Kejadian Memalukan di Bank

Senin, Februari 29, 2016

                                                  




Sebagai seorang karyawan yang bekerja pada bagian administrasi, hal ini cukup membuat gue setiap sore selalu sibuk ke bank. Alhamdulillah, gue dipercaya untuk memegang kas kantor yang setiap harinya akan diclaim dari pusat. 


Pekerjaan ini menuntut gue untuk lebih berhati-hati dan teliti. Terutama dalam memilih pasangan. Harus berhati-hati. Pastikan dulu dia berstatus lajang atau suami orang.

Gue yang anaknya memang nggak sabaran, ceroboh dan tergesa-gesa perlahan-lahan mulai menghilangkan sifat buruk itu. Gue selalu sabar dengan otak gue yang terlalu lambat menghitung angka di layar komputer. Gue mulai mencoba untuk teliti dalam membuat laporan, hitung-menghitung, termasuk menghitung hari menunggu kepastian darimu yang tak kunjung datang jua. Halah.

Nggak enaknya, ya kalo salah hitung, ujung-ujungnya gue juga yang nombok (ganti uang). Trus gue nggak bisa makan setahun.
Meninggal.
Masuk neraka.
Ketemu Farhat Abbas di pintu neraka.
Lagi gantian shift sama malaikat Malik.

Beberapa hari yang lalu, Yoga mengirimkan link tes uji otak dengan situs ini di grup WIDY.
Tak lama kemudian, Icha mengirim skrinsut hasil tesnya. Hasilnya, Icha lebih cenderung di otak kanan dalam hal musik. Pantesan Icha sering apdet banget tentang lagu-lagu kekinian, semua soundtrack, lirik lagu dan lainnya yang berhubungan dengan musik.

Sedangkan Yoga juga lebih cenderung di otak kanan, tetapi dalam hal imajinasi. Kalau ada hal tentang mantan, mungkin Yoga lebih cenderung di otak kanan dalam hal itu. Mengenang mantan. Uhuk.

Gue yang penasaran langsung meluncur ke sana. Dan hasilnya :

Gue lebih cenderung di otak kiri.
Ada 2 respon yang gue rasakan ketika itu:
1. Yeaaah akhirnya gue punya otak juga.
2. APA-APAAN INI. KENAPA LEBIH CENDERUNG DALAM HAL MATEMATIKA SIH. ELAH.

Gue kaget. Ini hasilnya yang salah apa gimana sih. Gue mencoba mengulang lagi. Jawab pertanyaan lagi dan hasilnya tetep sama.

Sore harinya, Darma juga ikutan tes di link yang Yoga berikan. Hasilnya, Darma lebih cenderung otak kiri dalam hal digital.
Mungkin itu typo, maksudnya digatal.
Soalnya Darma ya gitu. Hmm sudahlah nggak perlu gue lanjutin. Ntar nggak ada lagi yang mau dengerin cerita-cerita aneh gue setiap hari. Nggak ada lagi yang nelfonin gue. Nggak ada lagi yang nanya-nanya kapan gue haid di setiap hari. 


***


Jujur, seumur hidup gue paling benci dengan suatu hal yang berhubungan dengan angka, kecuali angka tanggal jadian dan tanggal gajian.
Dari SD sampai SMK, gue selalu mendapatkan nilai matematika yang rendah. Udah remedial, tetep aja rendah. Termasuk pelajaran fisika.  Pas-pas KKM aja gue udah seneng sujud syukur. Gue muak dengan angka. Seperti muaknya melihat engkau dan dia. Anjaaayy.

Sampai akhirnya, Yoga cerita kalau dia juga pernah ikut tes itu dan hasilnya rada seimbang karena waktu itu Yoga kerja di perpajakan. Pekerjaan yang berbau hitung-menghitung.



Wah sama nih, berarti karena kerjaan, gue juga dipaksa ngitung-ngitung.
Tapi nggak papa, ai lop mai kerjaan. Soalnya kalo ai lop yu, belum tentu yu lop mi. Yaa gitu.



