85 Jam di Pekanbaru (Selamat Datang)

Kamis, Maret 31, 2016



Di pertengahan bulan Agustus tahun lalu, gue berkenalan dengan seorang lelaki melalu dunia maya. Lelaki itu seorang blogger. Hmm mungkin diantara teman-teman sudah ada yang tau dengan lelaki tersebut. Ia juga sempat meramaikan kotak komentar di blog ini dengan berbalas komentar yang super aneh. Yang anehnya gue dengan senang hati membalas komentar anehnya. Berarti gue yang lebih aneh. Okesip.

Chat yang awalnya hanya bermula di hangout gmail perlahan beralih pada chat line.
Gue mulai mengenal siapa dia dan bagaimana kesehariannya. Tak jarang di setiap harinya kami selalu berbagi cerita yang kami alami masing-masing. Cerita apapun itu. Mulai dari cerita ngeselin, cerita bahagia, cerita random, cerita kebegoan masing-masing, cerita nggak penting, cerita nggak penting yang sebenernya nggak penting untuk diceritain, cerita nggak penting dan nggak ada faedahnya sama sekali dan berbagai cerita absurd lainnya.

Semenjak kenal dengan lelaki itu, gue perlahan mulai membuka diri. 

Jujur, gue seorang introvert. Meskipun di dalam lingkup keluarga sendiri. Gue nggak bakal membuka mulut dan cerita apapun tanpa ada yang bertanya. Gue nggak bakal berani membuka sebuah obrolan tanpa ada yang mendahului. Gue nggak bisa mengangkat topik pembicaraan untuk dijadikan bahan obrolan. Gue nggak bisa.
Apapun yang gue alami, gue selalu memendam itu sendirian. Gue nggak berani bercerita ke Ayah Ibu di rumah. Baik itu hal yang menyenangkan maupun tidak.

Karena itu, gue lebih memilih untuk menulis apa yang gue rasakan, unek-unek amarah  pada sebuah binder cokelat milik gue.

Gue nggak pernah punya teman cerita.
Maksudnya, gue nggak pernah punya teman yang bisa menerima segala cerita gue dengan respon yang menurut gue nyaman.

Dan dengan lelaki itu, gue mulai menyibakkan diri dari sosok Wulan yang introvert. Gue dengan mudahnya bercerita apapun dengan lelaki itu. Ada perasaan lega setiap kali gue selesai bercerita dan mendapatkan respon darinya. Lega kayak habis boker di jamban.

Itu artinya dia jamban. Eh enggak gitu.

Tapi memang iya sih. Jamban.


Gue nggak pernah menemukan teman ngobrol yang bisa senyaman ini. Apakah ini yang dinamakan teman-ngobrol-nyaman-zone?
HALAH.


Dengan beberapa lelaki yang pernah hadir mengisi hati gue sebelum pada akhirnya mereka tidak hanya mengisi tetapi juga menyakiti. Tsadeeesst.
Gue nggak pernah bisa seterbuka itu dengan para mantan gue yang pernah khilaf jadi pacar gue ketika itu. Hanya sebatas, kamu pacar aku dan aku pacar kamu. Hanya itu. Gue nggak pernah bercerita banyak tentang keseharian gue dengan mereka.
Iya. Gue seaneh itu.

Lelaki itu tidak hanya membuat gue menjadi orang yang terbuka, ia juga bisa membuat gue ngakak bodoh nggak jelas di tengah malam. Cekikikan sendiri dengan mata yang menatap layar handphone. Senyam-senyum sendiri sambil bergumul di dalam selimut.

Lelaki itu juga membuat gue yang ketika itu sempat kelabakan dengan jadwal ujian semester dan jadwal kerja yang melelahkan, menjadi kembali semangat. Ia selalu mengingatkan gue untuk membawa modul ataupun catatan kuliah untuk dibaca-baca di jam istirahat kantor. Tidak hanya itu, ia juga mengajak gue untuk menyelesaikan kisi-kisi soal matematika ekonomi bersama. Dan kemudian ia mengirim foto cara dan hasil penyelesaian soal tersebut. Gue juga mengirim hasil penyelesaian untuk menyocokkan jawaban.

Kalau nggak salah, di bulan November tahun lalu ia sempat bercanda akan rencananya untuk datang ke rumah gue. Ke Pekanbaru. Riau. Di pulau Sumatera.
Mengingat gue dan dia berada di pulau yang berbeda, gue hanya memberi respon biasa dengan ucapannya yang menurut gue itu adalah sebuah candaan.

