu waktu lama, ambulance RSUD datang. Di situ, untuk pertama kalinya gue naik ke dalam ambulance untuk bersama Ibu untuk menemani kakak.

Dan ternyata gaes, naik ambulance itu sama kayak naik angkot. Cuma kalo angkot kan ada musik ajep-ajepnya, kalo di ambulance yang ada sirine.
Padahal posisi duduknya sama kayak naik angkot. 

Sesampainya di RSUD, kakak gue langsung dibawa ke ruang IGD, di rontgen, di check ini itu dan dokter mengatakan bahwa kakak harus menginap semalaman di rumah sakit. 
Di RSUD itulah, gue merasakan bahwa kaki gue udah mau putus anjir. Pegel. Jalan ke sana sini, fotocopy ini itu anu, bolak-balik sana sini, seketika pegel gue hilang saat gue ngeliat Ibu. 

Ibu yang nggak kenal lelah, yang masih kuat untuk ngurus pendaftaran ini itu, nemenin kakak bolak balik, alhasil pegel-pegel gue hilang.

Malam harinya, di ruang rawat inap, barulah Ibu mengeluh bahwa dada dan punggungnya sakit. Menurut cerita Ibu, sewaktu jatuh dari motor, mereka sempat terpental. Ibu membuka punggunya, menyuruh gue untuk mengolesi balsam. 

Dan di sana, gue melihat banyak sekali lecet-lecet di punggung Ibu. 

Tapi Ibu nggak ngeluh sedari pagi tadi. Gila ga sih. Padahal dia sendiri juga dalam keadaan sakit dan luka-luka, tapi dia gamau nunjukin itu di depan anak-anaknya. 

Sebelum masuk waktu sholat isya, gue pulang ke rumah. Rencananya biar Ibu dan Ayah aja yang ngejaga kakak di rumah sakit. Sementara gue di rumah jagain anak-anak kecebong dua bijik.
Sebelum pulang, gue sempat memperhatikan kakak lekat-lekat. 
Wajahnya udah ga keliatan kayak wajah lagi. Gatau dah udah bentuk apaan. Pipinya lebam, bibir atasnya luka sampe tembus ke bagian dalem, pipinya lecet, pokoknya udah ga berbentuk wajah lagi. Kasian. Gue pengen nangis aja.
Di jalan pulang, gue mengenakan helm kakak yang ia pakai tadi pagi. Helm yang masih tersisa bercak darah di bagian kaca depannya. 

Di jalan pulang, gue nangis.

Gue tau, kakak adalah perempuan kuat dan hebat. Dia pasti BISA bangkit lagi. Dia pasti bisa lebih percaya diri lagi.

Bodo amat dengan tanggapan orang. Toh, yang selama ini dilihat dan diingat orang itu adalah prestasinya, perjuangannya, apa yang ia dapatkan, bukan wajah yang penuh luka sekarang ini.




For you,
Keep your spirits up



33 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

I'm (not) Okay


Gue duduk di ruang tamu sambil melemparkan pandangan ke luar. Memandangi daun-daun yang sesekali melambai tertiup angin. Sore itu, udara di luar cukup sejuk. Dingin.
Tidak butuh waktu lama, langit sore itu mulai kelam. Awan yang menggantung tinggi berubah menjadi gelap. Dan di balik jendela kaca ini, gue mengamati tetesan air hujan dari gerimis hingga turun dengan derasnya menghujani bumi. Suara rintikannya cukup terdengar jelas karena gue cukup berada dekat dengan posisi jendela.

Pandangan gue masih mengarah ke luar jendela. Gue terdiam. Hening. Entah sudah berapa puluh menit gue menghabiskan waktu dengan hal ini.

Perlahan, pandangan gue berangsur lepas dari memandangi hujan dan beralih memandangi kursi cokelat yang berdiri manis di teras depan rumah. Kursi cokelat yang telah merekam sejuta cerita yang pernah gue dan dia bicarakan. Di tempat itu.
Mungkin, hanya kursi cokelat itu yang bisa melihat berbagai ekspresi kebahagiaan saat gue melihat ia hadir di depan rumah. Mulai dari bertanya, 'cari siapa ya mas?' atau 'siapa lu?' atau 'ih ngapain sih ke sini?' dan berbagai lontaran kalimat lainnya yang seratus persen tidak sesuai dengan apa yang gue rasakan saat melihat hadirnya ia di rumah gue.


Karena sejujurnya, yang gue rasakan ketika itu adalah; bahagia.


Gue melirik handphone yang tergeletak begitu saja di atas meja. Enggan rasanya untuk menggenggam benda mungil itu lagi. Rasanya sudah berbeda. Tidak ada lagi pesan masuk yang gue harapkan, tidak ada lagi nama kontak yang menghiasi layar handphone, yang membuat bibir gue mengembangkan senyuman. Tidak ada lagi cerita lucu, cerita menarik, cerita bodoh dan apapun lainnya yang selama ini mampu membuat perut gue sakit menahan tawa.

Tak ada yang benar-benar bisa menghilangkan atau sekedar menyembuhkan kesedihan ini. Tidak ada.


Dulu, gue menganggap, di usia 20 tahun ke atas, gue  'mungkin'  tidak akan pernah lagi mengalami hal-hal menyedihkan seperti ini. Gue  'mungkin'  tidak akan pernah lagi bersedih hanya karena persoalan cinta-cintaan.
Tapi, nyatanya sekarang, gue ada di tengah-tengah kejadian seperti ini lagi. Kejadian yang sudah terulang  dua kali.