INI APAAN?



Hmm. Oke. Abaikan saja.


Hampir setiap sore gue harus pergi ke ATM. Kadang juga ke bank, lumayan bisa cuci mata liat sekuriti muda sampai abang-abang staff yang tampan rupawan.

Ada beberapa kejadian yang gue alami saat gue berada di bank maupun di ATM. Kejadian memalukan.
Cerita pertama tentang :


-         - KEJEDOT
      Suatu sore, gue ke atm seperti biasanya. Ngambil uang dengan sok kuwl dan terburu-buru. Soalnya udah  jam pulang kerja, gue takut kehujanan di jalan. Selesai menarik kartu atm dan memasukkannya ke dalam  dompet, gue berbalik badan, melangkah dan DUK!.

       Jidat suci gue kejedot kaca atm. #nggakpapa #Wulananaqkuwat #enggaksakitkokhehee

      Sakitnya nggak seberapa, malu dan suara jedotannya yang bikin malu. Suara jedotannya kayak suara kelapa jatoh. Menarik setiap mata memandang. Alhasil gue malu. Gue keluar atm dengan muka cengengesan dan mengabaikan muka orang-orang yang prihatin. Prihatin ke kaca atm. Takut lecet dan berkuman.



-          - BINI KEDUA
      Kejadian ini kalo nggak salah terjadi pada pertengahan tahun kemarin, gue yang baru masuk ke atm terkejut melihat sebuah kartu yang masih tersangkut di mesinnya. Dengan layar mesin yang menunjukkan angka saldo yang sempat membuat gue berpikir, ‘’ mayan nih buat modal nikah. ‘’
      Tapi gue berpikir lagi, ‘’ BETEWE GUE MAU NIKAH SAMA SIAPA YAK. ‘’ Daripada kelamaan mikir mau nikah dengan siapa, akhirnya gue mencabut kartu atm itu dan langsung berlari menuju parkiran.
      Dalam hati, gue sempat mikir, seandainya aja yang punya kartu atm ini  seorang cowo ganteng. Trus pas gue ngasih atmnya yang ketinggalan, dia senyum sambil natap mata gue dengan tatapan dalam penuh cinta. Trus dia ngomong, ‘’ Kita nikah, yuk. ‘’
      Ah andai saja.

    Gue berlari ke parkiran dan menemukan seorang lelaki muda yang sedang mengenakan helmnya hendak duduk di atas motor. Istri dan anak balitanya juga turut duduk di belakangnya.
        ‘’ Bang, ‘’ panggil gue.
     Gue hampir aja mau gombal,  ‘’ Bapak kamu tukang sate, ya? ‘’
     Tapi nggak jadi.
       ‘’ Iya? ‘’
      ‘’ Ini, kartu atmnya ketinggalan. ‘’ Gue menyodorkan kartu atmnya.
      ‘’ Eh iya, makasih ya. ‘’
     ‘’ Iya bang. Sama-sama. ‘’ Gue membalikkan badan sambil ngomel dalem hati. Lah udah punya anak-bini  ternyata. Tapi kan nggak tertutup kemungkinan juga untuk gue jadi bini kedua.
     Mayan. Abangnya ganteng.
    Gue kembali melangkah masuk ke ruang atm lagi dengan rasa kesal. Tau gitu, tadi nggak gue kembaliin deh kartu atmnya. 
     Astagfirulloh. Dosa.



-          -CELANA
Ini kejadian waktu di akhir tahun 2014 lalu. Sebelum gue putus, galau diakhir tahun. Gue sempat memiliki pacar sesama karyawan di perusahaan yang sama, hanya saja beda kantor. Waktu itu, dia berkunjung ke kantor gue. Dan siang itu, gue harus segera mentransferkan uang ke bank. Kebetulan, waktu itu dia menawarkan diri untuk menemani gue ke bank.
 ‘’ Kamu tunggu di sini ya. ‘’
 ‘’ Iya, iya aku tunggu di sini. ‘’ Gue kemudian turun dari mobil dan masuk ke bank. Gue disambut senyuman hangat dari sekuriti bank yang bikin hati gue meleleh. Setelah mengisi form, gue berdiri berbaris di antrian yang cukup panjang. Tidak terjadi apa-apa sebelum akhirnya gue merasakan jeans hitam gue melonggar. Lama-kelamaan semakin longgar dan KREK.

