Cita-cita yang Gagal

Senin, Januari 11, 2016
Ngomongin cita-cita.
Sampai sekarang, di umur yang masih belasan ini gue masih bingung mencari jawaban saat ditanya mengenai cita-cita.
Eh bentar, umur sembilan belas masih termasuk belasan ye kan? Masihkan? Oke.

Jujur, gue masih bingung dalam menemukan jati diri gue sebenarnya.
Mari kita bahas tentang satu per satu cita-cita yang dulu pernah gue impikan.

1. Guru Ngaji
Ini cita-cita paling subhanallah banget gaes. Gila, mana ada cita-cita anak kecil yang waktu itu masih berumur 4 tahun memiliki cita-cita itu. Di saat anak lain bercita-cita pengen jadi dokter, guru, polisi, pilot, de el el, gue dengan bangga bercita-cita menjadi seorang guru ngaji.

Ini bermula saat gue ikut ngaji bersama temen di suatu mesjid. Gue dan kakak. Kakak waktu itu masih berumus 5 tahun. Gue waktu itu seneng banget datang telat. Sekarang enggak, apalagi telat datang bulan. Enggak seneng.
Hukuman bagi murid ngaji yang suka datang telat adalah pukulan rotan spesial dari pak ustadz. Maknyus. Dan gue harus rela menyodorkan telapak tangan untuk dipukul dengan rotan setiap kali gue datang telat.

Kamprednya gue nggak jera.

Karena gue sering telat dan dapat teguran dari pak ustadz, gue akhirnya diberhentikan ibu dari kegiatan mengaji di mesjid. Sebenernya alesan yang tepat karena gue pernah bolos sekali waktu ngaji. Pamitnya ngaji, tapi malah main-main sama temen.
Hingga akhirnya ibu menyuruh gue untuk mengaji dengan tetangga sebelah rumah. Setiap selesai magrib, gadis kecil nan imut ini buru-buru menenteng iqra dengan mukenah yang sumpah-itu-mukenah-apa-baju-pengantin. Pake ekor segala dibelakangnya. Mukenahnya kegedean. Gue kayak kain putih berjalan. Serem.
Gue sangat nyaman ngaji dengan tetangga gue ini. Dengan perempuan yang sudah berusia senja. Gue memanggilnya nenek.
Gimana nggak nyaman, wong tiap ketemu waqaf dan selesai membaca satu ayat, gue selalu ngajak ngobrol nenek.
Baca ayat sampe ketemu waqaf.

  '' Nek, Wulan belum makan. Makan ciki dulu nggak papa ya. ''
Nenek ngangguk sambil berzikir. Gue ngambil cemilan ke rumah, makan di depan nenek.

Lima menit kemudian, baca lagi ayat satu baris sampe ketemu waqaf.

  '' Nek, nenek ada minum dingin nggak? Nanti habis ngaji, Wulan minta ya. ''

Lanjut lagi baca satu ayat.

  '' Nek, tadi sore Wulan kan jalan-jalan sama ayah. Itu Wulan beli lego baru. Wulan ambil dulu ya. ''

Dulu waktu kecil gue penggila lego. Beda sama sekarang, sekarang mah jadi penggila cinta kamu. Walaupun dalam diam, ya tetep lego. LEGO-WO AE LAH.

  '' Enggak usah. Ngaji dulu. ''
  '' Iya Nek. ''
Gue kembali ngaji. Gila ya, seru banget ngaji kayak gitu. Dan diumur segitu, setiap kali ditanya guru TK tentang cita-cita, gue selalu menjawab dengan yakin, '' Jadi guru ngaji. ''


2. Penjahit
Gue pernah bercita-cita menjadi penjahit. Punya ide kreatif dalam mendesain pola baju, menjahit baju. Gue selalu senang setiap kali Ibu mengajak gue ke rumah teman Ibu. Teman Ibu seorang penjahit. Dan gue dengan polosnya berdiri di samping teman ibu, memperhatikan bagaimana gerakan tangan yang super cepat dan lincah itu memainkan mesin jahit serta kaki yang menimbulkan suara mesin jahit yang semakin membuat gue berdecak kagum.
  '' Enaknya jadi penjahit. ''
Tapi kayaknya gue nggak bisa menjahit dan jadi seorang penjahit. Menjahit luka di hati aja gue nggak bisa. Mungkin gue lebih cocok jadi perajut. Perajut tali cinta diantara kita. Asoooy.