Dengan orang yang sama.

Dengan alasan yang sama.

Dengan usia hubungan yang sama.

Namun di waktu yang berbeda.



Tidak ada perselingkuhan, tidak ada perkelahian, tidak ada kebohongan dan tidak ada salah paham dalam bentuk apapun.

Kami baik-baik saja. Bahkan dari awal saat memulai hubungan sampai mengakhiri ini pun kami masih dalam situasi baik-baik saja


Gue masih ingat saat seminggu setelah kami balikan. Ketika itu ia menjemput gue sepulang ngantor karena hujan yang cukup deras telah membasahi permukaan jalanan. Dengan berbekal jaket pinjamannya serta sendal hitam yang juga ia pinjamkan, kami berdua melaju di atas jalanan yang sepi dengan kondisi gerimis kecil.

Entah apa yang kami bicarakan ketika itu. Sampai tiba-tiba ia mengatakan,

'' Semoga kita tetep kayak gini terus ya, '' ujarnya sambil memberikan jari kelingkingnya ke gue. Gue mengiyakan dan langsung mengaitkan jari kelingking gue.

Oh, I miss it. Really!

Lamunan gue buyar ketika melihat layar handphone yang menyala. Sebuah pesan masuk tertera di sana. Buru-buru gue meraih benda itu.


Dari dia.


Pikiran gue berkecamuk. Berantakan.



Gue membuka isi pesannya,


'' Suatu saat aku akan datang lagi ke kamu. Kalau pun belum terlambat. Jaga diri baik-baik ya. ''


Seketika, hujan deras turun dan mengguyur tanpa dikomando.


Sore itu, hujan beralih di pipi.




19 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Tulisan Pertama WIRDY yang Menginspirasi


Hal yang pertama kali kita lakukan memiliki porsi tersendiri di dalam ingatan kita masing-masing. Segala hal yang pertama kalinya kita lakukan ternyata telah memberikan kita banyak kenangan serta pelajaran untuk melangkah lebih baik ke depannya. Seperti, pertama kali jatuh cinta, pertama kali dapat kerja, pertama kali ikut caleg dan hal pertama kali yang kita lakukan. Semuanya seakan begitu berkesan untuk kita.

Karena itu, gue penasaran dengan postingan para personil WIRDY pertama kali. Setelah mengubek-ngubek postingan mereka, gue mendapati banyak sekali pelajaran.

  
1. ICHA HAIRUNNISA

Blogger mesum secara teori ini cukup membuat gue manggut-manggut saat membaca tulisan pertama kalinya di blog. Tulisan yang ia tulis pada tahun 2011ini berjudul; Aku dan Keluarga(abnormal)ku


Aku si remaja labil, menapak bumi, menjadi warga berkebangsaan indonesia kurang lebih 16 tahun. Blasteran Banjar-Bugis. Mama banjar dan bapak yang Bugis.


Oke, di tulisan pertama Icha, ia sudah menyebutkan dirinya adalah seorang remaja labil. Hmm
Di sini gue sempat berdecak kagum saat melihat umur Icha yang berumur 16 tahun dan sudah memulai untuk ngeblog. Lah gue paan. 16 tahun gue masih pacaran sama adek kelas, berondong euy. Jangankan kepikiran untuk bikin blog, 16 tahun gue masih hobi masukin foto alay bejibun di pesbuk. Saking banyaknya, tiap kali ngaplot foto, gue harus bikin 1 album foto dulu di pesbuk.

Gimana mau kepikiran ngeblog? Yawlaaa masa remajaku suram:(


Dia idolaku.Berkat menulis di blog, dia menjadi tenar seperti sekarang. Wow.. tak henti-hentinya aku berdecak kagum. Aku selalu berkhayal menjadi penulis terkenal seperti dia.

Gaes, ternyata Icha memiliki sebuah cita-cita untuk menjadi seorang penulis. Gue jadi inget, waktu itu Icha pernah cerita ke gue kalo dia pengen nerbitin sebuah buku. Gue pun berantusias mendengar rencana indahnya tersebut. Dan saat ini, Icha sedang dalam proses mengerjakan sebuah buku yang nanti akan diberi judul, ‘Tata Cara Adegan yang Harus Dilakukan Saat Malam Pertama’. 


Well, Icha. Sebentar lagi mimpimu akan menjadi nyata!


Bayi usia 15 bulan itu sering kami (aku dan Nanda-red) hina dan siksa secara verbal. Kami berdua suka mengolok-olok dia dengan sebutan binal, gaje, botak.


Hmm, sepertinya Icha tidak menyukai anak-anak kecil yang berambut botak.
Saat membaca bagian ini, gue langsung membayangkan ketika Icha sedang melahirkan di rumah sakit.

Suster:  Alhamdulillah bu, anak ibu selamat. Ini anaknya silahkan digendong dulu
Icha: HIH PAPAAN NEH. ANAK SAYA KOK BOTAK GINI SIK. GAMAU AH, KASIH KUCING AJA.


Serem anjir!