Yak, nggak salah lagi. Resleting gue turun. Bukan hanya resletingnya, pengaitnya juga ikutan lepas.

Gue menoleh ke sekeliling, rame bener orang. Gue menoleh ke belakang, antrian di belakang gue juga udah panjang. Semakin gue bergerak, resleting gue semakin turun. Gue panik. Nggak mungkin gue menunduk-nunduk meraba  lalu mengaitkan celana untuk menaikkan resleting.
Mau keluar dari baris antrian, nanggung. Antriannya udah panjang. Lagian mau jalan juga udah susah.
Akhirnya dengan sisa keberanian yang ada, gue nekat membiarkan resleting gue begitu apa adanya. Gue juga berusaha menarik-narik baju gue agar bisa menutupi resleting yang terbuka. Walaupun panjang baju yang gue kenakan pas-pasan untuk menutupi resleting.
Selesai mentransfer uang, gue langsung buru-buru jalan menuju parkiran. Gue udah bodo amat dan nggak peduli dengan orang-orang yang melihat resleting dan pengait jeans gue yang terbuka penuh pesona.
Gue langsung naik ke dalam mobil dan panik.
   ‘’ Kamu lihat ke sana! Jangan lihat ke sini! ‘’
   ‘’ Kenapa? ‘’
  ‘’ JANGAN LIHAT KE SINI!! ‘’ Gue setengah berteriak. Si pacar menoleh ke arah lain dan akhirnya gue sukses memasangkan pengait jeans dan resleting seperti semula.



-          -SALAH NGOMONG
Ini kejadian yang baru gue alami kemarin sore. Sore itu, gue melihat ada beberapa karyawan bank beserta security sedang memasukkan uang ke mesin atm yang bernominal 50.000. Berhubung mesin atm di ruangan itu ada 3, gue langsung saja masuk dan menuju mesin atm paling ujung. Begitu gue masuk dan membuka pintu atm, spontan sebuah suara mengejutkan gue, ‘’ Assalamualaikum. ‘’
Gue sempat mikir, ini gue salah masuk ke rumah ibu-ibu pengajian bulanan apa gimana?

Gue menoleh ke sumber suara. Salah seorang pegawai bank tersenyum ke arah gue.
Ya Allah, inikah calon imamku kelak di masa depan?
Gue menjawab pelan, ‘’ Waalaikumsalam. ‘’
Dengan menggunakan nada yang lembut. Biasa, pencitraan gitu.
Hampir aja gue ingin melanjutkan membaca surah al baqarah sebelum pada akhirnya gue ingat, apa tujuan gue masuk ke ruang atm ini.
Selesai menarik uang, gue berbalik pelan-pelan. Takut kejedot lagi, malu. Sebelum gue membuka pintu atm, si abang karyawan bank membuka suara lagi.
  ‘’ Hati-hati ya. Assalamualaikum. ‘’
Gue tersenyum penuh pencitraan lagi sembari menjawab, ‘’ Waalaikumsalam, Bu. ‘’

Gue keluar dari ruang atm.
Sayup-sayup terdengar suara gelak tawa dari dalam ruang atm.
Lah iya. Gue baru sadar. 



GUE SALAH NGOMONG.







Entahlah, dimana gue harus naruh muka saat besok gue ke bank dan jumpa dengan beberapa karyawan itu lagi. Mengingat hampir setiap sore gue harus pergi ke ATM. Bolak-balik.

