Tahap Pengenalan, itu penting banget !

Jumat, Desember 26, 2014
Kamu berubah sekarang,
Kamu gak kayak dulu lagi, aku kangen kamu yang dulu,

Ucapan seperti itu memang sering kali kita dengar dari mulut orang. Khususnya dari kebanyakan orang untuk pasangannya.
Baik itu perempuan maupun laki-laki, dalam kasus tersebut kita gak bisa memvonis satu diantara keduanya. Karena dalam suatu hubungan memiliki dua orang yang berikatan antar satu sama lain. Saling menyalahkan, mengungkit kesalahan-kesalahan yang dulu lalu diangkat jadi masalah yang kemudian jadi besar sebesar mungkin. Apa gunanya?
Ujung dari episode cerita itu udah bisa ditebak kan, pasti berujung dengan kata putus !

Coba deh, kita pikir ulang semuanya.
Menjalin suatu hubungan yang biasa dinamakan dengan istilah ‘pacaran’ itu gak semulus kulit selena Gomez. Juga gak segampang alur cerita kayak di FTV.
Gak sengaja jumpa-tabrakan-marahan-saling benci-ngelakuin kegiatan bareng-mulai suka-jatuh cinta-pacaran
Semuanya gak semudah itu juga.
Ada satu tahap yang sering diabaikan orang untuk memulai menjalin suatu hubungan. Tahap ini adalah tahap awal yang menentukan bagaimana hubungan itu berjalan nantinya. Kebanyakan orang sering melewati tahap ini, asal mikir udah saling suka terus langsung bikin janji-janji gak jelas dan ngerasa udah resmi pacaran. Hal seperti itu yang saat ini diterapkan oleh kebanyakan orang.
Ada satu tahap yang harus kita gali lebih dalam lagi sebelum memutuskan untuk menerima ataupun memilih si dia untuk pantas untuk kita atau tidaknya.

TAHAP PENGENALAN
Dua kata ini mengandung pengertian yang besar jika kita memahaminya lebih dalam. Proses yang ada pada tahap pengenalan sangat berpengaruh besar sehingga dapat menentukan hasil akhir yang akan terjadi nantinya. Tahap pengenalan bukan hanya sekedar tau nama masing-masing,tanggal lahirnya kapan,alamat,umur, itu tahap pengenalan atau mau bikin KTP??
Pada tahap pengenalan, kita harus bisa untuk
~mengerti sosok yang bagaimanakah dia?
`~Bagaimana sifatnya,
~Wataknya,
~Latarbelakangnya,
~Cara dia berbicara,
~Pandangan dia saat diminta untuk berpendapat,
~Pola pikirnya yang menjadi acuan untuk menemukan solusi dari masalah,
~Tata cara ia bergaul dengan sekitar,
~Sikapnya seperti apa yang ia terapkan untuk membaur dengan temannya
~Hal yang seperti apa yang menjadi motivasi dalam hidupnya
Semua itu yang seharusnya kita gali lebih dalam untuk memastikan apakah ia memang pantas untuk kita atau tidak. Poin-poin seperti yang diuraikan tadi sangat membutuhkan waktu yang lama jika diterapkan.  Berbeda dengan kebanyakan orang saat ini. Mereka bahkan dengan mudahnya bisa melewati tahap pengenalan hanya dengan waktu sebulan,atau 2 bulan. Bahkan ada lagi yang lebih greget, tahap pengenalan hanya dengan waktu 7 hari, alias seminggu. Wow !!
Dalam hal ini banyak sekali yang salah mengartikan tahap pengenalan. Tahap pengenalan bukan hanya sekedar, kenalan, smsan/telfonan,ketemuan,jalan, trus langsung jadian.
It’s not simple !!
Oke, misalkan antar dua insan itu udah jadi sepasang kekasih dengan pengenalan hanya sebulan. Di awal hubungan berlangsung manis. Si dia rajin sms, setiap 2 jam sekali nelfon, ngasi surprise romantis,ngasi perhatian setiap saat, suka cerita atau sekedar minta pendapat, ngelakuin semua hal demi ngebahagian si gebetan,pura-pura bersikap manis/baik didepan gebetan,  Pokoknya hal yang dilakukan sewaktu pedekate dulu masih bisa dirasakan saat hubungan masih seumur jagung.
Memasuki bulan ke 4 atau ke 5, perubahan mulai dirasakan. Si dia tak lagi sering menelfon,atau sekedar mengirim sms. Bahkan terkadang kita merasa tak dipedulikan lagi olehnya, ngerasa sendiri, memberi kabar atau semacamnya udah sangat jarang ia lakukan, curahan perhatian yang dulu rutin diberikan sekarang tak ada lagi, bertemu tatap muka pun selalu dihindarinya.
Dan alasan yang paling memuakkan adalah, ‘’ terlalu sibuk kerja ’’.
Iya, kebanyakan tugas,kerja atau jadwal sangat padat. Hal-hal seperti itu memang sangat sering dijadikan senjata sebagai alasan untuk menutupi sifat yang sebenarnya.
Sabar, oke.. Maybe he’s so busy now
Awal mula kita menangani kejadian seperti ini hanya satu hal yang bisa dilakukan. Bersabar dan mencoba mengerti dengan keadaanya. Tapi, saat bulan berganti bulan kesabaran yang kita miliki akan habis. Dan kalo udah kayak gini, mulai deh perang dunia ketiga dimulai.
Adu mulut, mulai dari masalah yang dulu kembali di ungkit hingga menguak jadi besar.
‘ kamu berubah sekarang, gak kayak waktu kita pertama jadian dulu ‘
Lontaran kalimat seperti ini sangat lucu terdengar.
Karena apa yang ia lakukan disaat masa pedekate dan beberapa bulan setelah jadian itu hanya sifat tipu daya nya untuk meluluhkan hati kita. Dengan istilah lain dinamakan berpura-pura.
Kemudian setelah ia mendapatkan kita seperti yang ia inginkan, maka sifatnya yang asli mulai tampak. Bagaimana sosok kepribadian dirinya yang sebenarnya akan terlihat. Meskipun ia berusaha menutupi itu semua, lambat laun sifat asli nya akan muncul.
Ini yang sering menjadi pemicu timbulnya pertengkaran.