Tepat di tanggal 24 Februari, menjelang siang hari. Ia mengirimkan foto bukti pembayaran atas pembelian tiket ke gue.

Asli.

Gue.

Terharu.


Gue nangis di ruangan kantor.
Gue nggak tau harus bagaimana mengungkapkan kebahagian yang gue rasakan ketika itu.
Intinya. Gue terharu atas sebuah keputusan penuh perjuangan yang telah ia ambil.



                              



Jumat, 25 Maret 2016

Hari ini hari libur. Hari yang selalu gue nantikan kehadirannya. Jarang-jarang bisa dapet libur gini. Hari ini, lelaki yang pernah gue ceritakan di sini akan tiba dan mendarat di bandara SSK II. Sebelumnya gue sudah mengatakan kalo gue nggak bisa menjemputnya di bandara.

Darma akan datang ke Pekanbaru bersama dengan Ayahnya.

Mungkin bakal ada yang bertanya mengapa Darma datang bersama dengan Ayahnya. Melepas anak sendiri tanpa khawatir untuk pergi jauh sampai menyebrangi pulau itu menurut gue suatu tindakan yang bodoh.
Untungnya, Ayah Darma tidak melepas anaknya begitu saja.
Takut terjadi apa-apa.


Takut Darma diculik kali ya.
Padahal kagak bakalan ada yang mau nyulik dia. Hih.

Jam dua, pesawatnya akan berangkat. Begitu isi chatnya. Beberapa menit setelah itu, sebuah chat masuk kembali.

  ‘’ Pesawatnya delay. ‘’

Gue sempat ngerasa nggak enak. Kasihan harus nunggu lama di bandara.

Tidak ada yang bisa gue lakukan selain hanya goleran di ruang tamu dan di kamar. Berhubung hari itu hujan, gue yang sudah mulai ngantuk hampir saja ketiduran.
Jam mulai menunjukkan pukul setengah empat. Gue mengirim sms ke Darma. Pending.
Oke. Ini saatnya gue tidur.

Sambil berulangkali memejamkan mata dengan perasaan tak tenang karena sms gue masih pending, tepat di jam setengah lima, sebuah sms masuk.

  ‘’ Gue sudah naik taksi. ‘’

Okesip. Darma sudah landing.
Darma dan Ayahnya sudah sampai di bandara Pekanbaru dengan selamat. Syukurlah.

Ini pertama kalinya Darma menginjakkan kaki di pulau Sumatera. Di Pekanbaru. Karena itu, gue langsung saja mengiriminya pesannya.
  ‘’ Selamat datang di Pekanbaru. ‘’

  ‘’ Telat lu. Lebih dulu mbak pramugarinya yang ngucapin itu :p ‘’

Keyfain. Akurapopo.

Berhubung rumah gue di pelosok, dari Pekanbaru Darma dan Ayahnya harus naik mobil umum untuk sampai di Pangkalan Kerinci. Perjalanan yang membutuhkan waktu satu setengah jam paling lama.
Usai magrib, gue menerima sms kalau Darma dan Ayahnya sudah sampai di Pangkalan Kerinci.

  ‘’ Gue udah sampai. Lagi makan sate di deket toko obat Agi Farma. ‘’

Belum sempat gue membalas smsnya, Darma langsung menelfon gue.

  ‘’ Toko obat Agi Farma di mana? ‘’

INI KOK GUE BEGO YA.
MALAH NANYA BALIK KE DARMA.

Agar kebegoan gue tidak terlalu terlihat, gue bertanya kembali ke Darma.

  ‘’ Di seberangnya ada Vanhollano, bukan? ‘’

  ‘’ Hah? Apa? ‘’

  ‘’ Seberangnya. Ada Vanhollano? ‘’

  ‘’ Apa? ‘’

  ‘’ Di seberangnya. Seberang. ADA VANHOLLANO, BUKAN? ‘’

  ‘’ Vanhollano? ‘’

  ‘’ Iya. ‘’

  ‘’ Enggak ada. ‘’

Gue sempat panik. Keliatan begonya gue. Gue dari lahir udah di sini, tapi kenapa gue nggak tau kalau ada toko obat Agi Farma di tempat gue tinggal ini.
Lagi asyik mikir dan sempat ada niatan untuk mengelilingi semua toko obat di Pangkalan Kerinci, sebuah sms kembali masuk di hp gue.

  ‘’ Toko obat Anggi Farma. Hehehee tadi salah baca. ‘’

Gue ngangguk-ngangguk sambil tersenyum.