2. ROBBY HARYANTO

Blogger paling muda di WIRDY adalah seorang blogger yang menjunjung tinggi azas kekonsistenan. Gue salut dengan keaktifan Robby yang selalu rajin mengupdate blognya. Tapi gue kesel sama Robby. Gelar personil paling muda di WIRDY sekarang udah direbut Robby. Tapi gapapa, gue cuma beda setaun doang kok sama Robby.

Ehe.

Saat membaca tulisan pertama Robby yang berjudul; Debut, rasanya gue ingin memaki dan berkata kasar.


Tanggal 30 Juni 2014 resmi blog ini dibuat. Gw ga mau ngetik banyak" karna gw maen di warnet. Mungkin abis lebaran gw baru mulai aktif di blog ini. See y...



Kesan pertama gue setelah membaca ini adalah, CIH SOMBONG AMAT LU ANAK MUDA!


Yaiya. Kalian sadar ga, walaupun tulisan pertamanya dikit, secara ga langsung Robby sedang memamerkan harta kekayaannya. 

Walaupun dia ga bilang, ‘bukannya sombong nih ya, tapi blablabaa…. ‘ seperti itu, Robby pintar menyombongkan diri dengan tulisannya yang cuma seuprit itu.

Di situ ia menjelaskan bahwa ia sedang ngeblog di warnet pada tanggal 30 Juni 2014 dan baru mulai aktif ngeblog saat usai lebaran. Nah, lebaran di tahun 2014 itu jatuh pada tanggal 28 Juli. 

Oke, harap perhatiannya wahai para jemaah yang dimuliakan Allah. Robby itu seorang blogger yang sombong.

Nih ya, bayangin aja. Dari tanggal 30 Juni 2014 sampe 28 Juli 2014 itu terhitung 29 hari. Karena Robby katanya bakalan aktif ngeblog seusai lebaran. Karena dia bakalan sebulan main di warnet dan bakalan selesai sampe abis lebaran.

Tarif warnet per jam Rp 4,000.
Rp 4,000 X 24 jam (1 hari) = Rp 96,000
Rp 96,000 X 29 hari = Rp 2,784,000



EH  ANJIR SONGONG AMAT MAEN WARNET SAMPE ABIS BERJUTA-JUTA GITU.

Kurang puas dengan kesombongan seorang Robby, gue pun nekat mencari tulisan kedua Robby di blognya.  Tulisan ini berjudul ; Intro

Hai, nama gw Robby Haryanto biasa dipanggil robby. Gw sekarang sekolah di SMA yg lumayan jadi favorit di daerah Tegal Alur, Cengkareng dan sekitarnya. Gw anak baru di blog, gw sekarang udah ngerti (dikit) tentang blog.Hmmm.. Apalagi yaaa... yaudahlah segitu aja, gw lagi nyolong koneksi internet punya tetangga nih :D
Tunggu karya2 gw selanjutnya



WELL, SEKARANG KARMA MENIMPA ROBBY. 


DIA JATUH MISKIN HUAAHAHAHAAA


Lagian, maen warnet ampe sebulan. Saking ga punya duit untuk ke warnet, Robby terpaksa harus nyolong wifi tetangga sebelah. Kasian amat idup lu cuy.



Betewe, kapan-kapan boleh dong ya gue main ke rumah lu, ehe ehee

Betewe lagi nih ya, password wifi tetangga sebelah apaan yak?



3. DARMA KUSUMAH

Seorang blogger yang suka ilang timbul kayak temen pas ditagih utang ini, sekarang lagi melanjutkan studynya di Turki. Doakan dia bisa menyampaikan amanah gue ya untuk titip salam buat Elif.
Darma yang sudah berumur 38 ini berencana untuk menikah di akhir bulan ini. 

Alhamdulillah, personil WIRDY ada yang nikah juga. Dan Icha, sebagai penulis buku yang bermanfaat bagi banyak orang itu bersedia untuk mengendorse sebuah bukunya kepada Darma.
Sungguh, Icha berbaik hati sekali. Icha seorang wanita idaman para pria. Wow.

Oke, kita langsung menuju ke tulisan pertama Darma di blognya. Tulisan ini berjudul; Alon-alon, Waton, Kelakon. 

Saat gue nanya  arti judulnya, dia sendiri gatau itu judul artinya apa. Katanya biar keren aja. Biar keliatan cinta Indonesia dengan menggunakan bahasa daerah Indonesia. Darma pencitraan. Hih!

Hallo kawula muda... apa kabarnya nih...? udah lama gw tidak update postingan di blog terkece gw ini. Kali ini gw mau mencoba berbagi kisah atau cerita atau curhat atau apapun itu


Kesan pertama setelah membaca kalimat pembukaan yang berupa sapaan itu, rasanya gue pengen tereak, 

SOK KENAL, SOK AKRAB LU!

Pake ngaku-ngaku blognya blog terkece lagi. Paan. Masak di blognya ada foto segede gaban lagi ngangkang gitu. Pede banget lagi. Padahal itu foto pas jaman dia masih muda. Kira-kira baru lulus SMP mau masuk SMK gitu.
Udah lama banget kan gaes. Iya, dia memang suka pencitraan.

Setelah melupakan pembukaan tulisan yang sok akrab itu, gue melanjutkan membaca tulisan Darma.

Hmm... lalu hal apa sih yang dilakukan mawar, sehigga gw mendapatkan pelajaran dari prestasi mewarnainya sodara gw.


Sehigga <== di sini, Darma sedang menerapkan taktik  pura-pura  typo.