Mungkin masih ada kejadian-kejadian memalukan lainnya yang bakal gue alami di kemudian hari. #Wulantegar2016
Tapi gue bahagia. Seenggaknya karena gue kerja di bagian administrasi, kemampuan gue yang paling menonjol di otak kiri adalah dalam hal matematika.
Wah, anaknya jenius nih. Yoih.
Kedengerannya keren. Pinter matematika. 

Tapi paan. Rumus segitiga sama kaki aja gue enggak hafal. 


Trus apa hubungannya hasil tes otak kiri dengan kejadian di Bank?? Ya kayak kita.

Kok kayak kita? Iya, nggak ada hubungannya.


Duh, kebelet pipis. Udah ya. 





Note: Sering bingung kalo nulis penutup postingan. Hahaaa. Tapi lebih bingung menunggu kepastian dari kamu sih. 

41 komentar:

  1. Wulaaan geblek. gua ketawa dulu bentar yaa.
    Ngahahaha :D

    aku udah coba tes itu juga dan hasilnya seimbang.
    gak
    gak
    gak kuat
    sama Playboy-playboy.

    eh ko malah nyanyi.
    Gak mungkin gua seimbang. gua salah satu anggota club benci Matematika, tapi lebih benci kamu yang ninggalin aku pas aku sedang jatuh-jatuhnya.
    Gak mungkin kan aku seimbang, orang ulangan matematika selalu aku isi curhat bukan angka?

    itu yang resleting celana, ih tinggal benerin aja emang kenapa si? gemes deh.
    yang salah manggil juga aku sering banget malah. pernah teller bank aku panggil mamah.
    mamah.
    Ya Allah.
    gara-gara pas ke bank lagi dianter mamah. :3
    Malu sih, gapapa tapi aku setrong.

    btw, template baru niih uhuuuy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Dibah. Ketawa dulu nggak papa. :D hahaaa

      Laaah malah jadi sepenaiko
      Hahahaaa itu ulangan matematika kenapa ngisinya curhatan. Yawlohhh

      Pengaitnya juga lepas, Dib. Malu keliatan orang. Raba-raba resleting. Wkwk

      Hahahahaa aku percaya kok kalo kamu wanita setrong. Yeahh. #Dibahsetrong2016

      Hehee, iya Dibah. Ada yang berbaik hati ngeditnya. :D

      Hapus
  2. Wkwkwk itu yang kejedot sama resleting celana turun pasti awkward banget ya buat seorang cewek wkwkwk :D apes banget kamu mah :p wkwkwk udaaah, gausah ke Bank lagi aja. Mending ke Bank-ungan yang akan kita rajut untuk rumah masa depan kita kelak ajaaa~ *INI APAAN SIH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awkward banget bang. Parah. Hahaa

      Hahahahaahaa leh uga bang

      Hapus
  3. Ada yang baru nih di blognya wulan :D

    Tiap kali main kesini pasti deh bikin ketawa sendirian baca tulisannya yang konyol abizzz =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw hayoo apanya, mba? :D

      Ah mba Wida, sa ae nih :'D

      Hapus
  4. Kok abang maen itu engga ada hasilnya
    Mungkin otak tengah kali
    .
    Kasian ya kacanya kena jedodan pala neng
    Kacanya masuk rumah sakit engga?
    Ngomong2 rumah sakit
    Kenapa sih dinamain rumah sakit? Kan rumahnya engga sakit
    Yg sakit mah orang
    Seharusnya dinamakan rumah untuk orng sakit bukan rumah sakit
    .
    Wah kalo resletingnya turun sini biar abang naikin
    .
    Itu abang loh pegawai bank yg ketemu kamu
    Engga sadar
    Berarti pingsan tuh kalo engga nyadar
    Masa abang dipanggil bu
    Panggil aja tante

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, otak tengah kali ya. Bener.

      Ngomong-ngomong rumah sakit, abang pernah ke rumah sakit jiwa nggak?

      Aku bisa naikin sendiri baaaanggg

      I-IYA TANTE.