Oke, kalo ujung dari permasalahannya berakhir dengan kata putus, semuanya akan baik-baik aja. Toh, kalo pun diteruskan gak ada gunanya juga kan? Udah gak cocok !
Itu keputusan terbaik bagi orang yang masih waras~
Nah, di lain cerita ada juga orang yang berpikiran bego saat mengalami kejadian seperti ini.
Waktu tahap pengenalan, mereka hanya butuh waktu singkat untuk mengutarakan ajakan jadian. Setelah hubungan berjalan lama, sikap asli pasangannya mulai tampak. Bahkan berbanding 360 derajat dari sikap waktu masa pedekate dulu.
Pertengkaran karena ketidaksesuaian ya pasti timbul, wajar memang. Dan alhasil, karena tak mau kehilangan si doi, kebanyakan dari kita memilih untuk tetap bertahan dengan resiko mau gak mau harus menerima sifat buruknya. Meskipun kita sama sekali gak suka dengan sikapnya itu.
Yaa, terkadang sebagian orang berpikir sempit. Mereka berpikir, lebih baik bertahan dengan terus disakiti daripada kehilangan si doi.
Mereka seolah memandang kehidupan hanya dengan mata yang kecil. Masih banyak kok, orang diluar sana yang punya kepribadian baik yang bisa kita pilih untuk jadi pasangan kita.
Perjalanan hidup masih panjang, bukan?
Gak ada gunanya menghabiskan waktu dengan orang yang jelas-jelas sudah tak sesuai dengan kita. Kenapa kita masih bertahan dengannya? Karena cinta?? Itu bukan jawabannya.
Saat-saat seperti ini memang sangat pas bagi kita untuk memilih pasangan dengan baik. Kalo emang gak cocok di tahap pengenalan, kita bisa mencoret namanya dari daftar calon pacar untuk kita. Gak seribet kalo udah nikah. Gak cocok, ya harus ngurus perceraian ini itu. Repot kan?
Makanya dari sekarang kita harus teliti untuk memilih pasangan.


Banyak orang, khususnya kaum hawa yang makan hati karena menghadapi sifat pasangannya yang sebenarnya sangat bertentangan dengan kata hatinya. Dan mereka memilih untuk tetap bertahan.
Semua itu dikarenakan kita terlalu singkat dalam melakukan tahap pengenalan. Main asal suka, trus jadian deh.
Coba deh bayangin, misalkan kita melakukan tahap pengenalan dengan urutan yang benar. Meskipun pengenalan yang seharusnya diterapkan akan membutuhkan waktu yang lama.
Dan kalo kita menemukan orang yang kriterianya tak baik di masa tahap pengenalan, kita tak perlu ambil pusing. Tinggal jauhi dan berteman biasa saja. Karena saat melakukan pedekate di tahap pengenalan, keputusan untuk memilih berada ditangan kita sendiri. Kita memiliki hak untuk mengambil keputusan itu. Semuanya mudah dilakukan karena pada saat itu kita tak berada dalam suatu ikatan, seperti yang aku uraikan tadi.
So, nyari pasangan gak segampang nyari cabe di pasar. Asal pilih,asal comot tanpa ngeliat sisi kepribadiannya.
Bukannya kalo kita mencintai pasangan,kita juga harus nerima sifat buruknya juga?
Iya, emang bener. Statement diatas emang gak salah. Tapi, kita harus bisa ngeliat juga dong yang dimaksud ‘sifat buruk’ nya itu yang seperti apa? Kalo gak beresiko besar, ya kita masih bisa berusaha untuk ngerubah sifat buruk dari pasangan kita itu.
Lah, kalo sifat buruknya membahayakan hubungan kita, bahaya untuk dia,untuk kita juga karena keseringan makan hati, yaa mending tinggalin aja deh orang yang kayak gitu.
Kebanyakan orang menyalahkan makna dari  ‘jatuh cinta pada pandangan pertama’.
Itu bukan berarti langsung ngerasa cocok pas udah sama-sama ngerasain suka. Tetap dan HARUS lakukan proses tahap pengenalan. Kenali dirinya lebih dalam dulu sebelum memutuskan untuk memilihnya.
Well, aku laper belum makan siang -,-  Ntar aku lanjut lagi ya dengan topik lainnya
Bye J lopyu mwahh

#ketauandehjonesnya L








Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.