Apa tujuannya? Yak, tujuannya untuk menarik perhatian para cewe-cewe cantik agar segera komen, ‘’ Bang Darma, itu sehigga typo. Harusnya kan sehingga. Hehee. ‘’

Kalo kalian ga percaya, cek aja tulisan itu di sini. Beneran ada cewe cantik yang komen seperti itu.


…. namun kata guru kelasnya “Yah benilah bu anak-anak kalau sudah fokus dalam kegiatan mewarnai,….

Benilah <==  lagi dan lagi DARMA MENERAPKAN TAKTIK PURA-PURA TYPO. DAN DIA SENGAJA MELAKUKAN HAL ITU.

Sebenernya Darma mau nulis kata ‘benih’.

Dasar lelaki penebar benih! 


LELAKI MESUM!

Kurang puas, gue mencoba mencari postingan; Introduction milik Darma.


Sebuah blog yang bertujuan untuk nemenin gw yang sendirian. Dan hal tak guna lainnya di dalamnnya. So.... Selamat Datang tuan-tuan dan nona-nona.

Melalui tulisan ini, gue bisa menangkap bahwa ketika blog ini dibuat, Darma adalah seorang jomblo. Hal itu dapat diperjelas dengan kalimat, ‘nemenin gw yang sendirian.’
Sudah jelas sekali itu semua. Darma yang lagi sendirian alias seorang jomblo sedang berusaha untuk mendapatkan hati cewe-cewe dengan menerapkan taktik pura-pura typo.

Dia kira cewe bakalan gampang jatuh ke pelukannya dengan cara itu?


YA ENGGAK LAYAW



4. YOGA AKBAR SHOLIHIN

Blogger terbangsat yang pernah ada di muka bumi. Tapi jangan salah gaes, di tulisan pertamanya yang berjudul; Kamu Satu, Yoga terlihat menulis postingannya dengan hati yang paling dalam.

Judul tulisan ini bakan gue namain ‘Kamu Satu’, itu karena kata kamu ditujukan hanya untuk seseorang. Sama seperti hati gue, cukup untuk seseorang.


Kesan pertama gue setelah membaca bagian ini, SUMPAH JIJI BANGET NAJIS.

Ternyata Yoga punya sisi melankolis juga. Mending keliatan sweet, romantis, lah ini malah keliatan najis.

Baiklah para netizen yang ada di rumah maupun di studio, setelah membaca tulisan pertama Yoga sampai selesai, yang panjangnya nau’ujubillah, gue bisa mengambil kesimpulan akan suatu hal.

Jadi, Yoga ini adalah seorang cowo pemberi harapan kepada banyak cewe. Kalo Darma penebar benih, maka Yoga adalah penebar harapan palsu. Ketika ia menulis tulisan itu, dia sedang pedekate dengan seorang cewe. Namanya, Kamu.

Cinta itu datang karena terbiasa.
………… Tapi karena terbiasa ngobrol bareng, smsan bareng, pergi bareng atau lainnya. Dan kalo hati cocok akan terasa nyaman.


Yoga dan si Kamu sering melakukan segala hal bersama-sama. Mulai dari ngobrol bareng, smsan bareng, pergi bareng dan mandi bareng. Karena hal itu, timbulah benih-benih cinta  di antara mereka berdua.

Namun, lambat laun si Kamu menyadari bahwa Yoga tidak hanya member harapan kepadanya. Si Kamu tau bahwa Yoga juga sedang dekat dengan empatbelasributujuhratusenampuluhdua cewe lainnya.


WOW. ANGKA YANG SANGAT FANTASTIS PEMIRSA. 


YOGA EMANG BANGSAT!


Kayak aku aja, aku sudah memberi kepastian, bahwa aku cinta kamu.  


Setelah delapan tahun mereka pedekatee, akhirnya si Kamu mengajak Yoga untuk bertatap wajah. Ia ingin mengobrol serius. Si Kamu meminta Yoga untuk memberinya kepastian. Tapi Yoga yang ga bisa memberikan kepastian akhirnya hanya bisa mengandalkan kalimat, AKU CINTA KAMU kepada si Kamu.

Si Kamu tetep ga terima. Ia ingin kejelasan yang pasti. Ia butuh kepastian. Akhirnya kamu meninggalkan Yoga. 

 Tapi kamu kadang suka ragu. Sedih, :(

Sementara di lain sisi, ada seorang cowo yang menyukai si Kamu. Namanya Ragu. Cowo tersebut bahkan langsung yakin untuk memberikan sebuah kepastian kepada si Kamu. Tentu saja dengan hal itu si Kamu bisa cepat melupakan seorang Yoga yang playboy.
Si Kamu sangat menyukai si Ragu.

Karena itu, di tulisan pertamanya Yoga, ia menuliskan bahwa pada akhirnya si Kamu suka Ragu.

Hingga di akhir tulisannya, Yoga menuliskan tulisan,


…. gapapa trus berusaha aja




Maka dari itu, teruntuk para perempuan yang sedang dideketin Yoga, berhati-hatilah.



Berikut bukti-bukti chat bahwa Yoga yang berzodiak gemini itu memang bangsat.






Di bawah ini alasan kenapa Yoga gapernah apdet tulisan tentang cewe. Yaiyalah wong cewenya ada  empatbelasributujuhratusenampuluhdua orang. Ya bijimana mau ngapdet semuanya.