MAU AGI FARMA, MAU ANGGI FARMA, TETEP AE GUE NGGAK TAU TOKO OBAT ITU. AAAAAKKK


***


Singkat cerita, gue akhirnya menemukan Darma dan Ayahnya di samping abang-abang gerobak sate. Gue langsung mengajak Ayahnya untuk ke rumah.
Darma mah bodo amat. Hahahaaa

Enggak deng.
Gue juga mengajak Darma untuk ke rumah.

Sesampainya di rumah, Ibu langsung mengobrol banyak dengan Ayah Darma. Sedangkan Darma? Itu anak diem mulu. Bengong.
Sepertinya dia masih ngebayangin paha mulus dan body mba pramugari tadi di pesawat.

Sekitar pukul setengah sepuluh malam, gue dan Ibu langsung saja mengantarkan Darma dan Ayahnya ke rumah Om gue yang letaknya cukup dekat dengan rumah gue. Selama beberapa hari di Pangkalan Kerinci, Darma dan Ayahnya akan tidur di rumah Om gue.
Sesampainya di rumah Om, Darma langsung meletakkan tasnya yang berat-amat-gile. Nggak tau deh itu Darma bawa apaan di tasnya. Setelah beres-beres semuanya, gue dan Ibu pamit untuk balik ke rumah dan membiarkan mereka beristirahat malam itu.
Saat gue hendak memakai sandal, Darma menemui gue.

  '' Lu langsung cepet tidur ya. ''


LAH BARU NGOMONG INI ANAK.






 (Next)


46 komentar:

  1. Cieee udah ada yang ketemu, semoga kalian langgeng yeh, Lan. Tinggal giliran kamu nih yang berkunjung ke rumah darma wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa iya Wida.Semoga pertemanan kami langgeng :D
      Ke Jakarta ya. Wkwkw jauh Wid :'D

      Hapus
  2. Ciiielah cowok kayak gini udah jarang nih. Semoga langgeng yah. Eh, udah jadian belum, sih?

    Kelar kuliah langsung nikah aja ini mah. Tunggu apa lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Darma langka bang.
      Jadi jadian iya bang. Hahahaa

      Elu dulu deh bang :D

      Hapus
    2. Ini gue masih umur 20, belum mau nikah. Kalo dapet janda kayak musdalifah sih gue mau. Duitnya banyak.

      Hapus
    3. Saipul jamil dutinya juga banyak bang.

      Hapus
  3. SyaAllah cuaneet sii.
    next trip ke pekanbaru bang darma harus udah bawa rombongaan bodo.
    blogger jabodetabek harus diongkosin semua ampe pekanbaru.
    gamau tau pokoknya harus gitu.
    tapi sebelumnya wulan main dulu ke Jakarta ah harus.

    Jujur baca ini aku seneeeeeng banget lan. gak ngerti lagi.
    sepanjang postingan ini gua senyum-senyum najong. Pokoknya aaak sukak deh sama kalian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahaaaha nah iya aku setuju. Ongkosin semua blogger jabodetabek. Yeaaahh!
      Aku mau ke Jakarta, kalo kamu yang jemput aku, Dib :D

      Wah alhamdulillah ya :))
      Bhahhaaa senyum-senyum najong. =D

      Hapus
  4. Kampreedddd ikutan syenennenenennnngggg si darma gentle juga ih..sebagai lelaki emang kudu dia yang nyamper duluan..,,mantabbbbbbb

    BalasHapus
  5. Aku dah ngerasa sih dari pas kamu bikin postingan tentang ganti template hihi yang dibantuin 2 cowok keren, trus di situ ada yang cembukur, eeee la bener jadian., hahahahseggg

    BalasHapus
  6. E ini dah jadian kan,..,ayok lan posting lanjutannya, eyke penasaran...#jadi barisan paling depan buat bacaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah alhamdulillah mba Nita ikutan seneng. :D
      Hahahahaaa enggak jadian, mba. Kita temenan dulu biar makin deket. Heheee

      Iya mba Nit. Masih ditulis kelanjutan. :))

      Hapus
  7. Jadi beneran lan, akhirnya kamu sama darma ? wahwahwah selamat selamat haha ternyata desas-desus di beranda twitter itu benar adanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa ''desas-desus di twitter ''
      Baru sadar kalo aku selama ini nyampah di twitter ya. HAHAHAHAHAAA :D

      Hapus
  8. Wah kapan nih resepsinya?tahun ini
    Wah cepet banget ya? Iya
    Trus pas nginep di rumah om neng bayar engga? Engga
    Enak dund gratis? Enak
    Trus sandalnya jadi dimakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanya sendiri. Jawab sendiri.

