Dear my future husband ...

Selasa, Februari 10, 2015
Dear my future husband

Meskipun sampai saat ini aku belum tau siapa kamu nantinya, tapi aku yakin kamu adalah orang yang selama ini selalu ada dilingkungan hidup aku. Mungkin aja itu mantan yang dulu, mungkin juga musuh,mungkin temen masa kecil, mungkin juga itu kakaknya temenku, mungkin juga itu mantan kakaknya temenku,atau sahabat terdekat aku,tetangga aku, entahlah. Semua itu masih abu-abu.
Tapi, lebih dari semua itu aku berharap my future husband yang selama ini ku impikan, itu kamu. Iyaa,kamu :)
Kamu yang udah memilih menghabiskan waktu dengan orang sepertiku.

My future husband..
Tolong siapin hati yang kuat untuk menghadapi semua sifat-sifatku. Juga hati yang besar untuk menerima segala kekuranganku. Jaga kesehatan kamu ya buat aku, juga buat masa depan kita nantinya.
Aku berharap aku akan jadi satu-satunya perempuan yang menerima segala keluh kesahmu.Aku mau kok, menerima sebagian dari beban-bebanmu. Saling tukar pikiran bersama, mencari solusi berdua, aku ingin hal-hal seperti itu ada didalam rumah tangga kita nantinya.
Mungkin aku tidak terlalu pintar dalam memasak untuk kamu, tapi sebisa mungkin aku akan berusaha untuk melakukannya untukmu. Jadi maaf ya kalo masakan aku nantinya kurang enak. Kamu boleh kok mengkritik dan mengomentari masakan aku. Karena dari itu aku akan berusaha untuk memasak lebih baik lagi.
Aku orangnya agak cerewet nih, jadi tolong siapin telinga yang tahan untuk mendengarkan celotehanku ya.
Jika kita sama-sama sibuk bekerja nantinya, aku ingin kita masih punya waktu untuk dihabiskan bersama. Aku ingin kita quality time. Memanfaatkan waktu sedikit mungkin untuk berdua.
Saling berkomunikasi disela-sela padatnya jadwal kerja. Karena aku pengen denger suara kamu saat kita sedang jauh akibat sibuk dalam rutinitas pekerjaan. Meskipun itu hanya dalam waktu 5 menit, aku mau kok telfonan sama kamu.
Karena itu menandakan bahwa kita masih saling butuh satu sama lain.

Kamu gak perlu takut, aku orangnya penurut kok. Mau dibilangin, mau dinasihatin, tapi tolong kalo kamu lagi marah, jangan pernah nyuekkin aku. Jangan dingin,jangan cuek, apalagi sampe ngasarin aku.
Aku orangnya gampang mewek loh, jadi tolong sabar ya ngadepin tingkah konyol aku.
Gak usah siapin banyak tisu buat ngapus airmata aku, cukup hapus pake telapak tangan kamu aja. Nanti aku pasti berhenti nangis kok :')

Jika nanti kita udah tinggal di satu atap, aku ingin jadi satu-satunya perempuan yang sebelum tidur mendengarkan ucapan '' l love you '' dari mulutmu. Dan bila pagi harinya aku terbangun dari tidur, aku ingin kamu ada disampingku setiap kali aku membuka mata.
Aku ingin berdiri dibelakang kamu dengan mukenah yang terbalut ditubuhku. Mencium punggung tanganmu seusai sholat berjamaah. Membaca kitab suci-Nya berdua, atau bersama anak-anak kita nantinya

Ini berlebihan gak sih?  Tapi, jujur ini semua bener-bener hal yang aku impikan sedari dulu.

Setiap pagi sebelum kamu berangkat kerja, aku pengen menyempatkan diri untuk membuat sarapan untuk kamu. Jadi kamu gak usah nnyari sarapan diluar yaa.
My future husband, aku ingin kamu jadi seorang husband yang pengertian. Ngerti saat aku kerepotan dalam mengurus anak kita, ngerti saat aku lagi malas bergerak karena hamil tua, ngerti saat aku lagi emosian karena pms menyerang. Kalo aku lagi kerepotan, aku harap kamu mau gantian denganku untuk membantu anak kita mengerjakan pr, membantunya agar tak kesulitan dalam belajar.
Ketika aku nangis, aku ingin kamu jadi satu-satunya orang yang bisa menenangkanku. Memelukku saat aku rapuh.
Kalo aku lagi sakit, kamu gak perlu beli obat mahal-mahal, nyari obat kesana-sini. Gak perlu..
Cukup buatkan aku teh hangat dengan kedua tanganmu, itu saja udah bisa menghilangkan rasa sakitku kala itu. Aku orangnya gak bikin ribet kok, gak bakal nyusahin kamu.
Aku terima apa adanya kamu, kelebihan juga kekurangan kamu. Yang penting kita berdua punya niat untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik.
Aku ingin jadi seorang perempuan yang melepas kamu bekerja didepan pintu setelah mencium punggung tanganmu.
Kalo kamu pulang kerja nanti, aku bakal bukain pintu buat kamu, sambil tersenyum lalu menyuguhkan teh hangat untuk menghilangkan rasa capek kamu.
Aku akan meniup ubun-ubun mu saat kamu merasa kelelahan karena seharian bekerja.
Kalo kamu terlambat pulang kerja, tolong telfon aku ya. Kabari aku, supaya aku gak cemas dirumah.
Jam berapa pun kamu pulang, aku pasti bakal nungguin kamu kok :) Aku gak akan bisa tidur sebelum kamu ada dirumah.


Aku selalu ada 24 jam buat kamu, kalo ada apa-apa cerita ke aku aja ya. Jangan cerita ke orang lain. Cukup kita berdua yang tau,cukup kita berdua yang mencari jalan keluarnya. Karena aku yakin kita bisa melakukan semua itu.

Kalo kamu keluar rumah tanpa aku, tolong jangan nakal-nakal yaa. Ingat aku, istri kamu, ingat anak-anak kita dirumah. Jaga hati kamu buat aku. Karena aku pengen kita berdua tetep bersama sampe kakek-nenek.

Kalo aku lagi beres-beres rumah, jangan diganggu ya. Kalo kamu siap mandi, tolong jangan letakkan handuk di atas tempat tidur. Aku gak suka itu.
Kalo ada pakaian kotor, tolong jangan ditumpuk disembarang tempat ya.
Karena aku pengen rumah kita nantinya itu bersih, biar aman untuk jadi tempat berkumpul bersama anak-anak kita.

My future husband
 entah dimana pun kamu berada sekarang, sedang apapun kamu saat ini, aku cuma pengen pesan ke kamu.
Tolong bimbing aku. Aku tau aku masih banyak kekurangan, mungkin sifat-sifat burukku masih menonjol dan terlihat jelas. Karena itu, tolong ingatkan aku jika aku melakukan kesalahan. Tuntun aku agar selalu dekat kepada Nya.




REGARDS

YOUR FUTURE WIFE :)














Pieshhh

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.