5. RAHAYU WULANDARAISA

Blogger terkiyut sepanjang masa ini ternyata menjadikan tulisan galau hina nan menjijikan itu sebagai tulisan pertamanya di blog.

Iya itu gue. Ehe ehee

Tulisan yang berjudul; 161 Days ini cukup membuat gue ngerasa kayak Awkarin.
Iya, gue baru pacaran 5 bulan lebih udah galau sealay itu. Ya maklum, namanya anak puber. Penuh drama.

Kalo Awkarin pacaran 5 bulan trus putus langsung bukin video nangis-nangis di yutup, sedangkan gue pacaran 5 bulan trus putus langsung bikin blog. Keren ga sih gue?


SEHARUSNYA GUE YANG JADI PANUTAN NAQ REMAJA MASA KINI. BUKAN AWKARIN!

Tapi, pas pacar gue habede, gue ga pernah ngasi drone ke dia sih. Ya abis mahal banget anjir.
Ga kayak Awkarin yang ngasi pacarnya drone trus dipake buat bikin video trus diaplot ke instagram. Sampe ada cewe cantik yang komen, 




Mau tau tulisan pertama gue?

Yaqin?

Awas meninggal di tempat ya.

Aku merasa telah kehilangan dia. iya, dia yang dulu pernah hadir dikehidupan aku dalam waktu 161 hari (5 bulan lebih)

Dia
Dia lelaki yang lucu yang pernah ku kenal
Dia yang selalu mengajakku berangkat sekolah bersama
Dia yang menjadi orang kepercayaan kedua orangtuaku



HAHAHAHAHAAAHAAA GUE GELI BANGET ANJIR. JADI KAYAK LIRIK LAGU FAK



Dia yang selalu memberikanku lolipop saat jam istirahat
Dia yang slalu ada disaat aku butuh
Dia yang rela datang malam-malam kerumah ku hanya untuk menemaniku makan malam
Dia yang selalu bertingkah konyol


Iya, dia rajin banget ngasi gue lollipop setiap istirahat. Karena emang gue anaknya murahan, dikasih lollipop gue udah bahagia luar biasa banget. Apalagi dikasih aipon.

Jadi gini, setiap kali istirahat gue ngomong,

‘’ Aku mau nasi uduk di kantin dong,.‘’
Dia langsung bilang, ‘’ Gausah ya. Aku kasih lollipop aja ya. Nih.. ‘’

‘’ Aku mau gorengan di kantin dong.’’
‘’ Gausah ya. Aku kasih lollipop aja ya. Nih.. ‘’

‘’ Aku mau mie goreng di kantin dong. ‘’
‘’ Gausah ya. Aku kasih lollipop aja ya. Nih.. ‘’

Gaes, cowo mana yang tiap hari ngasi lollipop ke pacarnya?

EEET TAPI INI LOLIPOPNYA BEDA.


GA

.

.

GA GITU


GAES, MAU KEMANA GAES??

.

.


TUNG-TUNGGU


Maksud gue, saudara dia seorang pengusaha yang memproduksi lollipop. Jadi lolipopnya beda. Gitu.


Mau lebih jiji sampe meninggal lagi?
Nih gue kasih tulisan pertama gue di blog bagian akhir.


Dia lah orang yang kini telah jauh dari hidupku
Dia yang masih ku sayangi sampai kapanpun
Dia orang yang berjanji akan melamarku 6 tahun lagi
Ya Allah, aku kangen diaa :'(  :*
<3 H.Z
H.Z itu kepanjangan dari Haji Zainuddin. Jadi gue waktu itu pacaran sama engkong-engkong ya kayak sugar daddy gitu.
Gapapa. Yang penting banyak duit. 

Astagfirulloh matre!


EH NAJIS UDAH YA. GUE NGE-COPY TULISANNYA KE SINI JADI PENGEN MUNTAH DI KAHYANGAN.

YA MAKLUM, GUE KAN BIDADARI.



32 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Orang Puber

Jadi, ternyata gue baru mengetahui bagaimana rasanya menghadap anak puber yang baru akil baligh. Gausah jauh-jauh deh, percuma jauh-jauh kalo yang deket aja bisa selingkuh.

Eeee apa ini.

Ga gitu. Maksudnya, gausah jauh-jauh, contohnya aja adik gue. Nova. Siswi SMP yang kini duduk di kelas 2 saat ini sedang mengalami fase-fase pubertas. Yang dimana terkadang emosinya ga terkontrol. Emosinya suka meletup-letup. Suka nangis ga jelas. Apa-apa nangis. Dibentak dikit, eh nangis. Nonton berita selebritis, eh nangis. Lagi makan enak-enak tapi lupa baca doa, eh nangis. Pokoknya apa-apa serba nangis.

Jadi dia kalo nangis pasti langsung ngibrit masuk ke kamar trus telungkup mengadu nasib pada bantal bau jigong miliknya.

Karena kejadian itu, gue jadi mikir, ' ternyata begini ya yang keluarga gue liat waktu gue puber SMP dulu. Alay najis. '

Gue juga pernah ngeliat buku tulisnya yang disampulnya ditulisi gambar-gambar serta tulisan alay. Pas gue buka, LAH ISINYA LIRIK LAGU SEMUA.

Itu juga bukan sembarangan lagu. Di sana tertulis lirik lagu GGS lagunya yangleks dkk. Ada juga lagu Bad lagunya yangleks dan awkarin.