      Lelaki yang mandiri. Lelaki idaman para wanita. Okesip.

      Hapus
  9. MANA LANJUTANNYA WULAAAAN. AKU MAU BACA LAGI. INI LAGI ENAK ENAK BACA DI PENDING :( KU KECEWA :(

    ANYWAY... DARMA HEBAT DATENG PERTAMA KALI, LANGSUNG BAWA AYAH! APAKAH DIA BAWA CINCIN JUGA UNTUK MELAMAR?

    AELAH. DITUNGGU POSTINGAN SELANJUTNYA WULAN~

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHAHAHAAA AKU SHOCK, FASYAAAAA :D

      Iya, Sya. Kelanjutannya masih ditulis. Hehehee

      Hapus
  10. Whoaaaaaa. AKHIRNYA DIPOSTING JUGA, LAN! Ini aku tungguin dari kemaren-kemaren. Huehehehe. Seneng nih bacanya. Lengkaaaaap. Sampe ada next-nya juga ntar. Iya tuh, aku setuju kalau komen Darma memang suka aneh. Nggak, kamu nggak lebih aneh, Lan. Darma doang yang aneh. Kamu hanya lincah dan sedikit lucah.

    AGI FARMAAAAAAAAAA :'D Itu Darma matanya minus apa ya? Hahahaaha.

    Bagus deh, Lan. Kamu dapat teman spesial kayak Darma. Kamu jadi mau membuka diri sama orang lain. Nggak tertutup. Terharu sama perjuangan Darma. Terharu sama kalian. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahahaaa Icha sa ae nih. Pake ditungguin segala. Aku terharuuu :')
      Iya, Cha. Kalo diceritain semua, ntar kepanjangan. Hahahaaa

      Iya kan. Darma aneh. Anehnya minta ditoyor.

      HAHAHAHAHAA di mata Darma masih kebayang mba mba pramugari kali, Cha. Jadi salah baca gitu.

      Iya Cha. Aku juga seneng dapat teman WIDY. :)) kalian tempat aku bercerita juga.
      Waaaaaa Ichaaaa :'))

      Hapus
  11. Hwahahaha. baru tau kisah kalian berdua. Pantesan waktu di meetup anak-anak Jabodetabek bang Darma dicie-ciein terus di anjungan Riau. Eh, kalo nggak salah juga, sih.

    Saatnya melenggang ke langkah yang lebih jauh. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaa iya ya. Aku juga ada baca itu di postingan bang Haw.
      Bukan karena itu kali, By. Karena Darma kayak atap anjungan Riau. Jadi dicie-ciein gitu. Disorak-sorakin.

      *langsung salim Darma*

      Amin :))

      Hapus
  12. Saat gue hendak memakan sandal? GOKILLLLLLLLL. WULAN TERNYATA DOYAN SENDAL. BAHAHAHA. Emaap. Btw, sendal apa, Lan? Crocs apa Swallow? Eh, maaf lagi.

    No comment deh. Ihiy. Asyek banget yang disamperin gitu. Gue kira mau langsung ngelamar. :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHAHAHAHAAA awalnya bg Niki ada komen gitu. Gue kira bg Niki canda aneh doang. Biasanya juga gitu kan. Taunya gue beneran typo. Hahahahahaaaa :D

      Kagak, Yog. Masih lama :D

      Hapus
  13. Hmm. Gue keren, ya. :p
    Dibikin kalem dan cool. :p

    Waktu makan malamnya kan gue ada ngobrol mau ke toilet.:p

    Kapan kapan gantian,ya, main ke rumah.hehehehehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cool-kas mah iya. :p

      Oiyaa pas makan malam. Paan cuma ngomong mau izin ke toilet doang. Emang muka gue kayak kang penjaga toilet apa? -_-

      Rumah om atau rumah gue? :p

      Hapus
  14. Wah, kadang kenalan model gitu serrem sih. Takut human traficking, tapi kalo udah sampe segitu sih.. speechless... semoga langgeng kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa iya ya. Tapi aku nggak ngerasa takut ataupun serem. Soalnya Darma yg bakal aku jual ke tante-tante bahagia. Hohooohhoo

      Iya Dik :))

      Hapus
  15. Anjeeeeerrrrr! Sadis banget Darma sadeeeeeeessssss!!! Kalo gue jadi lo juga bakal nangis sih difotoin tiket kayak gitu yang awalnya gue kita bercanda. Btw, kalian ini kenapa, ya? Tadi main ke blog Icha, dibikin kangen mantan. Main ke sini, dibikin kangen mantan juga. Konspirasi macam apa ini, HAH? Kalian sekongkol!