      Hapus
  5. Bahahahaha. Si Yoga selain ngenang mantan, juga suka berimanjinasi liar, Lan. Kamu pasti ingat kan skala 999 :D

    Kamu pinter Matematika kok, Lan. Pinter ngitung berapa kadar keseriusan seseorang sama kamu. Ahay~

    HAHAHAHA. ITU YANG RESLETING AWKWARD BANGET. GEMES PENGEN NAIKIN SUMPAAAAAH. Itu pas udah di mobil kenapa nggak minta dinaikin resletingnya sama si pacar, Lan? *digampar Wulan*

    Ihiy, template baru. Tinggal domain aja nih kayaknya, Lan. Yuhuuuuuuu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu ca, kenapa gak minta dinaikin resleting sama pacar~ *nyari pacar, nurunin resleting :3

      Hapus
    2. Hahahahaaa iya, Cha aku masih ingat skala 999. Kalo berimajinasi liar, Yoga udah ahlinya, Cha. :"D

      Hahahahaa bisa ajaa nih Icha. Tapi nggak ada yang serius sih :')

      Iya, Cha bener. Udah panik banget waktu itu. Hahaa ntar malah aku digrepe-grepe pacar waktu itu, Cha. Oh nooooo

      Hehee, iya Cha. Dibantuin Pangeran edit kemarin.
      Domainnya nunggu samaan sama kamu aja. Wkwk

      Hapus
    3. Bang Erdi nyari pacar orang :P

      Hapus
    4. nyari pacar sendiri aja lan :3

      Hapus
  6. Untung kau berhati mulia nak, udah balikin kartu atm mas-mas beranak yang ketinggalan di mesinnya. coba kalau di ambil terus pake buat modal nikah, eh modah nyari jodo, kan lumayan. astagfirullah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa rencananya sih gitu bang. Modal nyari jodoh, kayak gimana bang Er?

      Hapus
    2. kayak ibu-ibu yang jual rumah + dapet bonus nikahin penjualnya :v

      Hapus
    3. HAHAAA AKU MAU KALO GITU BAANGGG

      Hapus
  7. Apa hubungannya imajinasi sama mantan? Tolonglah jangan bawa-bawa mantan. Mantanku, kan, banyak (malah sombong). :(

    Kasihan mas-mas itu dipanggil, Bu. Gimana kalo dia nanti sampe transgender, Lan? Hayoloh! *oke ini lebay* :))

    Mau mengakhiri postingan? Nanti gue share di grup, ya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahaa tadinya mau bawa-bawa pacar, tapi lu nggak punya pacar sih. :P

      Lu kebanyakan nonton berita LGBT nih.

      Iya, Yog. Share nanti yaa. Buat pembelajaran :D

      Hapus
  8. hemm kalo soal angka angka aku males juga.

    ya Allah itu kok bisa lan sampe resleting mlorot.
    itu kelewatan banget sumpah masa mas di panggil bu.
    yang kejedot juga..duuhh.

    otak kanan sama otak kiri, lha yang tengah,dpan belakang gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo angka di lembaran uang, males juga bang? Wkwkw

      Nggak tau, pinggang aku melar apa ya. Wkwwk
      Yg kejedot itu paling malu, bana :'D

      Yang tengah, depan, belakang nggak punya bang.

      Hapus
  9. Brarti kmu mmng cocok krja di bank, krna otak kiri itu identik dngan hasil analisis yg baik, Hahahahh (g bner ktawa, tulisan aja) cra ngets di realme nya kayak gmana lan? saya klik kok ga ada tes2nya gitu? jadi pnasaran apa gw punya otak juga g ya?