Lagu galaunya, lagu Judika, Rossa, Maudy Ayunda.

LAH GUE JADI BERASA DI TEMPAT KARAOKE NEH. LAGI MILIH-MILIH LAGU.

Yawlaaa adik gueee :(

Setiap kali gue pulang kerja sore, kerjaan dia sampe menjelang azan magrib cuma nge-rap. Mana suara, nada sama nafasnya ga nyambung gitu. Auk dah gajelas. Telinga gue pusing dengernya.

Nah kalo lagi baiknya, mood Nova terjaga, itu merupakan suatu kesempatan bagi gue untuk memperbudak dia. Menyuruhnya beli ini itu. Ambil ini itu. Apalagi akhir-akhir ini dia baru bisa belajar motor.

Songong abis.

Mau beli telor di warung belakang yang cuma 5 langkah doang, dia pake motor. Itu juga muter dulu ngelewatin lampu merah, ngelewatin jalan raya, masuk gang kecil ke lampu merah lagi baru deh sampe ke warung.

Padahal itu warung di belakang rumah anjir.
Dia emang gitu, rajinnya kebangetan.

Ga cuma itu, kalo gue liat di dalam diri seorang Nova, sepertinya ia memiliki bibit seorang pejabat yang mudah disogok. Iya. Gue sering ajak dia ke indomaret untuk beli eskrim dengan tujuan agar ia memperlakukan gue sebagai bos. Asiq bangets~
Satu eskrim itu berlaku untuk pelayanan satu hari. Cuma modal 10 rebu doang, gue udah bisa nyuruh-nyuruh dia ini-itu. Kakak bangsat memang. Sok nge-bos. Padahal paan, di muka gue ga ada sedikit pun tampang tampang seorang bos. Muka kayak tutup salep gini.

Sebaik-baiknya Nova saat gue suruh, terkadang dia ngeselin juga. Dia sepertinya memiliki kekuatan ghaib yang bisa mencuci pikiran gue saat belanja bulanan.

Bilang aja elu yang mudah tergoda.

Jadi, setiap kali belanja, Nova sering menyarankan gue untuk membeli barang-barang yang tak berguna. Kayak, dia ngeliat roll rambut lucu.

'' Beli ini yuk. ''
Sebagai kakak yang bijaksana, tentunya gue merespon, '' yaudah beli aja. ''

Kemudian roll rambut itu masuk ke dalam trolly. Dan andai kalian tau wahai para jamaah yang dimuliakan Allah, hampir 5 bulan sejak di beli, roll rambut itu ga pernah disentuh sampe sekarang.

Ga cuma roll rambut, udah banyak barang tak berguna lainnya yang gue beli atas saran dari Nova. Padahal gue juga gatau bakal dipake apa enggak. Kayak aksesoris, kaus kaki, masker rambut dan lainnya. Boro-boro maskerin rambut, gue keramas seminggu sekali aja, orang serumah udah pada sujud syukur.

Curiga nih. Nova bener-bener telah mencuci pikiran serta dompet gue.



***


Tapi, keadaan itu berubah pada suatu malam. Gue gatau kenapa dia abis ditipu saat boker-perut sakit tapi yang diharapkan tak kunjung keluar- atau dia lagi marahan sama temennya atau duit jajannya kurang tadi pagi atau buku lirik lagu hina itu hilang, yang jelas gue gatau kenapa dia tiba-tiba sensi abis.

Kejadian itu bermula saat gue masuk ke kamar dan menemukan sehelai jilbab cokelat di atas tempat tidur. Sudah jelas hal itu bisa mengganggu kenyamanan tidur seorang Rahayu Wulandari. Gue pun sontak berkata padanya, '' jilbab siapa nih? '' ujar gue sambil melemparkan jilbab cokelat itu ke arah dia.

Ga ada angin, ga ada ujan, eeee dia marah.

'' YA MANA AKU TAU. JILBABMU ITU! ''

ETDAH NI ANAK. GUA NGOMONG LEMBUT-LEMBUT JUGA.

'' Gantung tuh jilbabmu di sana. ''
'' BUKAN PUNYAKUUU. ANJENG. ''



WELL. SEPERTINYA AWKARIN BERHASIL MENJADI PANUTAN ADIK AQU.

Mendengar ucapan itu, sebagai muslimah yang menjunjung tinggi tata krama dan kesopanan, gue marah dong.

'' EH MULUT KAMU ITU TOLONG DIJAGA YA! ''
'' SUKA-SUKA AKULAH ANJENG. ''

Ga cuma sampe situ, dia teriak-teriak sambil berkata kasar kayak orang kesurupan ga jelas. Karena takut khilaf, gue memilih untuk keluar kamar dan menonton tv di ruang keluarga. Ya daripada emosi gue ikut naik.

Sampe 15 menitan gue nonton tv, dia masih gajelas ngomel apaan di kamar. Yang gue denger, dia masih berkata kasar tapi masih batas wajar.


BATAS WAJAR PALELU.