    Darma-Wulan langgeng, ya! Ikut bahagia :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaaa iya Tiwi hahahaaa :'D

      Bhahahahaaaa itu dengan mantan yg sama bukan?

      Langgeng pertemanannya Wi :D

      Hapus
  16. Sama, aku juga kadang gak tau nama toko-toko di daerah rumah, akakak.
    Deuh bentar lagi sebar undangan nih kayaknya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahahaaa kurang merhatiin kali ya kita.

      Undangan khitanan Darma. Bhahahaa

      Hapus
  17. bentar bentar. Ini cerpen apa beneran ? itu kamu mau dilamar yaaa ?
    Panteees post kemarin bahas bahas pernikahaaan wkwkwk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahahahhahaaa dilamar apanya, Laili :'D

      Enggak enggakk

      Hapus
  18. Cowok yang begitu tuh harus diperjuangin, wkwkwk.

    Btw, udah jadi kan? Apa langsung di lamar?

    Aw aw aw :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahahaa udah kayak pahlawan harus memperjuangkan.

      Kok aku ngakak ya baca aw aw aw kamu Wahyu. HAHAHAHAA

      Hapus
  19. semoga, segera langgeng menuju pelaminan yaaa,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betewe, satu jamnya berapaan?






      Rental ps.

      Hapus
  20. bisa jadi novel ni jika dilanjutin sampai jenjang pernikahan, heheh

    BalasHapus
  21. Wah senengnya bisa dapet temen yang bisa bikin kamu mulai membuka diri, lalu kemudian membuka hati untuk di isi sama dia. Hasek. Baca ini bikin aku terhura, itu dateng jauh-jauh kiran mau langsung ngelamar? *banyak yg nanya, aku juga mau ikut nanya*

    Kirain Wulan langsung tau setelah nama toko-nya di ralat jadi Anggi Farma, ternyata tetep nggak tau. Hahahahaha sama, aku juga nggak tau nama-nama toko yang ada di daerahku. *toss

    NEXTTTTT, LAN !! :v

    BalasHapus
  22. ini serius, lan? kok kayaknya asoy banget yaak. hahaha
    tapi itu seriusan dianter sama bokapnya? perhatian banget njiiir bokapnya darma. kalo gue udah disuruh pergi sendiri aja itu mah. hahaha

    baca yg part ini enak nih, soalnya asoy gitu ga ada mesum''nya, kayak yg tulisan selanjutnya.
    ini udah jadian aja kenapa sih, bokapnya sama nyokap elu juga udah kenalan. kurang apalagi coba? sama dia elu udahh bisa jdi terbuka, kurang apalagi coba? ya paling bedain agi farma aja sih yg kadang masih salah. tapi itu kan bisa dibenerin, lan

    BalasHapus
  23. Kawulaaannnn!! Aku liat poto kalian di instagram shock juga loohh.. Kalo kak darma akhirnya beneran ke pekanbaru! Sumfaah, so sweet sekaliiiihh! Aku jg bacanya trharuu :'D Klo aku jd kak wulan jg bakalan nangis saking trharu tuuh. Iyalah, beda pulau, men! Ih, gokil, kak darma kereeenn! :D Gatau deh hrs ngmng apa lagi...

    Enakan gitu sih ya, gausah pacaran, jd temen aja jg gapapa. Temen hidup maksudnya. #Eaaaaa
    Lanjut ke halaman slanjutnya aahh~

    BalasHapus
  24. WULAAAAAANNNN! Aku cengo baca ini di kereta, untung ngga kelewatan stasiun tujuannya -_____-
    Ih asik banget yaaa pertemanan kalian (yoi, calon teman hidup gitu). Kece kece kece!
    Bisa aje ini Ka Darma ye. Aku degdegan dia dia bawa bapaknya aja. Siap bersorak kalo misalnya tadi ada tulisan ternyata wulan langsung dilamar. Aaaaaaakkkkkk.

    Bahahahaha aku juga kagatau tempat tempat di sekitaran rumahku. Malah pernah kaget kok udh ada toko macam macam di perumahan :/

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.