3. Pemadam Kebakaran
Entahlah. Darimana asalnya gue bisa memiliki cita-cita menjadi pemadam kebakaran. Seingat gue, sewaktu gue duduk di kelas 4 SD, gue sangat suka menonton berita. Sungguh, masa kecil yang barokah. Dulu sinetron alay binatang-binatang bisa jatuh cinta mah nggak ada.
Anehnya, gue cuma suka menonton berita kebakaran. Bodo amat dengan berita pencurian,perkosaan, perselingkuhan, tawuran, curanmor, koruptor de el el. Pokoknya setiap kali gue denger suara pembawa berita yang mengatakan,
'' Pemirsa, telah terjadi kebakaran di bla bla blaaa.... ''
Gue langsung buru-buru duduk bersila di depan tv dengan kepala mendongak menatap layar tv.
Ada perasaan bangga setiap kali gue melihat pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api dengan selang yang panjang terulur. Kayak kamu, yang suka tarik ulur. Huh.
Seringkali gue membayangkan diri sendiri di depan cermin dengan mengenakan seragam merah pemadam kebakaran sambil memegang yang panjang-panjang di kedua tangan. Iya, itu maksudnya selang air pemadam kebakaran. Kan panjang.
Dalam pemikiran gue ketika itu, tugas sugas seorang pemadam kebakaran adalah, nyiram api dengan selang panjang ke lokasi kebakaran dari atas mobil, apinya padam, yaudah kelar.
Gila ya, anak kecil diumur segitu cita-citanya udah mulia banget.



4. Cheff
Sampai saat ini, gue nggak terlalu suka memasak. Bisa sih masak, tapi nggak terlalu digemari banget. Kan ada tuh orang yang hobi banget masak. Bahkan bisa-bisanya nemuin masakan baru. Bahan ini dicampur ini, jadi deh masakan baru dan muncul juga nama makanan baru. Biasanya orang kayak gini nih kreatif. Segala bahan makanan bisa dijadikan sebuah masakan lezat. Apa-apa dimasak.
Sebelum pernah bercita-cita menjadi cheff, gue terlebih dahulu menyukai bagian memasak yang berupa memanggang/membakar. Bakar apa aja deh. Bakar ayam, ikan, jagung, muka pacar kalo ketahuan selingkuh juga gue bisa gue bakar.
Tapi semua berubah setelah gue melihat acara masak memasak ala cheff perempuan di tv. Masih nggak habis fikir.
Itu cheffnya, dari cabe masih dipetik di kebun cabe sampe makanan tersaji sambil keluar kata, '' so delicious, ''  itu kenapa pakaiannya tetep rapi aja sih? Rambutnya juga tetap tergerai indah. Make upnya juga nggak luntur kena asap dari wajan penggorengan.
Karena rasa penasaran itu, gue akhirnya berniat menjadi seorang cheff. Cita-cita luar biasa ini muncul saat gue duduk di kelas satu SMP.
Hari Minggu pagi, gue bangun jam setengah tujuh. Ke dapur, mempersiapkan segala jenis bahan yang akan di masak.
  '' Bu, Wulan bikin nasi goreng ya. ''
  '' Iya bikin aja, '' sahut Ibu.

Setelah gue mengupas semua bawang merah dan putih serta bumbu yang nantinya akan gue blender, tiba-tiba Ibu menghampiri gue ke dapur.
  '' INI KENAPA BIKIN NASI GORENG PAKE JAHE DAN KUNYIT YA? MAU BIKIN JAMU ATAU NASI GORENG? ''

Gue bengong. Kemudian ketawa receh.
  '' Hehee, untung belum dimasukkin ke blender. '' Gue langsung saja menyingkirkan jahe dan kunyit yang sudah gue kupas tadi.

Untung, ndasmu!