Gue tak menggubris dia sama sekali. Gue memilih untuk tetap tenang dan menonton tv. Sesekali gue denger dia teriak-teriak gajelas.Ya Allah, adik gua gila apa gimana sik.
Sampe akhirnya dia nangis dan tertidur sendiri. Memang gitu ya anak puber. Suka marah gajelas sendiri, nangis sendiri.
Gue dulu juga gitu sih. Tapi tiap kali sedih, gue selalu nulis di binder pink bergambar barbie. Sengaja milih yang bergambar barbie, soalnya gue dulu pernah berharap seandainya gue terlahir dari seorang barbie. Yaudah jelas gue cantik sempurna. Tapi kalo dipikir-pikir lagi, kalo gue lahir dari seorang barbie, otomatis gue langsung dikucilkan seluruh rakyat di negeri barbie. Dikucilkan, dihina dan diludahin warga setempat. Trus dibuat jadi film. Judulnya Barbie yang Terbuang.

Hih apaan. Najis.

Gue dulu baperan parah. Ya maklum, namanya juga baru puber.
Nah, jadi waktu SMP setiap kali gue sedih, gue nulis di binder. Sampe air mata suci gue jatuh kena ke kertas binder itu. Besok paginya, pas gue pergi sekolah, eeeh bindernya dibaca orang serumah. Gua malu dong.
Beberapa hari kemudian, gue beli binder yang ada kuncinya. Di situ gue udah berasa jadi seorang perempuan yang penuh dengan misteri gitu. Misteri illahi.
Selesai nulis, bindernya gue kunci. Dan keesokan harinya saat gue pergi sekolah, BINDER GUE DIBACA WARGA SEKOMPLEK.

Ga sampe sekomplek juga sih. Ya pokoknya dibaca orang serumah.

Gue malu. Nangis lagi. Kok bisa?
Padahal bindernya udah gue kunci. Sempat mikir juga, apa jangan-jangan mereka bikin kunci cadangan ke ahli kunci. Tapi ya boro-boro bikin kunci cadangan buat buka binder gue, kunci lemari aja dari gue masih orok sampe sekarang ga diperbaiki. Lagian yakali mereka mau bikin kunci cadangan buat binder gue yang isinya cuma cerita hina yang penuh airmata. Dan setiap orang yang membacanya akan memberikan kesan,
' DRAMA BANGET LU, REMAH GORENGAN. CIH '


Usut punya usut, ternyata gue telah melakukan kesalahan yang fatal.

Iya, bindernya gue kunci, tapi kuncinya gue taruh di atas binder.


YA PANTES AJA BISA DIBUKA KAMBING!


Sampe gue ngetik ini, gue masih terus mikir, kok bisa ya gue dulu sebodoh itu.



Ini kita pas lagi akur.



24 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~

Awal Oktober yang Menyenangkan


Yo wassap mamen!

Gils banget euy. Udah 3 bulan lebih gue nggak nulis di blog tercinta. Huhuuuu
Bukan lagi writing block kok. Beneran. Sebenernya gue rajin nulis di salah satu akun tumblr milik gue. Kecanduan nulis di sana sampe lupa apdet blog. Ehe ehee

Btw kabar kalian gimana gaes? sehat?
Alhamdulillah gue sehat dan masih cantik.

.

.

Oke gausah ada yg protes.



Lanjut.


Tiga bulan meninggalkan dunia blog cukup membuat gue merasa sedih. Gatau sedih kenapa. Tapi sebisa mungkin, gue selalu membaca tulisan-tulisan yang mampir di dasbor. Walaupun gue gapernah meninggalkan komen usai membaca.
Cukup banyak momen-momen yang gue lewati begitu saja tanpa gue tulis di sini. Dari suasana lebaran kemarin, hari bertambah usianya gue, dan kali ini, gue bakalan nyoba nulis momen di mana gue bisa bertemu dengan sahabat-sahabat baik gue. :)

***

Akhir September kemarin gue akhirnya bisa menginjakkan kaki di Jakarta. Yawla akhirnya bisa jalan-jalan ke luar pulau selain pulau Sumatera. Tapi ini bukanlah jalan-jalan yang seperti jalan-jalan yang kita bayangkan. Engg maksudnya gini, tujuan gue dan keluarga ke Jakarta bukan buat jalan-jalan, melainkan untuk hadir di acara pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2016. Kebetulan kakak gue menjadi salah satu finalis utusan dari provinsi Riau.

Kesan pertama gue setelah mendarat di Jakarta adalah, WOW.

Wow macetnya parah banget anjir. Mau nangis. Asli dah.





Fyi aja nih ya, rute perjalanan gue cuma:

Bandara-hotel-studio RTV-hotel-bandara

Asli kagak kemana-mana. Perjalanan paling jauh menurut gue sendiri dari 3 tempat itu cuma ke alfamart samping hotel.

Ehe.

Acara pemilihan PPI 2016 pun dimulai. Sebagai adik yang baik dan diiming-imingi imbalan jika kakak gue menang, gue mengerakan seluruh tenaga sorak yang gue miliki. Gue teriak sekenceng mungkin ditambah suara tepukan tangan gue yang nggak kalah meriah. Dan moment yang bikin malu itu, when yu masih sorak sorak tapi suporter lain udah tenang diem anteng.
Otomatis seluruh mata ngeliat ke gue yang lebih mirip kayak orang kesurupan tereak tereak.

Gpp.



Dan alhamdulillah kakak gue masuk 10 besar dan mendapat nominasi Putri Ekonomi Kreatif Indonesia 2016. Syukurlah. Tenaga dan suara gue terbayar dengan prestasi itu.