    Klo kejedot jangan buru2 ninggalin tmpat tkp lan, pura2 aja jedotin 1 smpe 2 kali, nnti juga orang kirain "ini orang blajar debus nih" huehehehh.
    Mau2 aja sih lan dijadiin bini kedua, ada anaknya lagi. Mending jadi bini ketiga. :v
    Hahahh, pengait reslseting kbuka pas antri, gw yakin diantara antrian itu pasti ada yg liat, klo ga. Brarti ga ada orang yang memandang.

    itu yang salah ucap "walaikumsalam bu" salahnya di bu nya? iya g sih? mngkin hutang kamu di tukang dgang somai yang ibu2 bluum lunas lan, atau pr mnggambar kamu wktu skolah dkerjain dngan otak kiri jdinya korslet gtu. Hahahh. Bnyak plajaran di tmpat atm itu kok kmu g prnah blajar dari situ, saran saya lan mngkin sbaiknya kamu jedotin kepala kmu skali lagi di tmpat awal, krna ksialan mu itu disebabkan karena kutukan dinding kaca atm. ngoahahaa.

    Gombalannya ga jelas, "kamu" nya itu untuk siapa sih. disini banyak "kamu" yang komentar lo. blum lagi "kamu" security atau karyawan atm yang tamvan nan menawan. ato bapak2 yang kartu nya ktinggaln. Bisa aja loh lan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah iya ya? Amin. Hehee

      Yawloh belajar debus. Pulang ke rumah palanya udah benjol.

      Iya salahnya di 'Bu' nya. Huhuu
      Apa hubungannya sama ibu somaaaayyyyy elaaah.

      Kamu karyawan bank yg tampan.Hahaa

      Hapus
  10. Huaahahaha kejedot kaca atm itu malu banget pasti, apalagi ada banyak orang disekitar, untung kacanya gak pecah ya, Lan. Coba kalo gak ada bininya pasti bapak itu udah klepek-klepek di gombalin xD

    Bhaks, kamu sabar banget lan, nunggu sampe selesai ngantri & transfer buat narik reseltingnya, kalo aku mah ga tau deh. hahahah

    Aku buka link yang real me itu kok gak ada tes-nya, lan? Pengen tau aku punya otak juga atau engga :x Maksudnya aku dominan otak apa gitu.

    Mungkin itu dominan otak kiri karna pengaruh pekerjaan juga yang berbau hitung-menghitung, hebat lan bisa ngitung, aku mah paling males kalo berhadapan sama angka :3




    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa malu banget parah,Nov :'D
      Iya, coba aja dia masih single. Hahaa

      Aku selalu sabar, Nov. Disakitin juga selalu sabar. Huhuuu

      Hehee, kemarin salah link. Sekarang udah dibenerin kok. Coba tes aja lagi, Nov.

      Hahahaaa aku juga males sebenernya, Nov

      Hapus
    2. Sama lan, aku juga selalu sabar tiap disakitin. Huhu

      Makasih wulan, aku udah coba link-nya. Huhauhaha, Alhamdulillah aku juga punya otak, lan xD

      Hapus
    3. Bhahahaa iya,Nov.
      Waah sudah dicoba ya? Hasilnya gimana? Kamu lebih dominan di otak bagian mana, Nov?

      Hapus
  11. Mutasi kas kantor harian emang mesti dijaga banget ya saldonya, soalnya untuk kegiatan operasional. Gua sendiri sebenernya kurang suka hitung-menghitung, tapi pekerjaan gua yang sekarang menuntut banget hal itu, jadi mesti beradaptasi. Untuk lo sendiri, kemampuan otak kirinya alhamdulillah bisa kepake di kerjaan kan hehe. And... as long as you love your work, it's fine :)

    Yang kejedot itu yakin ga terlalu sakit, Lan? Malunya itu ya yang bikin ngga tahan :p
    Itu yang lo balikin atm keren dah, masih rela nyari yang punya untuk ngebalikin. Salut.

    Sabar ya Lan, moga-moga ke depannya ga banyak kejadian-kejadian kayak di atas lagi :)
    #Wulantegar2016

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, bener banget. Harus dijaga dan dihitung teliti.
      Iya nih, alhamdulillah. Iyaa, I love my work so much.