Dengan gaya cheff handal, gue dengan lincah mengaduk nasi goreng dengan sendok masak. Sok ahli gitu.
Selama mengaduk-aduk nasi goreng agar bumbunya rata kayak dada gue ketika itu, gue sibuk mikir. Gue memikirkan, '' ini kalo jadi nasi gorengnya, gue namain apa ya? ''
Nasgor cokelat ala Cheff chimoed.
Nasgor ala Cheff nyonya Wulan
Nasgor yumy ala  Lancut (Wulan-Cute)    sekalian aja kancut. Oke.
Nasgor lezat ala Cheff  myself

Aaaa apa ya namanya? Belum sempat gue menemukan nama keren untuk penemuan nasi goreng yang gue buat ketika itu, ibu langsung memanggil gue dan menyuruh gue mematikan kompor. Jangan kelamaan, takutnya nasinya malah gosong.
Pikiran gue bener-bener memutar keras untuk mencari nama yang akan gue pakai untuk menamakan masakan lezat ini. Nggak kebayang kan kalo suatu hari nanti, gue bakal ngegantiin Cheff Farah Quinn. Kalo gue, Cheff Farah Amat ini masakan apa sih!
Nggak kebayang juga kalau suatu hari nama masakan lezat ini bisa muncul di buku menu masakan. Uuh gila ya. Gue sehebat itu.

Oke. Setelah nasi goreng selesai, orang di rumah langsung mencoba mencicipi nasi goreng untuk sarapan pagi itu. Ada 2 kemungkinan yang terjadi setelah mereka memakan nasi goreng itu. Kalau nggak muji gue ya meninggal keracunan.
Belum sampai setengah jam, gue tersenyum lega melihat nasi goreng gue yang sudah ludes di atas kompor.
Duh, keren ya gue. Waktu SMP aja gue udah bisa masak.
Kakak gue datang sambil  meletakkan piring di atas meja. Dan di atas meja itu gue melihat banyak piring lainnya yang berisi nasi goreng tergeletak begitu saja.

  '' Ini nasi goreng apa sih? ''
  '' Nasgor nikmat ala Cheff Lancut alias Wulan Cute. Enak kan? ''
  '' Enak apaan. Ini nasi goreng kenapa banyak gini minyaknya? ''

Gue langsung mengangkat piring yang berisi nasi goreng dari atas meja.
Eeeh iya yak. Ini nasi gorengnya banyak banget minyaknya. Sampai bergelimangan.

Fix, ini nasi goreng kuah minyak ala cheff Wulan!

Sejak saat itu, harapan gue untuk menjadi Cheff seperti Farah Quinn yang pinter masak dan berbadan dan berdada bohay, musnah seketika. Karena nasi goreng itu.

'' Cheff Farah Quinn, aku tidak bisa menjadi penerusmu. Dadaku rata. Tengkiyu. ''



5. Pramugari
Cita-cita ini muncul saat gue duduk di kelas 2 SMK. Di mata gue, jadi pramugari adalah cita-cita yang sangat gue banggakan. Berpakaian rapi, bersih, bertutur halus, setiap hari bertemu dan berinteraksi dengan orang banyak, cakep, badannya langsing dan bisa ngegebet abang pilot cakep. Sampai suatu hari, di teras rumah gue berbincang-bincang dengan ibu dan ayah.

  '' Bu, habis lulus SMK ini, Wulan mau jadi pramugari ya. ''
  '' Pramugari? Memang berani pergi-pergi jauh? ''
  '' Berani dong. '' Gue menjawab dengan mantap.
  '' Kalo ada kecelakaan pesawat gimana? Pesawatnya hilang, pesawat jatuh, pesawat tenggelam, ''
  '' Itu sih udah jadi resiko pekerjaan, Bu. Masuk dalam kategori mati syahid. Meninggal dalam bekerja yang semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. ''

Anjir, gue udah kayak mamah dedeh.

Ibu manggut-manggut doang. Diem.

  '' Memang tinggi koe berapa? '' kali ini Ayah membuka mulut.
  '' 154 cm, Yah. ''
  '' Nggak bisa dong. Tingginya nggak cukup. Blabla blablaaa.. ''

Gue masuk kamar. Buka gugel nyari persyaratan masuk pramugari. Ternyata bener, tinggi gue nggak pantas untuk jadi seorang pramugari. Kampred. Gue pendek bener. Huhuu
Seminggu setelah itu, setiap sore gue rajin berolahraga dengan skipping. Sampai pada akhirnya, saat sedang serius menggunakan skipping dengan harapan gue bisa nambah tinggi dan bisa masuk pramugari trus bisa ngegebet abang pilot ganteng dan kece, tiba-tiba saja PLAKK.

Tali skipping menampar ujung mata gue.