Penyerahan nominasi Putri Ekonomi Kreatif 2016





Berhubung dua orang personil WIDY ketika itu berkediaman di Jakarta, otomatis gue langsung mengabari mereka untuk mitap-mitap lucuk. Hal ini sebenernya udah dari jauh hari kami rencanakan. Akrhinya Yoga dan Darma bersedia menyempatkan diri untuk bertemu gue yang hina ini.

Yoga juga sempat bertanya di grup wasap, '' Wulan mau stay di sana aja? Apa mau diajak keliling Jakarta? ''

Aduh, Akang Yoga baik pisan.
Sebenernya mau minta diajak keliling dunia tapi takut ntar gue di kick dari grup. Akhirnya gue memilih untuk stay di hotel aja.


Dari lubuk hati yang terdalam, sebenernya pengen sekalian ketemu sama Icha juga. Tapi apa daya, Icha berada di Kalimantan. Beda pulau. Eits walaupun beda pulau, tapi hati kita tetep satu kok. Ehee.

Pagi di hari Sabtu, setelah sarapan gue cuma goleran di kamar sambil nonton spongebob. Selera film gue memang anak-anak banget. Tapi walaupun gitu, gue udah bisa beranak loh. Yawlaa kayak kucing aja beranak-beranak :(
Karena terlalu gabut, gue mengajak Nova, adik gue untuk menjadi tukang foto saat itu. Berhubung suasana hotel ketika itu sepi kayak dompet tanggal tua, gue semakin leluasa untuk berfoto dengan anggun.








Lagi enak foto-foto, gue mendapat chat dari Darma. Ternyata ia sudah lebih dulu datang ke hotel daripada Yoga. Gue sempat bingung mau ngajakin duduk di mana. Kalo diajak ke kamar, ntar gue di-threesome-in sama mereka. Gue akhirnya mengajak Darma untuk duduk di area belakang hotel. Di sana telah tersedia beberapa kursi beserta meja.  Setelah beberapa menit gue dan Darma rumpi-rumpi lucuk,selfie juga vc sama Icha, Yoga pun datang masuk ke dalam hotel.


Kesan pertama gue saat bertemu Yoga adalah,

Anjir, ini anak suaranya kalem amat fak. Karena kebanyakan baca tulisan Yoga di blog ditambah denger suara Yoga dari telfon, gue mengira suara Yoga berat, kayak om-om dewasa gitu. Gataunya kalem. Penilaianku selama ini salah.

Kami mulai bercerita ini itu. Tentang tawaran kerja Yoga, kisah cinta masa lalu Yoga, Yoga putus sama cewe, pokoknya segala tentang Yoga.



LAH INI NGAPA JADI KAYAK MIT EN GRIT YOGA SIKKK.


Pokoknya di sana kami bertiga saling berbagi cerita.
Oh ya, kami juga sempat videocall lagi dengan Icha. Kali ini barengan sama Yoga. Gatau kenapa, saat itu gue pengen nangis. Ga nyangka aja kalo gue bisa ketemu mereka di sini. Bisa bertatap muka bersama. Dalam hati gue juga terbesit, kapan lagi ya gue bisa ketemu mereka? :')
Gue sebaper itu memang. Wkwkwk


Semoga one day kita bisa mitap bersama ya :')


Pengibar bendera


Pas nunggu Yoga dandan. Lama banget anjir


Jam 12, gue harus check out meninggalkan hotel. Sementara pesawat gue akan terbang jam 5. Itu artinya kami harus menyudahi videocall dan gue sendiri, harus berbenah serta mengemasi barang-barang di kamar. Sebelumnya gue juga mengajak Yoga dan Darma naik untuk gue kenalkan ke orangtua gue. Kalo Darma mah memang udah kenal sih. Wkwkw
Sampai akhirnya kami semua beserta kakak gue plus koper milik dia yang segede gaban pergi meninggalkan hotel, Darma dan Yoga masih berdiri melepaskan kepergian kami. Ada perasaan sedih dalam hati. Kenapa waktu yang gue habiskan bersama mereka terasa sebentar banget. :(


Sesampainya di bandara, gue tidur pules.
Yawlaaa antara sadar dan nggak sadar, gue kenapa bisa seenak jidat gitu tidur di bangku ruang tunggu. Mana gue kalo tidur suka mangap lagi. Aku khilaf.






***


Bagi gue, itu adalah awal Oktober yang menyenangkan :))
Bisa bertemu dengan sahabat WIRDY yang selama ini hanya gue kenal lewat dunia maya. Iya WIRDY. Gue ga typo kok.
Btw, kita punya sahabat baru di grup WIRDY.



Hayoo tebak siapa?


Raisa?
Oh bukan. Itu adalah saya sendiri.



Ralline Syah
Bukan.



Reza Arap Oktovian?
Gamers ganteng idaman, fak pencitraan, nakal tapi tampan~

Ehh si kambing malah nyanyi. 


Hmm pokoknya sahabat baru di WIRDY itu seorang laki-laki yang kalo pipis berdiri.

InsyaAllah WIRDY bakalan aktif kembali mengacak-acak pikiran kalian dengan postingan hina dan tak berguna ya. Postingan gue doang sih. Eheee ehe.



Udah ya, udah sore. Mau bangunin polisi tidur dulu. Bye.








Pacaran dulu ah~





46 comments:

Komentarnya ditunggu kakak~