      Hahahaa malunya bikin teringat terus.
      Itu sebenernya ada maksud terselubung sih bang. Mau ngajak abang yg punya ATMnya nikah. Tapi taunya dia udah punya bini. Aqiqah syedih/

      Iya bang. Amin. Hahaaa #Wulantegar2016

      Hapus
  12. hyaatt.. kebalikannya, kalo aku lebih suka hitung-hitungan kayak mtk, fisika, kimia. daripada teori sejenis hapalan mulu, belajarnya bikin ngantuk :v

    duh, itu kok bisa-bisanya resleting turun wkwk. pengalaman yang memalukan dan memilukan yaa kak ehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whahahaaa. Ini nih orang yang cerdas. Suka yang berbau angka-angka. Aku malah lebih suka memahami sesuatu. Memahami bacaan gitu.

      Iya, Risca. Memalukan dan memilukan. Hahaaa

      Hapus
  13. Ya Allah, itu apa-apan pengait celana lepas. Sampe si pacar nggak boleh dikasih liat. Kan kasian. Siapa tau itu emang udah direncanain. *suuzon mode on*

    Ini semuanya udah keren, tapi endingnya ngehe ya. "Nggak ada hubungannya." Apaaan coba! -_-

    Woeheeey, template baru nih. Gue rada serem di sidebar kanan. Ada telor bermata satu. ILUMINATI NEEEEH!! Ngeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iyanih lan. banyak logo-logo iluminatinya.

      Hapus
    2. HAHAHAAA DIRENCANAI KAYAK GIMANEE??

      Iya memang nggak ada hubungannya, By. Kayak nggak da status gitu. Ya gitu. *iniapaan

      Hahaa, iya. Anjaaaay iluminati. Hahahahaaa

      Hapus
    3. Iya, Dibah. Aku aja baru sadar hahaa

      Aku cinta iluminati :'D

      Hapus
  14. saya duduk sembari ditemani susu hangat di cuaca yang panas ini, membaca tulisan ini membuatku mengeluarkan susu yang kuminum lewati rongga hidung. Asli sumpah ngakak banget bacanya terlebih kejadian yang salah ngomong, berasa di perhatiin sama abang atm ternyata salah orang :D

    tapi tunggu sebentar biar kurapikan lagi hidungku yang berceceran susu ini.
    Wah baru sebulan di tinggal blognya sudah banyak berubah dan makin cantik (bukan orangnya)
    mana tampilannya fresh dan gress lagi jadi malah makin betah disini mampir lama-lama.

    Ahhh sial kenapa setiap tulisanmu selalu buat saya ketawa sendiri bagai orang bego didepan layar, sumpah jilid ini jilid. terus terbitin bakalan jadi buku yang fenomenal nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaaa yawloh itu sedih amat, mas. Susunya sampai keluar dr rongga hidung.

      Iya mas, dibersihin dulu hidungnya. Sayang susunya, terbuang percuma. Dibuang itu nggak enak, mas. Sakit.

      Hahaaa, alhamdulillah ada yg mau bantuin edit templatenya, mas.

      Hahaaaa bego aku kayaknya nular ke kamu, mas. Jangan lama-lama di depan layar ya :'D
      Bhahaaa. Fenomenal nggak lakunya. Wkwkw

      Hapus
  15. Jyaaaaah jadi kalimat penutupe minta kpastian dari mahluk yg bernama darma ya lan?? #kabuuuurr, eyaampun kok si darma suka nanyain tgl haid dih, wkwkkk,

    Hmm...kbiasaan resleting kok suka mbuka senditi sih wkwkkkk

    Duh...rumus segitiga sama kaki, paan ya? Ikud amnesiaa

    BalasHapus
  16. Itu perusahaan nggak khilaf kan, ngasih kepercayaan sama Wulan buat megang uang kas?!

    Itu kenapa Farhat Abbas gentian shift, & sejak kapan malaikat kerja sistem shift???

    Mana, nggak ada foto resletingnya?? Hoax aah...

    BalasHapus
  17. semangat postinya :D, postingnya enak untuk disimak. Salam dari blogger newbie

    BalasHapus
  18. uang kasnya buat jajan aja mbak dari pada setor ke bank, lumayan tuh bisa buat beli makan sebulan penuh :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.