HUWAAAA gue nangis kejer. Bukan apa-apa, kalo nanti mata gue bermasalah gimana? Gue nggak bisa lagi dong ngelirik abang-abang ganteng di kasir swalayan langganan gue?
Masa depan gue hancur hanya gara-gara skipping sialan ini.

Semenjak itu, aku mencintaimu.


Halah. Semenjak itu, gue memutuskan untuk menghapus daftar impian menjadi seorang pramugari.
Jangankan jadi pramugari, jadi roda kopernya pramugari aja gue nggak lolos.


Entahlah. Sampai saat ini gue masih bingung dengan cita-cita gue yang sebenarnya. Seperti apa? Ingin jadi apa? Bisanya apa?

Apapun itu, saat ini gue sedang mempersiapkan diri dan bercita-cita menjadi ibu yang baik dan cerdas untuk anak-anak kita kelak. Hasek.

Eh betewe, Cita-citanya Cita Citata yang selama ini Cita Citata cita-citakan itu cita-cita menjadi apa ya?






57 komentar:

  1. udahlah mending cita~citanya jadi istri orang aja
    ya ampun ngajinya seayat~seayat -_-

    BalasHapus
  2. hahaaa... keren juga cita-citamu lan.. cita-cita masih balita sampe sekarang masih inget?? woww.

    itu kenapa penutupnya cita-citnya cita citata?? ini pesanya kotak komentar tau isi hati..

    banyak juga cita-citamu lan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa iya masih ingat mas. Disakiti mantan aja masih ingat.

      Habis, nggak tau mau nulis penutup yang seperti apa.
      Terserah mas. Mau isi hati atau isi komentar. wkwk

      Banyak tapi gagal semua -__-'

      Hapus
  3. Ya ampun yu.. mulia banget hati lu mau jadi guru ngaji. Daripada cuman jadi angan doang mending jadi guru ngaji adek saya aja deh lumayan gratis kan

    Jadi cheff? kayaknya nih masih meragukan deh tapi kalau diasah lagipasti bisa Lah kamu kan entar jadi ibu rumah tangga, kalaupun gak jadi cita-citanya kan masih bisa masak muliain hati pasanganmu yu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa jangan mas. Nanti malah aku ajarin sesat adek kamu :D

      Diasah pake pisau. Hmm
      Hahahaa iya bener mas. Bisa masak muliain hati pasangan. :'D

      Ta-tapi, nggak punya HAHAHAA

      Hapus
  4. Cita-cita jadi Guru Ngaji biar barokah ya. :D
    Nnngg itu cita-cita yang bagian jadi cheff sama pramugari agak gak beres.
    Kalo cita-cita itu berarti profesi, gua sendiri masih bingung. tapi cita-cita utama gua dari dulu samoe sekarang jelas. Membahagiakan keluarga dan orang lain. Udah gitu aja. Gimana caranya gua jadiorang yang bawa kebahagiaan buat orang lain terutama keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaa iya, barokah banget ya cita-cita masa kecil.

      Nggak beres gimana? hahaa
      Waaah keren ih. Cita citanya membahagiakan keluarga dan orang lain.
      Amin. Semoga tercapai yaa :))

      Hapus
  5. Mau ngaji aja ribet banget, alesan'a banyak banget -_-

    Cita-cita kedua jadi Penjahat??

    Pengalaman bikin nasgor'a sama pernah bikin tapi minyak'a kebanyakan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bhahaaa au tuh mas. Rempong amat.

      Penjahit -_-

      Hahahaa, lah samaan kita mas.

      Hapus
  6. sama noh yang pemadam kebakaran haha, gue juga pernah punya cita-cita itu lan waktu dulu, sekarang gue punya cita-cita baru.

    yang jadi chef pasti kecapai tuh, lan, pasti. nanti pas punya suami haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya ya bang Er, hahaa
      Cita cita baru? Apa tu bang?

      Hahaha tapi bakal nggak sepinter chef juga bang. :'D

      Hapus
    2. cita-cita barunya masuk surga lan :v
      ya dimata suamimu kelak pasti jadi cheff terbaik, mungkin hahaha

      Hapus
  7. HUAHAHAHAAHAHA WULAAAAn. DASAR GILA! AKU KAYAK ORANG GILA BACA INI YO OLOH. LUCU SEMUA SIALAAAN. YANG GURU NGAJI AKU MALAH NGEBAYANGINNYA KAMU MASIH IMUT-IMUT BADAN KECIL TUKANG MAKAN GITU TRUS NGEBET BUAT NGEJALANIN PERNIKAHAN DINI GITU. HUAHAHAHAHAAHA.

    Hebat ya, bisa punya cita-cita jadi pemadam kebakaran. Kalau aku kayaknya nggak bisa. Memadamkan api cemburu aja aku masih nggak bisa. Ya, aku cemburuannya udah dari orok, Lan.

    HUAAAAAAA KOK KITA SAMA? Aku juga pernah punya cita-cita jadi pramugari. Soalnya seneng sama cewek berseragam gitu. Enak juga bisa ketemu bule yang punyanya panjang-panjang. Anu, celananya panjang. Kan mereka tinggi bener ya.

    Semoga cita-cita kamu, apapun itu, terwujud ya, Lan. Kamu masih muda! Masih perkasa! Semangaaaat! :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. karenaica sudah tua dan sudah tidak perkasa, gitu ? eh :(

      Hapus
    2. Mirip agnes monica ya et pernikahan dini

      Hapus
    3. .Karna terlalu kekeh, Capslock Icha pun jebol. -_-

      Hapus
    4. HAHAAHAAA YAOLOH ICHAAA. KENAPA MALAH KE PERNIKAHAN DINI HAHAAA MAU NANGIS DAH

      Hahaaa, Zai cuek gitu, kamu cemburu juga yaoloh Chaa.
      Kalo aku nggak bisa memadamkan api asmara, Cha. Susah. hohohoo

      Sama Cha. Hahahaa iya enak gitu lihat pramugari.
      Uuh bule yg panjang-panjang. HAHAHAAA

      Amin. Makasih Cha.. uuwuwu
      Iya, aku masih kuat dan perkasa, Cha :'D

      Hapus
    5. Hahahaa masih lama mba Nita :'D

      Hapus
    6. Sialan bener si Erdi. Huhuhu.

      Mbak Nita suka nonton itu ya dulu? Sama, Mbak. Aku juga suka dulu. Sama Sahrul Gunawan :D

      Iya si Dandy terseraaaah terseraaaah huhu.

      Iya, Lan. Masih cemburu aja aku. Dia malah nggak cemburu sama sekali.

      Api asmara sama siapa, Lan? DUUUUUUUUUUHHHHHHHHHHHHHHHHHH MAU DONG API ASMARA JUGA YANG MEMBARA. Apiku mah anyep. :'D

      Pramugari kece banget seragamnya trus bisa jalan-jalan. Huhu. Panjang banget kaaaan. Aku tau kamu pasti suka juga. Huahaha.

      Sama-sama, Wulan yang perkasa dan macho. Perkasa dan macho hatinyaaaaa :*

      Hapus
  8. Wulan kecil banyak mau yak hahhahahah, kam to the vred...bagian dada rata ga jadi penerus farah queen...
    Dek wulan klo masak nasgor jangan kebanyakan minyaknya, nasinya juga jangan kelembekan hoho, palagi ditambah jahe ame kunyit, waduh absurd kayak gile dunk ya hahahha

    Waduh, kita sama tinggi ternyata, pramugari knapa musti tinggi tinggi sih ya, dan yang cantik knapa coba selalu dikaitkan dg yang tinggi #sungguh dunia ini ga adil (lebayyyy)

    Eh cita citamu jadi ibu dari anak anaknya bapak darma bukan ?? #kabuuuuuur naik odong odong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa iya mba. Habis, Farah quin dadanya gitu. Beda sama aku.

      Iya mba. Minyaknya harus sedikit ya. Wkwkw
      Nasinya juga jangan lembek toh ya mba? Hahaa aku bru tau mba. Makasih mbaa :))

      Waaah kita sama mba. HAHAA IYA IYA AKU JUGA NGGAK TERIMA. DUNIA NGGAK ADIL. HUWAAAAAAA

      Hahaha mba jangan lari.
      *ngejar pake buraq minjem punya Icha*

      Hapus
  9. Subhanallah .. sungguh cita-cita yang luar biasa walaupun akhirnya hanya sebatas cita-cita ..

    Hmmm .. why not all of them lan ..
    Pramugari yang bisa ngaji, masak, ngejahit, dan madamin rumah kebakaran .. Insya Allah barokah ..

    Agak ada unsur psikopatnya juga ketika lo waktu kecil udah seneng liat rumah yang kebakaran ..

    O jadi ngefans sama Farah Quin
    O jadi bikin resep baru nasi goreng dengan kuah minyak..
    O jadi dada lo rata ..

    Lo kok larinya kesini ..
    Maaf lan .. dbajak kang nasgor tadi ..
    *minjem buraqnya Icha* *kabur naik buraq*

    BalasHapus
    Balasan
    1. .Nah,setuju.Varokah hidup Raisa kalau bisa borong semuanya.:D

      Hapus
    2. Hhaahahaa ah bisa aja lu bang. Gimana all of them bang, salah satunya aja nggak terwujud. HAHAAHAHAA

      Jhahaa, psikopat yaoloh :'D

      AWAS LU YA BANG!

      Hapus
  10. Aduuuh cuthat mulu. Tapi the best of cita cita sih, pemadam kebakaran. Wkwkwk..

    Btw, obrolan sama guru ngaji ini bikin nostalgia banget, dulu gue juga gitu soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa tapi cita citanya gagal bang.

      Eh lu juga ya gitu dulu ya bang? Hahaa samaan kita.
      Ada ya ngaji sambil ngobrol gitu. Hahaa

      Hapus
  11. Jiahhhhh, nomer 3 sama kayak gue dulu. Gue pernah punya cita-cita jadi Pemadam Kebakaran. Tapi setelah gue tumbuh menjadi remaja, gue lupa cita-cita itu, dan milih buat pindah cita-cita. :D

    Tapi btw, keren banget cita-cita lu, ya walaupun gagal :p wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa trus cita-cita lu apa sekarang Yu?

      Keren walaupun gagal. HAHAA

      Hapus
  12. Wahahaha, bentar lagi umurnya puluhan dong. Ayo cepet nikah *lahh

    Cita-citanya beda banget sama anak-anak biasanya. Gue kalo denger cita-cita anak jaman sekarang, pasti dengernya itu-itu doang. Dokterlah, pejabatlah, koruptorlah. Eh, komen apa nih gue. Gitulah pokoknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BHAHAHANGKAY. JANGAN DIPERJELAS -__-

      Hahahaaa koruptor. Astagfirulloh.

      Mau juga. Duitnya banyak.

      Hapus
  13. .Waktu masih kecil yang lagi ngaji sama tetangga (Si Nenek), raisa ini tuh lucu-lucu imut ya tapi agak ngeselin. Setiap 1 ayat berhenti, dan pada akhirnya si Nenek berhasil membuat si Raisa diem/nurut. :v
    "Nggak usah, ngaji dulu" :v hehe, tapi asik yaa. :D

    .Waktu cita-citanya pengen jadi #Pramugari, terus yang latihan Skipping mengundang kesialan (Kena Mata), siapa yang hapusin air matanya Raisa a.k.a Chimoed a.k.a Lancut? #Wtf -_-

    .Jadi wanita soleha nan baik plus sukses ya wulan. ;)
    .Itu aja udah cukup kok, ---------- Buat aku. :$ LalalaYeyeye :v

    .itu kata-kata penutupnya buat erosi ya.
    "Eh betewe, Cita-citanya Cita Citata yang selama ini Cita Citata cita-citakan itu cita-cita menjadi apa ya?" <- Ini apa coba? -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa iya, aneh ya ngajinya. wkwk

      Hapus sendiri bang.

      Whahaa amin. Semoga bisa jd wanita sholehah ya.

      HAHAHAA AYO JAWAB AYOOO

      Hapus
  14. dan pada akhirnya kembali ke fitrah menjadi ibu juga cita citanya, eh itu cita cita mulia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhahaa iya. Jadi ibu udah qodratnya setiap wanita.

      Hapus
  15. cita-cita jadi guru ngaji itu hebat bengat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih hebat lagi kalo tercapai. Hehee

      Hapus
  16. semoga saja tahun sekarang cita-citamu yang gagal itu bisa kecapaian :)
    cemungut yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.
      Tapi kayaknya udah nggak mungkin, Muttia. Hehee

      iya semangat juga buat kamu yaa ;))

      Hapus
  17. Guru ngaji? Dulu aku cita citanya guru agama.. beda tipis lah sesama gurunya.. hahaha..

    Chef itu yang dinilai masakannya bukan dadanya.. dulu waktu SMP juga ada niat jadi chef hahaha...

    Kelihatannya jadi pramugari emang enak, cantik, tinggi. Tapi sayangnya aku juga gak bisa jadi pramugari.. selain kurang tinggi nyaingin jempol kakinyanya pramugari aja aku ga bisa.. hikss.. BTW kenapa jadi cita citata?! Syudahlah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa iya beda tipis ya Rum.

      Habis farah quinn dadanya gitu sih. Aku jd minder untuk jd seorang chef. HAHAAA NGELES.

      Hahaa nyaingin jempol kakinya nggak bisa ya Rum? Sama. :(

      Hapus
  18. kayaknya lo pantas jadi pemadam kebakaran deh wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan syarat, yang dibakar mantan aku.

      hohohooo

      Hapus
  19. widiw asik tuh pemadam kebakaran, jarang jarang loh ada female fire fighter...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa iya, tapi udah gagal semuanya mba.

      Hapus
  20. "Aku tidak bisa menjadi penerusmu. Dadaku rata. Tengkiyu."

    Jadi yang selama ini ditonton sama orang-orang di TV itu dadanya Farah Kuin atau keterampilan memasaknya? :(

    Lah, lu berarti nggak sampe 160cm, Lan? Serius? Waaaduuuhhh. Pendek, yes. Lucu nih tulisan. Apalagi yang guru ngaji. ALLAHU AKBAR! XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterampilan dadanya, Yog.
      LAH

      HAHAHAHAAAHA Iya serius. 154 cm doang, Yog. Iya pendek ya gue.
      Hahaaa tengkiyu ya :D

      Terbukti, dulu gue pernah jadi anak alim, Yog. HOHOHOH

      Hapus
  21. Hahaha cita-cita jadi guru ngaji tuh Subhanallah banget, lan :')

    Hebat banget, jarang-jarang ada anak cewek yang kepengen jadi pemadam kebakaran xD

    Yang jadi pramugrari itu sama lan, dulu juga sempat bercita-cita jadi pramugrari tapi sekarang gak lagi krna tau sendiri persyaratan utk jadi pramugrari harus cantik, tinggi, pinter, dll, ah aku jauh banget dari kriteria itu wkwk. Intinya yang penting bisa jadi orang yang berguna bagi banyak orang aja dah *Tsaah wkwkw :'v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa, lebih subhanallah kalo sampai terwujud, Nov.

      Jhahaa.
      Eh iya samaan kita ya. Nah iya bener. Udah minder duluan karena tau persayaratannya kayak gitu. wkwkw

      Iya Novi. Amin :)

      Hapus
  22. Mun aku jadi guru ngaji yang nenek itu, udah aku kepret da tangan kakaknya. Teu daek cicing tudaan. Heu.
    Cita-cita mah kan nggak selamanya tentang profesi kali teteh. Mm... Setelah membaca komentar-komentar ini dan di atas, udah kepikiran lom mau punya profesi idamannya apa? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaaa kepret aja aku, Ris hahaa

      iya iya bener juga yak. Wkwk
      Lah iya sama, aku juga belum ada kepikiran tentang profesi yang diidamkan seperti apa. Payah bet aku ya huuuhu

      Hapus
  23. Wkwkwkw ini tulisannya kayaknya diselipin tentang cinta-cinta dan kamuuuu~ ala-ala wulan kadek banget ya wkwkw :p

    Yang jadi guru ngaji, aduhai banget itu cita-citanya :D disaat yang lain cita-citanya wah, eh, kamu cita-citanya jadi guru ngaji. guru ngaji buat anak kita kelak *INI APAAN WKWKWK

    Pelajaran yang aku dapet dari tulisan ini : wulan kadek waktu ngaduk nasi goreng, dadanya masih rata.

    -_-

    BalasHapus
  24. Waaaaah aku ketinggalan tiga post di blog ini nih. Duh padahal udah kufollow blognya.

    Sungguh mulia pernah bercita-cita jadi guru ngaji. Pramugari ya okelah. Tapi, apa hubungannya Cheff sama dada rata ya?
    Duh nyari cita-cita aja udah kayak nyari jodoh aja ya. Cari yang pas haha. Semangat mencari cita-cita ya!

    BalasHapus
  25. Saya sih ganti cita-cita tiap 5 tahun... BUkan cita cita. Target.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.